Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Cukup percaya padaku


__ADS_3

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Falcon.


“Bukankah kau lebih tahu apa yang sedang aku pikirkan saat ini?” sahut Liana.


Pria itu menarik tangan gadisnya dan mengecup punggung tangan itu singkat. Dia kembali menggengam tangan Liana dan membiarkan gadis itu bermain dengan jemarinya.


“Aku akan pikirkan cara yang bisa membantumu melawan wanita itu,” ucap Falcon.


“Benarkah? Tapi sayangnya, bukan hanya wanita itu saja yang harus ku hadapi,” sahut Liana.


Falcon menoleh dan melihat ke arah gadisnya, meski dia tak bisa melihat dengan jelas wajah Liana, karena gadis itu terus menunduk.


“Aku punya rencana ku sendiri. Meski ini juga balas dendam mu, tapi sepertinya aku lebih memilih untuk menggunakan caraku sendiri. Bisakah kau cukup mendukung dan membantuku dengan kemampuanmu?” tanya Liana.


“Boleh aku tahu, siapa lagi musuhmu selain wanita itu?” tanya Falcon.


Liana melepas genggaman tangannya dan melingkarkan kedua lengan di pinggang Falcon. Gadis itu pun memeluk kekasihnya dengan erat, membuat pria itu semakin mengerutkan keningnya.


“Kau akan tahu nanti. Saat ini, aku hanya ingin menenangkan diri sambil berpikir langkah selanjutnya,” ucap Liana.


Falcon nampak tak puas dengan jawaban dari Liana. Namun, dia memilih untuk menghargai keputusannya, dan berjanji akan selalu mendukung dan membantu apapun yang akan dilakukan oleh gadis itu.


Dia mengecup puncak kepala Liana dalam-dalam, dan menghirup aroma khas yang keluar dari tubuh gadis itu.

__ADS_1


“Baiklah kalau itu maumu. Aku akan selalu ada untuk mendukung setiap keputusanmu. Sekarang, lebih baik kau beristirahatlah,” seru Falcon.


Liana mengurai pelukannya, dan membaringkan diri di samping Falcon, begitu pun pria itu. Dia mengulurkan lengannya dan membiarkan Liana menggunakannya sebagai bantal, agar Falcon bisa dengan leluasa memeluk gadisnya saat tidur.


“Ehm... Nyaman sekali. Sampai kapan aku bisa mendapatkan kenyamanan seperti ini darimu?” tanya Liana.


Matanya terpejam, namun bibirnya terus saja berbicara.


“Mungkin hanya malam ini. Aku sudah pergi selama seharian, dan belum memberi kabar kepada kekekku. Kau tahu, Nine pasti sedang dibuat pusing oleh pak tua itu,” sahut Falcon.


“Nine? Kenapa dengan dia?” tanya Liana.


“Ah, benar. Kau belum tahu kalau sekarang dia sudah menjadi asisten sekaligus pengawal pribadi ku. Bukankah itu idemu, agara aku membawa setidaknya satu orang yang ku percaya dan dekat denganku ke Empire State?” jawab Falcon.


Mendengar perkataan Liana, Falcon semakin mengeratkan pelukannya pada gadis itu.


“Aku tak yakin,” sahut Falcon.


“Kalau begitu, jangan pernah libatkan dirimu dalam urusanku kali ini,” ucap Liana.


Falcon mengurai pelukannya dan menjauhkan diri dari gadis itu. Dia mencoba melihat wajah Liana, dan ternyata gadis itu sedang melihatnya dengan tatapan yang serius.


“Apa maksudmu? Apa yang sedang kau rencanakan sebenarnya? Jangan membuatku takut, Liana,” seru Falcon.

__ADS_1


Liana mengulas sebuah senyum tipis di bibirnya. Tangannya terangkat dan membelai pipi pria itu.


“Kau tahukan kalau aku ini tidak b*doh, dan aku pun bukan seorang gadis yang lemah. Kau cukup berada di sampingku, mendukungku dan jangan pernah goyah. Percayalah pada setiap keputusanku. Apa kau bisa? Kalau tidak, lupakan. Aku tidak akan pernah melibatkan mu,” ucap Liana.


Gadis itu menarik kembali tangannya dari wajah Falcon, akan tetapi segera di cegah oleh pria itu.


“Setidaknya, katakan dulu apa rencanamu,” pinta Falcon.


“Tunggulah satu bulan lagi. Aku akan mengirimkan sebuah undangan untukmu dan kau harus datang sebagai Alexander Harvey dan bukan Falcon sang ketua geng Jupiter,” seru Liana.


.


.


.


.


Apa kira-kira rencana si eneng ini yah🤔babang falcon aja nggak dikasih tau lho🤷‍♀️


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2