Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Bawa aku ke daratan


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Peter, Liana tak bisa lagi diam di tempat terpencil itu. Emosinya sudah tak bisa dibendung lagi.


Gadis itu pun menarik paksa si kecil Paulo dan berjalan keluar dari rumah pantai milik Q. Dia menyeret anak kecil itu hingga jalannya terseok-seok mengikuti langkah kaki Liana yang tergesa-gesa.


“Hei, b*doh! Jangan tarik aku seperti ini!” pekik Paulo.


Dia berusaha melepaskan diri dari genggaman Liana, yang terus menariknya menuju ke arah pantai.


“Bawa aku pergi dari sini! Aku harus menemui seseorang sekarang juga!” seru Liana.


“Apa kau ini gila atau benar-benar b*doh? Ini sudah malam. Berbahaya jika kita berlayar di malam hari seperti ini. Sebaiknya tunggu sampai fajar, baru kita pergi,” sahut Paulo.


Sesampainya di pantai, Liana menghempaskan tubuh pria kecil itu ke arah perahunya.


“Bawa aku pergi sekarang juga! Atau aku akan berenang ke daratan sendiri,” ancam Liana.


"Coba saja!" tantang Paulo.


Anak kecil itu seolah tak peduli dengan Liana. Dia melipat kedua lengannya dan melihat Liana yang mulai berjalan ke arah laut.


Dari arah rumah panggung, nampak Ella datang menyusul kedua orang itu. Dia khawatir dengan sikap Liana yang tiba-tiba berubah seperti lepas kendali.


“Nona! Nona Liana. Kau mau kemana?” teriak Ella dari kejauhan, melihat Liana yang terus berteriak ke arah anak kecil itu.

__ADS_1


Dia semakin mempercepat langkahnya saat melihat Liana mulai berbalik dan berjalan ke arah laut.


“Nona, berhenti! Apa yang ingin kau lakukan? Nona!” pekik Ella.


Pelayan itu berlari dan meraih tubuh Liana yang sudah terendam setengahnya. Dia memeluk Liana dan mencegahnya untuk kembali melangkah.


“Jangan seperti ini, Nona. Apa Anda tidak peduli dengan perasaan tuan besar? Beliau pasti akan sangat sedih jika terjadi sesuatu pada Anda! Ingat, andalah keluarga satu-satunya di dunia ini,” ucap Ella.


Liana berhenti melangkah, namun dia hanya bisa menangis dengan pakaian yang sudah basah dari pinggang hingga ke kaki.


Begitu pun Ella. Pelayan tersebut terus memeluk Liana dari belakang dengan hati yang ikut sakit, melihat nonanya menjadi seperti ini. Gadis itu kini tengah menangis, dengan suara yang beradu dengan angin laut malam itu.


“Ini konyol, Kak. Ini sangat konyol! Hanya karena obsesi seseorang, ibuku yang tak tahu apa-apa harus mati! Bahkan, dia mati dalam keadaan kesepian. Tak ada seorang pun disisinya kecuali Ibu Vivian. Ini sangat tidak adil, Kak! INI TIDAK ADIL!” jerit Liana.


Memiliki wajah cacat selama bertahun-tahun hingga terkucil dari pergaulan, membuat hari-harinya terasa begitu sulit di masa itu.


Liana marah. Dia emosi. Dia tak habis pikir jika nasib malang yang menimpa dirinya dan seluruh keluarganya, itu semua hanya dikarenakan oleh obsesi dari seseorang yang menganggap dirinya hebat.


Gadis itu menangis se jadinya di sana, di dalam pelukan Ella yang tak sedikitpun mengendurkan dekapannya di tubuh Liana. Dia takut jika Nonanya itu akan kembali berbuat nekat.


“Nona, tenang lah. Orang jahat dan orang baik semuanya ada balasannya masing-masing. Kau harus bisa berpikir dengan kepala dingin seperti biasa. Bukankah kau ini seorang gadis jenius? Jadilah Liana yang seperti biasa. Aku yakin ada jalan untuk membalasnya dengan cara yang elegan,” ucap Ella.


Liana menunduk dalam isaknya.

__ADS_1


“Biarkan aku kembali ke daratan, Kak. Aku ingin pergi ke suatu tempat,” ucap Liana.


Ella menoleh ke arah si kecil Paulo yang masih berjongkok di tepi pantai.


“Hei, Nak. Apa mungkin untuk berlayar di waktu sekarang ini?” tanya Ella.


“Apa sepenting itu? Aku tak mau ambil resiko hanya karena sebuah masalah kecil,” sahutnya.


Liana menoleh ke arah anak kecil tersebut dan mantapnya dengan tatapan tajam, seolah ingin memukul kepala anak menyebalkan itu.


“Hah... Baiklah! Baiklah! Dasar tukang merengek!” ucap Paulo akhirnya.


.


.


.


.


Sarapan datang bestie 🥰 apa kabar nih 😁 terimakasih semua yang sudah mendo'akan kesembuhan anakku🙏 alhamdulillah sekarang demam nya udah turun, udah bisa ceria lagi, tinggal batuk pilek nya☺


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2