
grey town, klub malam milik gang jupiter yang diketuai oleh Falcon. Di kantor Long yang merupakan bos di tempat tersebut, terlihat seorang gadis yang tengah terbaring di atas kasur di ruang istirahat.
Selang infus pun terpasang di lengan gadis yang masih terpejam itu. Wajahnya terlihat begitu pucat seperti tak ada darah yang mengalirinya.
Seorang dokter baru saja selesai memberikan pertolongan pada gadis itu, dan kini tengah berbincang dengan seorang pria yang terlihat begitu khawatir, namun menutupi dengan wajah datarnya.
“Dia mengalami dehidrasi parah dan kekurangan nutrisi. Apa kau membiarkan kekasih mu itu kelaparan? Jangan kejam-kejam padanya atau kau akan menyesal saat dia meninggalkan mu,” ucap dokter yang terlihat berusia lebih muda beberapa tahun dari pria tadi.
“Berisik! Kalau sudah selesai, cepat pergi sana!” usir pria yang tak lain adalah Falcon itu.
Sang dokter pun mendekat dan menepuk pundak Falcon, yang merupakan temannya sekaligus pasien langganan.
“Baiklah. Aku akan pergi. Jaga kakak ipar baik-baik,” ucap si dokter itu sambil mengerlingkan sebelah mata.
Falcon tak menyahuti perkataan teman dokternya itu.
Seperginya sang dokter, Falcon berjalan menghampiri Liana yang masih belum sadarkan diri.
Pria itu kemudian duduk di tepi ranjang tempat Liana berada. Tangannya terulur dan menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu.
Terdengar helaan nafas dari mulut Falcon, saat memandangi wajah Liana.
“Gadis bodoh! Harusnya kau biarkan saja anak buahku membawa pergi kedua wanita itu. Kenapa kamu malah menuruti permintaan Pak tua Joseph?” gumam Falcon.
Perlakuan Falcon yang begitu perhatian pada Liana, membuat Long dan juga Nine yang adalah tangan kanan dan kirinya keheranan, karena selama ini mereka tak pernah sekalipun melihat Falcon begitu perhatian dengan seorang gadis.
Meskipun dia bertampang bad boy, tapi pria itu tak pernah sekalipun berhubungan dengan gadis mana pun, termasuk wanita penghibur di klub malam miliknya.
Gadis ini seolah memiliki daya tarik tersendiri, hingga membuat seorang Falcon bisa begitu peduli dengannya.
Untung saja aku ada di sana. Kalau tidak, kau pasti sudah jadi tontonan orang karena pingsan di tengah jalan, batin Falcon.
Beberapa waktu yang lalu,
Setelah mendengar laporan dari anak buah yang ia kirim ke kediaman Kakek Joseph, Falcon seketika meluncur ke rumah sakit tempat orang tua itu dibawa.
Dia sengaja menunggu di tempat parkir depan, dan menunggu hingga Liana keluar. Dia yakin benar jika gadis itu akan memilih pergi dari sana, untuk sementara menghindar lebih dulu dari orang-orang yang sudah membuatnya kecewa.
__ADS_1
Tebakannya benar dan Liana pun muncul dengan wajah yang begitu suram. Falcon merasa iba dengan nasib gadis yang sudah susah payah berhasil menemukan siapa dirinya, namun kalah cepat dari orang yang berbuat curang dan merebut posisinya.
Saat melihat Liana berjalan sempoyongan Falcon segera keluar dari mobil, dan mendekati gadis itu. Tepat saat dia sudah berjarak cukup dekat, Liana tumbang dan jatuh pingsan.
Sebelum benar-benar tak sadar, gadis itu meminta Falcon untuk membawanya pergi dari tempat tersebut.
Saat itulah, Falcon menggendong Liana menuju mobilnya, yang di sana sudah ada Nine yang duduk di kursi kemudi.
“Kita ke tempat Long sekarang,” seru Falcon saat dia sudah masuk ke dalam mobil.
Pria itu membaringkan Liana, dengan menggunakan pahanya sebagai bantalan untuk gadis itu.
Tanpa menyahut, Nine melaksanakan perintah dari ketuanya. Meski begitu, pria yang selalu diam dan memiliki raut wajah tegas itu, memiliki kecurigaan akan sikap Falcon yang begitu peduli dengan Liana.
Nine menduga, jika sang ketua memiliki ketertarikan pada gadis tersebut.
Saat di perjalanan, Falcon nampak menelepon seseorang.
“Di mana kau?” tanya Falcon.
“Aku sedang di ruang operasi. Ada apa memangnya?” sahut orang di seberang yang berprofesi sebagai dokter.
“Apa kau terluka lagi? Mau sampai kapan kamu main perang-perangan?” ejek dokter itu.
“Lakukan saja yang ku katakan tadi, jangan cerewet seperti kakak mu itu,” ucap Falcon.
“Oke. Setengah jam lagi aku selesai. Aku akan segera ke tempat Kak Long,” sahut sang dokter.
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, mereka pun tiba di klub malam, dan Falcon segera membawa Liana menuju ke ruang kantor Long, di mana saat itu siempunya tengah berada di sana.
Falcon masuk begitu saja dan mengagetkan tangan kirinya yang tengah bercumbu mesra dengan seorang wanita penghibur di sana.
“Hei! Hei! Bisa tidak ketuk pintu dulu kalau mau masuk?” gerutu Long yang terpergok tengah bermesraan.
“Apa kamarmu bersih?” tanya Falcon.
“Tentu,” sahut Long.
__ADS_1
Dia segera meninggalkan wanita itu dan menyuruhnya pergi dari ruangan.
Pria klimis itu pun mengikuti Falcon, karena penasaran dengan yang dilakukan ketua geng mereka dengan seorang gadis yang sedang pingsan.
“Nine, siapa gadis itu?” tanya Long saat menghampiri Nine, yang berdiri di ambang pintu ruang istirahatnya.
“Dia adalah Nona Lilian Wu alias Liana Yu, cucu kandung Joseph Wang,” jawab Nine datar.
“Apa? Jadi, dia kakak ipar ku? Wah, benar-benar gadis yang luar biasa. Dia bahkan bisa membuat bos sampai sebegitu paniknya,” ucap Long.
“Apa kalian akan terus di sini? Cepat keluar! Dan kau, Long. Jika adikmu sudah tiba, segera suruh dia ke mari!” seru Falcon.
Namun, belum juga Long menjawab, sebuah suara terdengar dari arah pintu masuk kantor.
“Aku sudah datang. Silakan semuanya keluar, biarkan aku memeriksa pasiennya,” ucap dokter yang adalah adik dari Long.
“Hei, Q (kyu), cepat periksa dia!” seru Falcon.
Dokter bernama kode 'Q' itu pun masuk ke dalam ruang istirahat, dan sama terkejutnya dengan Long sebelumnya.
“Apa ini kakak ipar? Hei, Falcon. Apa ini kakak iparku?” tanya Q yang segera duduk di sisi tempat tidur.
“Cepat periksa dia. Kakak adik sama saja cerewetnya,” gerutu Falcon.
Q pun memeriksa kondisi Liana, dan memutuskan untuk memasukkan cairan infus ke dalam tubuh gadis tersebut, sebagai pengganti cairan tubuhnya yang hilang.
Sedangkan di luar, para anggota geng gempar. Tak perlu menunggu sehari, kabar mengenai ketua mereka yang membawa pulang seorang gadis, seketika tersebar ke seluruh telinga anggota geng jupiter, dan mereka pun menirukan Long yang memanggil Liana sebagai kakak ipar.
.
.
.
.
Eh, malem banget yak🤭maaf yah. pokoknya mah sehari up 3x aja gitu yak😅
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘