Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kenyataan yang harus dihadapi


__ADS_3

“Oh iya, apa kau masih tinggal di Sky Castle bersama keluargamu?” tanya Liana.


Falcon terdiam. Gerakannya tiba-tiba terhenti saat Liana bertanya demikian. Sejenak, pria itu terlihat menghela nafas berat, dan kemudian kembali menggerakkan alat makannya.


“Seperti yang kau tahu, perintah pak tua itu adalah mutlak. Meskipun kami semua tidak akur satu sama lain, namun kami terpaksa tinggal di bawah atap yang sama, dan berpura-pura menjadi keluarga yang bahagia. Tidak ada yang berani membantahnya,” Jawab Falcon.


Pria itu terlihat meletakkan alat makannya dan meminum kopi panas. Liana melihat hal tersebut dan merasa ada perasaan sedikit sakit di hatinya.


Namun, dia urung untuk kembali bertanya, dan memilih melanjutkan makan. Dia tak mau jika karena pertanyaan-pertanyaan konyolnya itu, membuat prianya melewatkan makan siang.


“Makanlah. Pasta ini sangat lezat. Sangat sayang jika terlalu lama didiamkan,” seru Liana.


Falcon pun menurut dan kembali mengambil sendok serta garpunya. Setelah selesai dengan pasta, Falcon mencicipi sedikit salad buah yang dipesan dan sesendok red velvet.


“Habiskan semua! Aku sudah kenyang,” seru Falcon.


“Yang benar saja? Ini terlalu banyak. Sudah ku duga kau pasti akan begini. Apa kau kira aku ini babi yang selalu makan banyak? Menyebalkan. Ehmm... ini enak,” keluh Liana, akan tetapi dia terlihat menikmati.


Gadis itu cemberut karena harus menghabiskan semua makanan, sedangkan dia tak henti-hentinya menyuapkan salad ke mulutnya.


Falcon hanya bisa menahan senyumnya melihat tingkah Liana.


“Hei, Nona. Mulut dan otakmu itu sungguh bertentangan ya? Makanlah dengan tenang. Bukan hanya babi yang harus makan banyak agar gemuk. Kau juga. Lihat tubuhmu itu. Kau terlalu kecil. Aku tidak mau disebut pria yang tak bertanggung jawab karena membiarkan gadisnya kurus kering,” jelas Falcon.


“Bilang saja aku kurang seksi,” gumam Liana.

__ADS_1


“Siapa bilang? Kau itu sangat seksi dengan rambut panjang mu, terlebih jika itu masih terlihat basah saat kau baru selesai mandi,” goda Falcon.


Pria itu bahkan mengerlingkan sebelah matanya kepada Liana, yang sontak membuat gadis itu tersedak.


“Pelan-pelan! Aku tidak akan mengambil makananmu. Tenang saja,” seru Falcon sambil menepuk-nepuk punggung Liana.


Gadis itu segera menepis tangan prianya setelah merasa cukup baik.


“Kau ini menyebalkan sekali!” gerutu Liana.


Dia meminum habis minumannya dan meminta Falcon untuk memesankan satu lagi untuknya.


“Ah, benar. Aku ingin bertanya sesuatu mengenai kita,” ucap Liana kemudian.


“Apa itu? Apa kau ingin aku menemui kakekmu dan melamarmu?” terka Falcon.


“Sekarang mungkin belum, tapi nanti pasti akan ku lakukan,” jawab Falcon yakin.


“Bagaimana dengan kakekmu? Apa dia tahu hubungan kita? Ah... Pertanyaan konyol. Pasti dia sudah tahu. Jadi, apa dia menentang hubungan kita?” tanya Liana.


Falcon diam. Dia tak segera menjawab. Liana merasakan keraguan dari diri pria tersebut. Gadis  pintar itu pun memilih kembali menikmati dessert nya, dan memberi waktu falcon menjawab.


Dia tahu jika hal ini pasti sulit untuk dikatakan olehnya.


“Aku tidak peduli dengan pendapat orang tua itu. Aku akan menjalani hidupku sendiri,” ucap Falcon.

__ADS_1


Liana tersenyum getir mendengar jawaban Falcon yang terdengar bimbang. Rasanya semakin sakit mendengar hal itu.


“Lupakan! Kalian keluarga Harvey sangat takut dengan otoritas dari Tuan Bob Harvey. Kau sendiri yang bilang, bahwa tak ada yang berani membantah perintahnya. Aku rasa, kita juga tidak akan berhasil,” sahut Liana.


Keduanya diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Rasanya kemarin begitu manis. Tapi kenapa tiba-tiba menjadi terasa pahit dalam sekejap? batin Liana.


Gadis itu tiba-tiba meletakkan sendoknya dan meminum minumannya kembali. Dia mengelap bibirnya dengan serbet dan menyudahi makannya.


“Sepertinya aku harus kembali bekerja. Terimakasih untuk makan siangnya,” ucap Liana.


Falcon terkejut dengan sikap Liana. Namun, gadis itu tak peduli. Dia segera bangkit dan berbalik menuju ke arah jalan raya.


.


.


.


.


Yang ngambek😱gimana dong bestie


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2