
“Yo, Paman Peter. Mau bekerja sama denganku?” sapa Christopher saat melihat sang paman membuka pintu.
“Sedang apa kau di sini?” tanya Peter lesu.
Dia segera berbalik dan kembali masuk ke dalam ruang pribadinya. Peter duduk di sofa, dan membuat Christopher mengikutinya masuk ke dalam.
Pemuda itu tak lekas duduk, melainkan dia berjalan dan berkeliling di dalam ruangan tersebut.
“Apa begini caramu memberontak selama ini, Paman? Berdiam diri di dalam sini seorang diri. Apa tidak bosan? Ini sama sekali tidak keren. Lihat usiamu! Ini terlalu kekanak-kanakan untuk pria dewasa sepertimu, Paman,” tanya Christopher penuh sindiran.
“Apa maumu datang kemari? Apa hanya mau mengejekku?” tanya Peter.
“Jika aku memang ingin mengejek paman, untuk apa susah-susah menaiki pilar dari lantai satu ke lantai dua. Tinggal berteriak dari depan pintu kamarmu saja sudah cukup," sahut Christopher.
Pemuda itu terus mengedar ke seluruh sudut kamar sang paman. Dia tak peduli jika saat ini Peter tengah menatap tajam dengan tatapan tak suka ke arahnya. Tiba-tiba, pemuda itu menghentikan gerakan matanya, dan beralih menatap lurus ke dalam manik coklat gelap sang paman.
"Aku ingin menawarkan kerja sama padamu, Paman. Dan lagi, aku belum menerima ucapan terimakasih dari mu atas informasi tentang putrimu yang lama hilang itu, bukan,” ucap Christopher.
Peter menunduk. Dia tahu betul akan apa yang diucapkan oleh sang keponakan.
“Apa kau sangat mengenalnya?” tanya Peter.
“Yah, bisa dibilang aku cukup mengenalnya. Dia adalah seorang gadis yang tangguh. Dulu, dia dikenal dengan sosok gadis buruk rupa. Apa Paman tau, dia selalu mendapatkan perlakuan kejam dari lingkungannya, termasuk walinya,” ucap Christopher.
__ADS_1
Peter seketika mengangkat wajahnya, dan menatap lurus ke arah Christopher. Matanya memicing dengan kerutan yang terlihat jelas di keningnya, seolah tengah meminta penerima jelaskan lebih atas apa yang dikatakannya tadi.
Christopher pun menceritakan kisah hidup Liana, dari mulai dia masih tinggal dengan bibi Caroline dan sepupunya Jessica, hingga kejadian tak terduga yang membuat Liana bertemu dengan Presdir Wang, dan tinggal di Dream Hill. Kemudian, serta secara tiba-tiba dia muncul di Wang Construction sebagai seorang arsitek handal.
“Jika melihat keterampilan Paman dalam bidang rancang bangun bangunan, sepertinya, dia mendapatkan kepintarannya itu dari mu,” pungkas Christopher.
Pemuda itu kemudian mendekat ke arah sang Paman, dan duduk di sampingnya. Dia menyandarkan punggung ke sofa dan menghela nafas dalam.
“Aku tau Paman pasti ingin bertemu dengannya, tapi terhalang oleh otoritas kakek, bukan? Aku punya satu ide, itu pun jika Paman mau menerimanya,” ucap Christopher kemudian.
“Apa itu?” tanya Peter cepat.
Pria itu terlihat berharap jika keponakannya itu akan membantunya bertemu dengan sang putri. Meski tak bertemu secara langsung, setidaknya dia ingin melihat dan memastikan sendiri bahwa putrinya dengan Lilian dalam kondisi baik-baik saja.
Peter seketika menegakkan duduknya saat mendengar nama yayasan tersebut.
“Maksudmu, yayasan Xing Ping milik Moses Jung?” tanya Peter memastikan.
“Yups! Tepat. Sahabat sekaligus orang yang telah menghianati mu dulu, Moses Jung,” sahut Christopher.
“Lanjutkan!” seru Peter.
“Putri Moses Jung sangat terobsesi denganku. Aku bisa memanfaatkannya untuk membawa kita keluar dari Empire State menuju Golden City. Sudah pasti, Kakek akan melarang mu pergi jika caranya terlalu jujur, Paman. Tapi tenang, aku ada satu cara agar kau bisa keluar bersama ku,” ucap Christopher.
__ADS_1
“Apa caranya?” tanya Peter.
“Lanjutkan saja aksi memberontak mu yang kekanakan ini, Paman. Dan pastikan kalau kau akan pingsan, hingga membuat mereka terpaksa membawamu ke rumah sakit. Sisanya, Paman bisa serahkan padaku,” ungkap Christopher.
Peter nampak berpikir tentang rencana yang dikatakan oleh keponakannya tersebut. Belum selesai Peter mencerna perkataan Christopher, pemuda itu kini telah berdiri di ambang pintu balkon.
“Jika Paman sudah mencapai apa yang menjadi tujuan Paman, selanjutnya Paman harus membantuku mendapatkan apa yang ku mau,” ucap Christopher.
“Bisa ku tau apa yang kau inginkan?” tanya Peter.
“Kebebasan. Aku ingin lepas dari kekangan Kakek yang membuatku sesak ini,”
.
.
.
.
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1