Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Potret Bahagia


__ADS_3

Kakek Joseph pun mengurai pelukannya. Dia menepuk lengan Liana beberapa kali, hingga akhirnya menyerahkan tangan cucu satu-satunya kepada Falcon.


Pria itu kemudian mengajak Liana masuk ke dalam. Semua dokumen telah disiapkan sebelumnya oleh Nine. Mereka berdua hanya tinggal mengisi formulir dan melakukan upacara pernikahan di sana.


Beberapa saat kemudian, keduanya keluar dari gedung tersebut. Di sana, telah menunggu sang kakek dan juga asistennya, serta anak buah Falcon yang berjajar di depan halaman kantor catatan sipil itu.


Nampak Ella yang sudah bisa berjalan meski masih harus menggunakan tongkat, mendekat dengan membawa sebuket bunga cantik di tangannya. Dia maju dan menyerahkan bunga tersebut kepada pengantin wanita itu.


“Selamat, Nona. Akhirnya kau menemukan kebahagiaan bersama pria yang kau cintai,” ucap Ella.


Liana memeluk pelayan yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.


“Terimakasih, Kak,” sahut Liana.


Nampak Long, Mike, Q dan juga semua anggota geng mengalami dan mengucapkan selamat kepada ketua mereka, karena telah memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan gadis luar biasa seperti Liana.


Kedua gadis itu tampak saling mengurai pelukan. Long yang sudah siap dengan kameranya, meminta agar pengantin baru itu berfoto bersama.


“Ayo semuanya berkumpul. Kita harus mengabadikan momen bersejarah ini,” ucap Long.


Semua orang pun berkumpul. Kakek Joseph dan Jimmy berada di samping Liana. Sedangkan gadis itu teras menggelayut manja di lengan pria yang sekarang telah menjadi suaminya.


Q dan juga Mike berdiri di samping Falcon, kemudian Ella beserta semua anak buah Jupiter yang hadir, berada di undagan bawah.


Saat kamera sedang disetel oleh si germo nyentrik, mata Liana menangkap sesuatu yang mencurigakan di dalam salah satu mobil yang terparkir di area parkiran.


Gadis itu seketika melepaskan rangkulannya di lengan Falcon.


“Sweety,” panggil Falcon

__ADS_1


“Tolong kau pegang ini dulu. Aku akan pergi ke sana sebentar,” ucap Liana.


Gadis itu menyerahkan buket pengantinnya kepada sang suami, sedangkan pandangannya terus tertuju pada satu titik. Mobil yang ia lihat tiba-tiba saja menutup kaca belakangnya. Liana semakin yakin jika ada seseorang yang bersembunyi dan memperhatikannya dari tadi.


Semua orang saling pandang. Ella dan Q pun saling melihat dengan ekspresi khawatir. Mereka takut Liana akan marah, jika dia melihat sesuatu yang ada di dalam mobil itu.


“Bagaimana ini, Kak?” tanya Q pada Falcon.


“Lihat saja dulu. Aku yakin istriku itu tahu apa yang harus dilakukannya,” sahut Falcon.


“Benar. Cucuku itu meski di luar terlihat tajam seperti landak, tapi sesungguhnya hatinya sangatlah lembut,” timpal Kakek Joseph.


Semuanya melihat ke arah Liana. Gadis itu terus berjalan mendekat ke arah mobil mencurigakan di sana.


Dia pun membungkuk dan melihat ke arah dalam. Nampak seseorang sedang duduk dengan memalingkan wajahnya ke lain arah.


Akhrinya kaca pun turun, dan terlihatlah isi yang ada di dalam mobil. Liana menegakkan kembali badannya dan melipat kedua lengan di depan dada.


“Sudah ku duga. Keluarlah! Apa kau masih mau terus mengintip di sini sambil menangis?” seru Liana.


Orang itu tak lain adalah sang ayah, yang diam-diam ikut rombongan bersama mobil Q dan Ella, untuk melihat bagaimana sang putri menikah.


Meski hanya di kantor catatan sipil, namun sebagai ayah, Peter juga ingin melihat momen bahagia di hidup putrinya.


Pria itu pun keluar dari mobil. Wajahnya tertunduk. Namun, siapa sangka, Liana merangkul lengannya dan mengajak sang ayah untuk ikut berdiri bersama bersama yang lain.


Peter tampak menyeka sudut matanya atas sikap Liana yang memperbolehkan dirinya ikut merasakan kebahagiaan hari ini.


Semua menyingkir untuk memberi jalan kepada Peter dan Liana yang baru saja kembali. Falcon membungkuk memberi hormat kepada mertuanya, dan mempersilakan pria itu untuk berdiri di samping sang putri.

__ADS_1


“Berdirilah di sebelah sana. Ini tempat menantumu, Ayah,” seru Liana ketus.


Semua orang nampak geleng-geleng kepala melihat sikap kurang ajar gadis itu pada ayahnya. Namun, Peter tetap tersenyum, karena dia sangat menegal sifat keras kepala dan arogan itu.


Dia pun menuntun Falcon agar berdiri di samping putrinya. Long yang masih berdiri di depan pun mulai menghitung mundur. Kamera telah siap di atas tripod.


“Semua sudah siap?” tanya Long.


“Ayolah, cepat!” seru Falcon.


Germo nyentrik itu pun menekan tombol timer, dan secepatnya berlari di samping sang adik.


Foto secara otomatis menangkap potret bahagia di wajah semua orang. Secara resmi, meski tanpa pesta yang meriah, Liana dan Falcon kini resmi menjadi sepasang suami istri, dan berjanji akan selalu bersama apapun kondisi yang akan menimpa mereka di kemudian hari.


.


.


.


.


Habis ini Liana sama falcon bakal balik ke empire state buat ketemu sama Tuan Harvey. Kira-kira, gimana sikap pak tua itu setelah Liana memenjarakan menantu bangsawannya?


Tunggu lanjutannya besok ya, oh iya, enaknya undangan pesta mereka bagusnya warna apa ya? kasih komen dong😁


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2