
Keesokan harinya, Falcon sengaja tidak berangkat kerja, karena ingin menemani sang istri berjalan-jalan. Dia merasa bersalah karena belum bisa memberikan bulan madu istimewa kepada sang istri, mengingat persidangan yang sebentar lagi akan segera digelar, dan hal itu membuat mereka tak bisa pergi ke mana pun yang mereka mau.
Alhasil, Falcon merancang sebuah ide berjalan-jalan selama satu hari ini untuk memanjakan istri kecilnya.
Saat ini, pria itu tengah mengendarai mobilnya sendiri, dengan Liana yang duduk di sampingnya.
“Honey, memangnya kita akan kemana?” tanya Liana.
Sejak pagi hari, Falcon tak mengatakan sedikit pun tentang tempat yang akan mereka tuju, hingga Liana benar-benar penasaran dibuatnya.
“Kau akan tahu nanti,” sahut Falcon.
“Aku bosan dengan jawabanmu itu,” keluh Liana kesal.
Namun, Falcon hanya tersenyum tipis dan mengacak rambut sang istri, hingga membuat Liana semakin kesal.
Mereka telah pergi dari apartemen, bahkan menyiapkan pakaian ke dalam koper pagi-pagi sekali, dan sudah berkendara sekitar satu tengah jam, namun belum juga tahu akan kemana.
Yang Liana tahu, mereka semakin lama semakin menuju ke bagian utara kota, di mana terdapat sebuah resort sky yang terbesar di seluruh negeri, yang masih merupakan milik The Palace.
__ADS_1
Liana yang baru beberapa bulan tinggal di Empire State, belum pernah pergi sejauh itu, dan membuatnya masih awam akan tempat-tempat menarik yang ada di sana.
Dia hanya bisa duduk bersandar sambil melihat kedua lengannya kesal, menunggu suaminya menghentikan laju kendaraan.
Beberapa saat kemudian, Falcon membelokkan mobil ke sebuah tempat. Rupanya benar, Falcon mengajak istrinya untuk pergi ke resort sky tersebut.
Kedatangan Falcon langsung di sambut oleh semua Staff dan juga Menejer di sana. Liana Sampai melongo melihat semua orang sudah berbaris rapi, saat melihat mobil Jeep itu berhenti di depan lobi.
“Waw... Suamiku benar-benar The Real Sultan,” gumam Liana.
Falcon terkekeh mendengar ucapan dari sang istri. Dia pun mendekat dan membantu Liana yang masih mengedarkan pandangan ke sekeliling, untuk melepas seatbelt nya.
“Apa kau lupa siapa aku?” ucap Falcon lirih.
Pria itu hanya tersenyum mendengar sahutan dari Liana. Dia lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri.
“Sweety, turunlah!” seru Falcon.
Liana pun menoleh dan segera menyambut uluran tangan suaminya. Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam resort, dan dilayani langsung oleh kepala Menejernya.
__ADS_1
Falcon memberikan kunci mobil kepada orang tersebut, dan meminta mereka membawa barang-barang di dalam ke kamar.
Sang kepala Menejer pun segera memerintahkan anak buahnya untuk mengambil semua barang bawaan sang bos, dan memarkirkan mobil Jeep tersebut ke tempat parkir VVIP.
“Ini kartu masuk kamar Anda, Tuan muda. Silakan menikmati fasilitas yang ada di resort kami. Jika butuh sesuatu, Anda bisa langsung telepon ke nomor saya,” ucap sang kepala Menejer.
“Baiklah. Terimakasih,” sahut Falcon.
Dia pun meraih kartu masuk kamarnya dan berjalan ke arah belakang. Sebuah pondok VIP dengan fasilitas super mewah dan lengkap, dan berada di belakang resort, tepat menghadap langsung ke hamparan salju dan hutan pinus yang begitu indah.
.
.
.
.
Bestie, maaf kemarin bolos update 🙏semoga kalian nggak kabur ya😁
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘