Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Marah


__ADS_3

Seusai mengatakan semua rencana kepada Christopher, Liana pun pulang dengan diantarkan oleh kekasihnya, Falcon. Di sepanjang perjalanan, hanya ada hening di antara mereka.


Liana beberapa kali melirik ke arah prianya, akan tetapi Falcon terus fokus pada jalanan dengan wajah yang benar-benar datar dan dingin.


Liana kali ini merasa kebingungan, karena prianya marah besar akibat ulahnya yang sudah membuat Falcon hampir gila.


Dari stasiun ke asrama hanya membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit dengan kecepatan sedang. Ditambah jalanan yang cukup lengang malam ini, membuat perjalanan kedua muda mudi itu tak mendapat banyak halangan.


Kini, mobil telah memasuki pelataran asrama, dan berhenti tepat di depan terasnya. Tak seperti biasa, Falcon kali ini tak turun dan membukakan pintu untuk Liana, bahkan mesin mobil pun masih ia biarkan menyala, seolah hanya menunggu si gadis turun dan dia akan segera pergi.


“Aku tidak mau turun!” ucap Liana.


“Sudah malam. Kau pasti lelah berjalan sepanjang jalanan di depan proyek kan,” sahut Falcon dingin.


“Kau masih marah. Bagaimana aku bisa istirahat?” sanggah Liana.


“Bukankan perasaanku ini tidak penting sama sekali buatmu?” tanya Falcon sinis.


Liana menoleh dan merasa semakin kesal dengan sikap Falcon yang seperti ini. Dia melipat kedua lengannya di depan dada, dan bersandar semakin rapat dengan kursi mobil.

__ADS_1


“Aku mau ikut kau pulang!” ucap Liana.


Falcon melirik sekilas, dan jelas terlihat begitu jengah dengan sikap keras kepala Liana. Dia menghela nafas sekaligus dan kembali menarik tuas kopling.


Pria tersebut melajukan mobilnya meninggalkan asrama, dan membawa Liana pergi entah kemana. Mobil Jeep Rubicon itu melaju cukup kencang kali ini, membelah jalanan kota Empire State.


Mereka berdua semakin meninggalkan pusat kota menuju ke arah timur, di mana terdapat sebuah pantai yang cukup sepi, dan berada tepat di sisi jalan raya.


Siang hari di musim panas, tempat ini akan sangat ramai oleh orang-orang yang ingin menikmati mandi sinar matahari dan membuat kulit mereka nampak eksotis.


Namun, di ujung musim gugur seperti ini, pantai cenderung sepi dan hanya separuh pengunjung yang datang untuk sekedar menikmati pemandangan laut.


Falcon melajukan kendaraannya dan menerobos tepi jalan, kemudian masuk ke area pantai berpasir lalu berhenti di tengah hamparan pasir putih itu.


Mesin mobil dimatikan, dan pria itu keluar dari mobil, berjalan ke arah depan. Dia berdiri sambil bersandar pada cup mobil depannya seraya memandang laut lepas.


Liana menghela nafas berat, saat menyadari jika kali ini akan sulit untuk meminta kekasihnya itu agar tak marah lagi.


“Niatku baik agar dia tak terlalu khawatir, tapi ternyata malah membuat dia jadi seperti ini. Haaahh... Merepotkan sekali,” gumam Liana.

__ADS_1


Gadis itu pun kemudian melepas seatbelt nya dan keluar mengikuti sang kekasih. Dia pun turut berdiri di depan mobil sambil bersandar di sana.


Liana tak tahu harus memulai dari mana, dan hanya bisa menendang-nendang pasir dengan kakinya.


“Apa artinya aku ini untuk mu?"


.


.


.


.


Maaf bestie 🙏🥰othor ambil libur dua hari kemarin🤭sekalian istirahat habis jaga malem nungguin anak🙏


alhamdulillah, sekarang si kakak udah sehat, udah bisa main lagi sama adeknya, udah ceria lagi, udah bisa berantem lagi sama si adek🤭


othor ucapkan terimakasih banyak untuk doa bestie semua. Pokoknya kalian itu ter ter … ter … ter … lah😘

__ADS_1


love you all😘😘😘😘😘😘


__ADS_2