Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Keluar dari rumah sakit


__ADS_3

“Tapi, kau benar-benar akan tinggal di Dream Hill bukan?” tanya Kakek Joseph memastikan.


“Iya, Kek. Alex yang memintaku untuk sementara tinggal di sana. Kau tahu, kek? Kekasihku ini sangat protektif. Dia sama sekali tak mengijinkan ku untuk bekerja sedikitpun, padahal aku sudah sangat sehat,” keluh Liana sambil melirik ke arah falcon.


Falcon yang sedang membereskan barang-barang Liana pun mencubit gemas hidung gadisnya, setelah mendengar rengekan dari gadis itu.


“Bagus kalau begitu. Aku setuju dengan laki-laki itu,” sahut sang kakek.


“Hisshhh! Menyebalkan. Kalian benar-benar sangat kompak dalam hal membuatku kesal,” keluh Liana.


“Sweety, kita sudah siap berangkat,” ucap Falcon.


Liana menoleh ke arah Falcon dan melihat semuanya telah selesai dikemas. Dia pun tersenyum ke arah prianya.


“Kek, aku tutup dulu. Sampai jumpa di rumah,” ucap Liana pada sang kakek.


“Baiklah. Katakan pada laki-laki itu agar hati-hati saat membawa kau pulang. Awas kalau sampai ada lecet sedikitpun, kompensasinya sangat besar,” ucap Kakek Joseph dengan keras.


“Baiklah. Baiklah. Bye, Kakek,” sahut Liana.


Gadis itu pun menutup teleponnya. Dia berbalik dan melihat prianya sudah berdiri di dekatnya.


“Bilang pada Kakek mu, kalau aku dengan senang hati akan membayar kompensasi yang sangat besar itu,” ucapnya lirih di dekat telinga Liana.


Gadis itu pun seketika mendorong prianya karena merasa geli dengan perkataannya itu


“Dasar mesum. Ayo kita cepat keluar dari sini,” ajak Liana.


Falcon pun terkekeh, lalu kemudian menggandeng tangan gadisnya keluar dari ruang rawat, yang beberapa hari ini telah mengurung Liana.

__ADS_1


Dia memerintahkan anak buahnya untuk membawa barang-barang di dalam ke Dream Hill terlebih dahulu, karena dia ingin membawa gadisnya ke suatu tempat sebelum pulang ke rumah kakeknya.


Mobil telah melaju di jalanan dekat perbukitan timur negara bagian A, yang merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan antara pesisir utara dengan kota-kota lain di Negara bagian A.


Sedangkan jika berjalan ke arah barat, mereka akan menuju ke jalur lingkar Heaven Forest, yang mengarah ke wilayah negara bagian B di mana Metropolis berada.


“Ikut aku ke suatu tempat dulu, kau mau kan?” tanya Falcon.


“Kemana?” tanya Liana balik.


"menemui seseorang," sahut Falcon.


Liana menatap wajah prianya dengan rasa penasaran yang tinggi. Falcon pun menoleh dan mencubit gemas pipi gadisnya itu.


“Wajahmu itu sangat lucu kalau sedang penasaran,” ucap Falcon.


“Apa sangat jelas?” tanya Liana.


“Cih. Sok tau. Kemana kita akan pergi?” tanya Liana.


“Grey Town,” jawab Falcon.


“Grey Town?” tanya Liana memastikan.


Falcon tak menyahut dan hanya mengangguk saja. Mobil pun melaju meninggalkan pesisir utara negara bagian A, dan menuju ke ibukotanya, kota gangster, Grey Town.


Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan suasana kota tersebut benar-benar sangat sepi. Kehidupan seolah menghilang dari sana, karena sebagian besar penduduknya bangun dan bekerja di malam hari.


Falcon dan Liana menuju ke sebuah rumah kecil yang berada di jalanan sempit kota hitam itu.

__ADS_1


“Kau mau bawa aku kemana?” tanya Liana yang mulai kembali bertanya-tanya.


“Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kita. Apa kau ingat informan yang tempo hari menghilang?” ucap Falcon.


“Informan? Maksudmu wanita tua itu? Apa Moses Jung juga telah membebaskannya?” tanya Liana.


“Kita masuk dulu saja, oke,” seru Falcon.


Falcon pun turun dari mobil terlebih dahulu, dan berjalan memutar menuju ke sisi satunya. Liana melihat-lihat rumah tersebut dari dalam mobil, dan tak menyadari jika prianya telah berdiri di sampingnya.


“Turunlah,” seru Falcon.


Tangannya terulur dan disambut oleh Liana. Gadis itu pun turun dan berjalan sambil merangkul lengan prianya.


Mereka berjalan memasuki pelataran rumah tersebut, dan berhenti di depan pintu. Falcon mengetuk pintu beberapa kali, hingga seseorang menyahut dari dalam rumah.


“Sebentar,” seru seseorang.


Pintu pun terbuka. Nampak seorang wanita tua berdiri menyambut kedatangan kedua orang tersebut.


Namun, Liana tiba-tiba mundur dan bersembunyi di balik punggung Falcon, saat melihat ada orang lain yang juga berada di dalam rumah tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2