Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Beruntung memilikimu


__ADS_3

“Kakekmu membiarkan kita tetap bersama dengan satu syarat,” ucap Liana.


“Syarat? Syarat apa? Dia tidak menyulitkan mu bukan?” tanya Falcon khawatir.


Falcon merengkuh pundak Liana dan menghadapkan ajah gadis itu ke arahnya. Liana mengulas senyum dengan sebelah sudut bibir yang terangkat ke atas.


“Sudah ku bilang. Kami berdua adalah pebisnis. Kami tidak akan sepakat ketika penawaran tidak saling menguntungkan kedua belah pihak,” ucap Liana.


“Jadi, kau setuju dengan syaratnya?” tanya Falcon.


“Tentu saja. tapi, apa kau tidak mau tau apa syaratnya?” tanya Liana  balik.


“Selama itu tidak menyulitkanmu, aku tidak peduli. Aku hanya khawatir dia mengancammu dengan caranya yang keji,” ucap Falcon.


“Apa di matamu, kakekmu itu adalah orang yang sangat jahat?” tanya Liana.


Falcon melepaskan Liana. Dia menyandarkan kepalanya dan mencoba untuk tenang. Setidaknya, kekhawatirannya tentang hubungan mereka sudah bisa diatasi.


Dia bersyukur karena memiliki Liana di sisinya. Jika itu gadis lain, mungkin mereka hanya akan menangis menghadapi sikap otoriter kakeknya.


“Yang ada di ingatanku sejak kecil tentang orang itu hanyalah, dia seorang kakek yang sudah tega memisahkan aku dengan ibuku. Membuangku ke tempat asing yang terpencil, dan membiarkan ibuku hidup bagai mayat hidup hingga akhir hayatnya,” ucap Falcon.


“Lalu, jika kau harus berada di kerajaan kakekmu seumur hidup, apa yang akan terjadi?” tanya Liana.


“Kenapa aku harus tetap tinggal di sana? Itu seperti neraka untuk ku,” jawab Falcon.

__ADS_1


“Hah... Sepertinya kau harus tau apa syarat yang diminta oleh kakekmu,” ucap Liana.


Falcon menoleh dan menegakkan kembali duduknya.


“Apa dia memintaku untuk tetap tinggal di sini? Selamanya?” terka Falcon.


“Bukan hanya itu. Dia juga meminta mu untuk menjadi penerusnya. Setidaknya, untuk meneruskan kepemimpinannya di The Palace. Jika kau tidak bersedia, maka dengan cara apapun dia akan memisahkan kita berdua,” ungkap Liana.


“Apa?!” pekik Falcon.


Dia tak percaya jika dia harus terus terjebak di sangkar emas sang kakek. Tangannya seketika mengepal kuat, meremaas sprei yang ada di bawahnya.


Maafkan aku, Tuan Harvey. Cucumu sudah sangat membenci mu. Terpaksa aku menggunakan cara ini agar dia mau melakukan semua ini.  Aku akan tetap membantu kalian. Tenang saja, batin Liana.


“Yah, seperti yang kau dengar tadi. Tapi, bukankah itu lebih baik dari pada kita harus berpisah? Atau, kau lebih memilih bebas meski tanpa aku?” cecar Liana.


“Aku tidak peduli apapun itu. Yang penting untuk ku adalah keselamatan mu. Aku bisa melakukan apapun asal kau tetap baik-baik saja. Terlebih, jika kita bisa bersama-sama itu sudah cukup bagi ku,” ucap Falcon.


“Kau tidak perlu khawatir. Aku juga sudah mengajukan sebuah syarat pada kakekmu,” tutur Liana.


“Apa itu?” tanya Falcon penasaran.


“Setelah proyek Golden Hospital selesai, aku akan secara permanen pindah ke kota ini dan menjadi rekanan tetap dari The Palace. Kita bisa berjalan bersama-sama mulai saat itu. Kau bisa mulai belajar mengambil alih perusahaan kakekmu, dan aku akan selalu ada di sisimu, sambil mewujudkan impianku” ungkap Liana.


“Benarkah? Benarkah kau akan selalu ada di sampingku?” tanya Falcon memastikan.

__ADS_1


Liana mengangguk dengan senyumnya yang begitu manis.


“Lalu kakekmu?” tanya Falcon.


“Kepindahan ku ke kota ini memang sudah direncanakan sejak awal kerja sama ku dengan kakekmu. Jauh sebelum adanya masalah ini. Kakekku bahkan sudah menyetujui hal tersebut. Apa kau lupa kalau aku adalah seorang gadis yang selalu berpikir visioner, hah?” ungkap Liana penuh percaya diri.


Senyum seketika mengembang di bibir Falcon. Pria itu tak mampu lagi berkata-kata. Dia hanya bisa memeluk erat tubuh gadisnya, dan menciumi puncak kepala Liana bertubi-tubi, sambil merapalkan kata terimakasih.


“Aku benar-benar beruntung memilikimu, Liana. Terimakasih. Terimakasih,” ucap Falcon.


.


.


.


.


Hari ini selesai dulu ya 😁 selamat tidur nyenyak bestie 🤭udah nggak ketar ketir soal hubungan mereka yang terhalang restu kan🤣


Oke, satu per satu masalah selesai, mulai dari siapa Liana, siapa ayah Liana, siapa falcon dan siapa Christopher. Tapi, masalah belum selesai sampai disitu. ingat! Dalangnya masih belum kena karmanya.


But slow aja ya bestie, nikmati saja alurnya😉


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2