Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Liana vs Lusy


__ADS_3

“Oke! Oke! Aku minta maaf! Aku salah! Lepaskan rambutku sekarang!” pinta Lusy.


Liana pun menghempaskan cengkeramannya dari rambut Lusy hingga membuat gadis itu t. terhuyung ke belakang. Rupa gadis itu nampak berantakan, dengan rambut yang sudah sangat acak-acakan akibat ulah bar-bar Liana.


“Brebgs*k! Jal*ng kurang ajar!” maki Lusy.


Liana kesal karena sikap gadis sombong itu yang tak pernah bisa memegang kata-katanya.


Si*lan. Tahu begini, kutarik saja tadi rambutnya sampai rontok semua. Biar gundul sekalian, gerutu Liana dalam hati.


“Katakan! Apa mau mu kemari dan membuat onar di tempat kerja ku?” tanya Liana langsung.


Dia seakan sudah muak melihat wajah gadis yang dari dulu selalu merundungnya, meski selalu berakhir terbalik. Liana lah yang selalu berhasil membalas telak apa yang dilakukan Lusy padanya.


Gadis bermarga Jung itu terlihat tengah merapikan penampilannya yang sudah tak beraturan, sebelum menjawab pertanyaan dari Liana.


“Gara-gara kamu rambutku jadi rusak!” keluh Lusy.


“Apa peduli ku? Kalau mau, aku bisa menuntut mu atas penyerangan yang tiba-tiba ini. CCTV ada di mana-mana. Terlebih para pekerja pun sudah banyak yang melihat kejadian tadi. Mereka bisa jadi saksiku,” sahut Liana.

__ADS_1


Gadis itu seolah tak mau memberi kesempatan sedikit pun kepada Lusy untuk lebih dulu mengancamnya. Hal itu membuat Lusy seketika kebingungan dan berusaha beradu debat dengan Liana.


"Semua ini salahmu sendiri! Kau yang memulainya,” seru Lusy membalikkan perkataan.


“Apa maksud mu?” tanya Liana.


“Kau sengaja membuatku terjebak di atas kemarin, dan setelahnya, kau malah makan malam dengan pria ku. Apa itu bukan j*lang namanya? Sudah untung kamu masih bisa hidup hari ini,” sahut Lusy.


“Apa ini ancaman? Aku tidak merasa menjebakmu di atas sana. Kau bisa dengan mudah turun dengan lift itu. Otak mu saja yang dungu. Tak bisa berpikir tentang solusinya. Dan untuk makan malam itu, aku rasa itu hakku. Lagipula, aku tak yakin jika dia adalah pria mu,” sanggah Liana sengit.


“Kau... Atas dasar apa kau tidak percaya kalau dia pria ku? Kami saling kenal sejak lama, dan kau hanya orang asing yang tiba-tiba muncul di antara kami dan mengganggunya,” tepis Lusy ketus.


“Benarkah? Setahuku, kaulah yang selalu mengganggunya dari dulu, tapi tak pernah sekali pun mendapatkan respon darinya,” sahut Liana dengan senyum mengejek.


“Jadi, kau kira aku berbohong? Dasar j*lang! Siapa kau berani meragukan perkataan ku?” maki Lusy.


“Kau tanya siapa aku? Aku adalah orang yang paling mengenalmu, terlebih saat kau sedang berbohong. Karena apa? Karena aku tahu kalau kaulah jal*ng yang sebenarnya. Jal*ng yang selalu mencari perhatian dari seorang pemuda, namun pemuda itu justru memperhatikan gadis lain. Dari dulu, kau tak pernah sekali pun menang dariku. Ah... benar! Jika diingat, bahkan saat wajahku buruk rupa saja kau masih kalah dari ku, apalagi sekarang,” ucap Liana memprovokasi.


Lusy nampak mengerutkan kening mendengarkan perkataan gadis yang saat ini berdiri di depannya. Dia mencoba memahami perkataan Liana yang menurutnya begitu aneh.

__ADS_1


Melihat Lusy tak bisa menebak clue yang diberikan olehnya, Liana pun kembali maju selangkah dan semakin mendekat ke arah Lusy.


“Ingat satu hal. Pecundang, selamanya akan tetap menjadi pecundang, dan pemenang, selamanya akan memang,” ucap Liana lirih, tepat di depan wajah Lusy.


Liana berjalan begitu saja melewati gadis bermarga Jung itu yang masih membatu, dengan pikiran yang berkelebat di kepalanya. Otak lamban Lusy tak mampu untuk segera menemukan petunjuk perihal perkataan yang dimaksud oleh Liana.


.


.


.


.


Hari ini udah dulu ya bestie😁 semoga besok masih tetep bisa up, kemungkinan normal lagi mulai senin ya 😄


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2