
“Brengs*k! Bertahun-tahun kau sudah membohongi ku tentang Peter. Apa mau mu, Jung?” ucap Amber kesal.
Pria itu mulai memotong ujung cerutunya, dan mengapit benda tersebut di antara telunjuk dan jari tengah. Sebuah pemantik pun dinyalakan untuk menyulut ujung cerutu tersebut.
Satu sesapan, dihembuskan dan membuat asap mengepul di sekitarnya. Amber pun seketika mengipas-ngipasi udara yang mulai pekat oleh kepulan asap dari Moses.
“Sejak dulu, keinginan ku hanya satu, dan kau sangat tahu akan hal itu,” ucap Moses.
“Impian bod*hmu itu harusnya kau buat dengan orang lain. Buka aku! Kau sengaja mencari waktu terlemah ku, dan memanfaatkan keadaan. Bahkan kau membuatku terpaksa melahirkan dia. Kau licik, Jung!” ungkap Amber.
“Namanya Lusy. Apa kau sudah lupa dengan itu? Jangan panggil anak kita dengan panggilan 'dia'. Apa kau tau bagaimana dia selalu menanyakan mu? Apa kau sama sekali tidak merindukan anak kita? Apa kau tidak punya rasa kasih sedikit pun layaknya seorang ibu pada anakmu?” cecar Moses.
Pria itu berusaha kuat menahan emosinya saat berhadapan dengan Amber. Wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta dan mencampakannya begitu saja. Meski dia rela melakukan apapun demi wanita itu, namun tak sedikitpun Amber luluh dan menerima perasaannya.
“Aku tidak peduli padanya. Dia anakmu. Bukan anakku. Aku tak pernah mengakuinya sama sekali. Dia hanya kesalahan yang ku buat dengan mu. Yang ku pedulikan sekarang adalah kebohongan mu! Semua kekacauan yang sudah kau buat."
"Dulu, saat kau membawa anak si*lan itu dari pulau, kau berkata bahwa dia hanya akan berakhir dalam dunia hitam yang kelam dan akan sulit untuk kembali. Tapi nyatanya, dia kembali. Bahkan semua catatan kriminalnya kosong. Dia bersih."
__ADS_1
"Dan sekarang, aku mendengar bahwa Peter telah mempunyai seorang putri dengan j*lang bermarga Wang itu. Kebohongan apa lagi yang sudah kau sembunyikan dari ku, Jung?” tanya Amber dengan penuh emosi.
Wanita itu membuang muka ke samping dengan tangan yang mengepal kuat. Dadanya bergemuruh di penuhi emosi yang meluap.
“Dulu kau bilang bahwa j*lang itu penyakitan dan semakin lemah karena obat yang kau berikan padanya. Kau bilang, mereka hanya mencintai dalam diam, dan kau pun jelas-jelas mengatakan bahwa j*lang itu tidak pernah tidur dengan Peter. Lalu, kenapa tiba-tiba dia memiliki putri yang sudah sebesar itu? JAWAB AKU, JUNG!” bentak Amber.
Moses nampak terlihat biasa saja, sambil terus menikmati asap beracun yang disesapnya dari lintingan tembakau itu. Dia seolah tak peduli dengan amukan wanita di depannya.
Amber yang melihat reaksi Moses pun semakin geram, dan bangkit dari duduknya. Dengan jari telunjuk, dia menunjuk tepat ke depan wajah pria bertato tersebut.
“Aku ingin kau selesaikan semua masalah yang kau buat selama ini. Urusan Alex, pak tua itu sudah terlanjur turun tangan untuk melindunginya. Kekuatan mu pun tidak akan mampu melawannya. Tapi untuk Peter, bahkan ayahnya pun berpikiran sama dengan ku. Jadi, aku ingin kau segera memisahkan pria itu dari semua orang yang dicintainya. Apa kau paham?” seru Amber.
Di depan pintu, Henry nampak berdiri diam di posisinya semula. Amber melirik sekilas pria muda itu, lalu kemudian berjalan pergi dari sana.
Melihat kepergian Amber, entah kenapa Henry tiba-tiba menoleh ke arah pintu dengan tatapan kesal. Bahkan tangannya mengepal sangat kuat.
Di telinganya, terdapat sebuah alat mirip ear phone yang digunakan untuk mendengarkan sesuatu.
__ADS_1
Jadi, sejak awal kau memang sudah berniat untuk membuat Alex menjadi ketua geng? Kau melakukan semua ini demi wanita itu? Demi ingin diakui olehnya dan membuatku melepaskan mimpi menjadi penguasa di Grey Town? Ini konyol! Ini konyol! batin Henry.
Rupanya, dia memasang sebuah alat penyadap di dalam ruangan tersebut, dan dengan mudah dia mendengarkan semua percakapan yang Moses dan Amber lakukan di dalam sana.
.
.
.
.
Maaf bestie 🙏hari ini up nya telat sekali😅mau gimana lagi dong, real life juga harus diurus🙏😁maaf yah.
masih ada dua bab lagi nih, ditunggu yah
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘