Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Dendam kita


__ADS_3

Setibanya di Sky Escape, Falcon segera di sambut oleh para penjaga pulau, yang membawa mobil Jeep untuk membawa Falcon dan Liana menuju ke kastil.


Pria itu terus memeluk gadisnya sejak saat berada di pesawat. Selang infus masih terpasang di punggung tangannya, dan demamnya pun berangsur turun meski belum sepenuhnya hilang.


Tak lama kemudian, mereka tiba di kastil dan segera membawa Liana ke kamar, yang dulu sempat ditempatinya ketika pergi ke pulau terpencil itu untuk pertama kali.


Falcon membaringkan gadisnya di atas tempat tidur yang besar, dan memasang kembali kantung infus di tiang yang sudah disiapkan oleh pengurus kastil.


Pengurus itu sudah menyiapkan semuanya, saat mengetahui kabar dari komunikasi menara pengawas pulau dengan pilot pesawat jet yang membawa Falcon ke tempat tersebut, dan mengatakan bahwa kali ini tuan mereka membawa seseorang dalam kondisi sakit dan sedang mendapatkan cairan infus.


Oleh karena itu, setibanya mereka di kastil, semua telah siap tanpa perlu Falcon meminta kepada kepala pelayan di kastil tersebut.


Setelah membaringkan Liana di tempat tidur, Falcon kembali mengecek suhu tubuh gadisnya dengan sebuah termometer, yang diambilnya dari kotak P3K yang sudah tersedia di atas nakas.


Tak berselang lama, seorang pelayan kembali datang dan membawakan sewadah air hangat beserta kain lap, yang akan digunakan untuk mengompres Liana agar demamnya segera turun.


Saat dirinya sedang fokus pada Liana, tiba-tiba sebuah pesan datang dari menara pengawas yang mendapatkan transmisi dari pulau seberang dengan kode Jupiter.

__ADS_1


Pesan tersebut kemudian disampaikan kepada Falcon yang saat itu tengah berada di dalam kamar menemani gadisnya, lewat kepala pelayan yang selalu siap sedia setiap kali sang tuan muda sedang berkunjung ke kastil di pulau milik ibunya itu.


Sebuah ketukan di pintu terdengar, dan membuat Falcon seketika menghentikan kegiatannya. Dia kemudian berjalan ke arah pintu dan mendapati kepala pelayan berdiri di sana.


“Maaf, Tuan. Ada sebuah pesan dari seberang dengan kode Jupiter untuk Anda,” tutur kepala pelayan.


“Baiklah. Terimakasih,” sahut Falcon.


Pria itu meraih pesan tersebut dan kembali menutup pintu kamar gadisnya.


Dia berjalan kembali ke arah tempat tidur dan duduk di samping Liana. Falcon kemudian membuka kertas berisi pesan dari geng Jupiter di Grey Town.


Tidak di sangka. Ternyata ada kebetulan seperti ini, batin Falcon.


Dia menoleh ke arah gadisnya dan mengusap kening Liana dengan lembut.


Rupanya takdir kejam ini yang telah mempersatukan kita. Sekarang, dendam ini bukan hanya milik ku atau milikmu sendiri, tapi ini dendam kita berdua, lanjut Falcon dalam hati.

__ADS_1


Tampaknya, pesan tersebut merupakan kabar dari Q, yang telah berhasil mendapatkan informasi dari Peter, mengenai penyebab kepergian Liana dari pulau tersebut di tengah malam.


.


.


.


.


Oke bestie, hari ini segini dulu ya☺maaf karena telat banget update nya 🙏


besok dilanjut lagi dan semoga nggak telat seperti hari ini😉


Oh iya, jangan lupa kalau event give away nya masih berlangsung ya bestie 🥰dukung terus novel ini banyak-banyak dan geser othornya dari peringkat 5 besar ranking top fans🤭


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2