Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Perusak suasana romantis


__ADS_3

Matahari semakin condong ke barat. Mobil Jeep Rubicon terbaru itu melaju seolah tengah mengejar sang raja siang yang sebentar lagi akan terbenam.


Liana yang kelelahan, nampak tertidur di dalam mobil di tengah perjalanan. Sekitar pukul empat lebih empat puluh lima sore, mobil tersebut berhenti di sebuah tempat.


Falcon keluar meninggalkan Liana, dan berjalan menuju ke arah sebuah swalayan.


Saat pria itu pergi, Liana tiba-tiba terbangun dan mendapati bahwa mobil telah berhenti. Dia melihat sekeliling dan terkejut karena tak menemukan prianya di sana.


“Di mana ini? Kemana dia pergi?” gumam Liana.


Gadis itu pun menegakkan duduknya dan mengusap kasar wajahnya. Dia melihat pantulan dirinya di kaca spion, mencoba membersihkan kotoran mata yang mungkin terbentuk tanpa sadar saat dirinya tidur tadi.


Saat Liana hendak turun, matanya menangkap kehadiran Falcon yang tengah berjalan ke arahnya.


Dia pun urung untuk membuka pintu dan memilih menunggunya di dalam mobil.


Pintu terbuka dan falcon pun masuk kembali ke dalam mobil, sambil membawa sebuah kantung plastik berisikan sesuatu.


“Sudah bangun?” tanya Falcon.


“Seperti yang kau lihat. Dari mana saja kau?” tanya Liana balik.


Falcon mengambil sesuatu dari dalam kantong plastik yang dibawanya dari luar. Terlihat dua buah air minum dalam kemasan dan salah satunya diberikan kepada Liana.


“Minumlah agar kau segar kembali. Setelah itu kita akan pergi ke suatu tempat,” seru Falcon.


“Kemana?” tanya Liana.


Gadis itu meraih air minum tersebut dan meneguknya hingga tinggal setengah. Dia pun menyeka sisa basah yang ada di sekitar bibirnya.


“Lihat saja nanti,” sahut Falcon.

__ADS_1


Pria itu meneguk miliknya dan kemudian melajukan kembali mobil jeep tersebut, membelah jalanan di sisi barat kota Empire State.


Sekitar sepuluh menit kemudian, mobil memasuki sebuah area parkir yang sangat besar. Liana melihat banyak orang disana berlalu lalang. Kebanyakan dari mereka adalah pasangan kekasih atau keluarga kecil bersama anak-anak mereka.


Ada juga sekelompok remaja yang tengah berjalan-jalan tempat tersebut.


“Tempat apa ini?” tanya Liana.


Falcon membuka seatbelt nya dan hendak turun dari mobil. Sementara Liana, gadis itu masih saja mencoba melihat keluar dari balik kaca depan.


“Apa kau tak bisa melihatnya?” ejek Falcon.


Pria itu keluar dan berjalan memutar menuju ke sisi di mana Liana berada. Falcon membukakan pintu untuk gadisnya, namun Liana masih saja melihat-lihat jalanan di depannya.


“Keluarlah dan lihat langsung tempat apa ini!” seru Falcon.


Gadis itu pun menoleh. Dia melihat Falcon mengulurkan tangan ke arahnya. Tanpa ragu, Liana pun meraihnya dan turun dari mobil tersebut.


“Wah... Jadi kau benar-benar membawaku kemari,” gumam Liana sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.


“Apa kau terharu? Pasti begitu,” sahut Falcon penuh percaya diri.


Liana menoleh dan mengangkat sebelah alisnya dengan tatapan mengejek.


“Hah... Kukira kau akan bertindak romantis seperti di drama-drama yang sering ku lihat, tapi ternyata... sudah lah," keluh Liana.


“A... Apa maksudmu? Apa kau tidak suka ku ajak kemari? Bukankah tadi kau bilang ingin diajak ke tempat ini?” tanya Falcon.


Pria itu tak menyangka jika Liana akan dengan mudah mematahkan rasa percaya dirinya.


“Bukan tidak suka. Aku suka diajak ke tempat hiburan seperti ini. Lagipula ini pertama kalinya aku datang ke taman hiburan, setelah terkahir kali Ibu Vivian membawaku ke sebuah Fun Fair,” jawab Liana.

__ADS_1


“Lalu, kenapa kau terlihat kecewa?” tanya Falcon yang masih belum paham.


“Tadinya kukira kau akan menutup tempat ini, dan membukanya khusus hanya untuk kita berdua. Tapi kalau diingat-ingat lagi, meski dari keluarga kaya raya, tapi kau hanyalah pangeran terbuang. Kerja pun bahkan tidak dibayar,” keluh Liana.


Falcon tersenyum kecut sembari menggaruk keningnya kala mendengar perkataan Liana yang sangat jujur, bahkan terlalu jujur.


Dia sampai gemas dengan gadisnya itu yang selalu saja merusak usahanya untuk bersikap romantis.


Dasar gadis menyebalkan! Kenapa aku bisa jatuh hati padanya?


.


.


.


.


bestie, maaf othor mau nanya nih bagi yang kemarin merasa menang event lebaran dua minggu itu, baru empat orang yang udah konfirm nomer HP, dan sudah dikirim pulsa, sedangkan yang 2 lagi nggak ada konfirmasi di komentar.



ini minggu ke-1 tinggal kak Dewi Untari yang belum



minggu ke-2 tinggal kak Rie Virwin


yg lain pulsanya udah ku kirim yah😊 semoga bermanfaat🙏 untuk dua nama tadi, yuk masih ditunggu sebelum othornya lupita alias lupa😅


Yang lain, terus dukung cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2