Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Mengagumi


__ADS_3

Keesokan harinya setelah malam indah, yang telah dilalui oleh sepasang insan yang masih terlelap, mentari telah terbit dengan sinar yang memantul di atas lapisan salju yang menumpuk di luar sana.


Jam sudah menunjukkan hampir tengah hari, dan keduanya masih bergumul dengan selimut, seolah tak ingin bangun dari mimpi.


Hingga tak lama kemudian, Liana nampak mengerjapkan matanya yang masih terasa berat, dan perlahan membukanya.


Dia merasakan seluruh badannya sakit, terlebih area inti di bawah sana, yang masih terasa perih.


Dia teringat kembali apa yang telah ia lalui malam tadi bersama sang suami. Wajahnya seketika merona saat kejadian indah itu berkelebat di ingatannya.


Bahkan, hangat tubuh suaminya masih terasa hingga kini, karena kulit mereka masih bersentuhan tanpa penghalang.


Liana memandang wajah Falcon yang masih tertidur lelap di sisinya. Senyum mengembang di wajah cantik itu, kala mengingat betapa lembutnya pria itu memperlakukan dirinya.


Tak terasa, tangannya terulur ke depan, dan menyentuh wajah suaminya. Liana menyentuh kening pria itu yang sedikit berkerut, turun ke alisnya yang begitu tebal, dengan jejeran bulu mata yang panjang dan lentik. Bahkan miliknya sendiri pun tak secantik ini.


Jemarinya menyusuri wajah pria tersebut turun ke hidung Falcon yang mancung, beralih ke pipinya dengan tulang yang menonjol. Dia mengusap lembut pelipis sang suami, dan kembali berpindah ke bawah mengusap lembut bibir Falcon yang terlihat sedikit menghitam.


Saat Liana tengah sibuk mengagumi wajah tampan suaminya, tiba-tiba saja mata Falcon terbuka dan membuat tatapan  Liana terpaku pada manik hitam pria itu.


“Apa sudah puas mengamati wajah tampan suamimu ini, hah?” tanyanya dengan suara serak.


Liana segera menarik kembali tangannya dan memukul dada pria itu.


“Kau selalu mengerjai ku. Kalau sudah bangun, kenapa diam saja?” tanya Liana cemberut.


“Aku tak tega jika mengacaukan waktu istri ku, saat mengagumi suaminya,” sahut Falcon terkekeh.

__ADS_1


“Menyebalkan!” keluh Liana.


Wanita itu pun berbalik dan hendak bangun, namun rasa nyeri di pangkal pahanya membuat dia meringis menahan sakit. Hal itu sontak membuat Falcon bangun dan melihat kondisi istrinya.


“Kau tidak apa-apa? Apa sakit sekali?” tanya Falcon khawatir.


“Masih agak nyeri,” jawab Liana.


Falcon merasa bersalah saat melihat istrinya kesakitan karena perbuatannya semalam. Dia pun kemudian turun dari tempat tidur dan mengenakan celana yang sejak semalam tergeletak begitu saja di atas lantai.


Setelah itu, dia pergi ke kamar mandi dan mengambilkan sebuah jubah mandi. Dia kembali ke tempat tidur dan memakaikan benda tersebut kepada sang istri.


“Biar ku bantu kau pergi ke kamar mandi,” ucap Falcon.


Dia pun menggendong Liana dengan hati-hati. Wanita itu melingkarkan lengan di leher Falcon dengan begitu manjanya.


Dia mengambil beberapa botol minyak esensial yang telah disediakan oleh pihak resort dan menunjukkannya pada sang istri.


“Kau ingin yang mana?” tanya Falcon.


Liana nampak melihatnya. Di antara botol-botol tersebut terdapat satu botol minyak citrus.


Liana pun mengambilnya dan mencium aroma di dalamnya.


“Ini saja,” ucap Liana.


Falcon pun menaruh kembali botol minyak yang lain ke dalam tempat semula, dan memakai yang dipilih oleh istrinya.

__ADS_1


Setelah siap, falcon meminta Liana untuk membuka bathrobe nya dan masuk ke dalam bak mandi.


“Kau keluarlah dulu. Kau tak berniat melihat ku mandi bukan, Honey?” tanya Liana curiga.


Falcon pun tersenyum dan mencium kening istrinya.


“Aku akan keluar dulu. Jika butuh sesuatu, panggil aku saja, oke?” seru Falcon.


Liana mengangguk. Falcon pun berjalan keluar dan menutup pintu kamar mandi. Pria itu membiarkan istrinya berendam terlebih dulu agar tubuhnya kembali segar setelah apa yang terjadi semalam.


Dia sendiri tak menyangka, jika saat ini dia telah mendapatkan Liana seutuhnya. Falcon duduk di tepi ranjang. Dia menyibakkan selimut dan melihat noda merah yang masih tercetak jelas di atas sprei putih itu.


Senyum tipis muncul dari bibirnya. Dia mengusap pelan noda itu, seolah itu adalah hal yang berharga baginya.


.


.


.


.


Selamat hari raya idul adha untuk umat muslim di seluruh dunia 🙏☺


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2