Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Rencana selanjutnya


__ADS_3

“Hahahaha... Benar-benar cucu Presdir Wang. Mulutmu itu terasa sangat pedas di telinga. Baiklah, aku akan langsung saja bicara padamu. Jangan pernah menyinggung wanitaku, baik itu Lusy ataupun dia,” seru Moses.


“Kenapa tak kau sebut saja namanya langsung? Ah... Benar. Dia pasti melarangmu, bukan. Apa kau tak lelah terus menjadi simpanannya? Apa kau tak kasihan dengan putri mu? Aku yakin dia juga ingin tahu siapa ibunya, bukan?” serang Liana.


“Itu bukan urusanmu, Nona. Sebaiknya kau urus saja keluarga mu. Karena jika kau mengusik urusanku, jangan salahkan aku jika seseorang akan menghilang dari dunia ini,” ancam Moses.


“Wah... Aku mencoba berbaik hati agar kau bisa bahagia dengan wanita pujaanmu, tapi kau malah mengancam ku seperti itu. Baiklah, kita lihat siapa yang akan kehilangan siapa,” ucap Liana.


Moses nampak diam mendengar perkataan Liana. Gadis itu pun merasa khawatir dengan nasibnya selanjutnya. Tiba-tiba, sebuah gagasan muncul di otak liciknya untuk melepaskan diri dari pria berhaya itu.


“Ah... Aku hampir lupa. Ponselku di retas oleh geng Jupiter. Jadi, kalau kau macam-macam denganku, mereka pasti akan segera menyerang kelompok kalian,” lanjutnya.


Moses kembali tergelak mendengar perkataan dari gadis yang duduk di kursi belakang itu.


“Benar-benar otak Presdir Wang. Baiklah. Aku akan mengantarkan mu kembali ke area proyek. Selanjutnya, cari sendiri cara untuk pulang,” ucap Moses.


“Aku juga tidak memintamu mengantarku sampai tempat tinggal ku,” sahut Liana ketus.


Mobil pun kembali melaju meninggalkan tempat terpencil tersebut. Mereka bahkan tak keluar sedikit pun dari mobil dan melakukan perbincangan di dalam kendaraan tersebut.


Sesuai janjinya, Moses mengantarkan Liana sampai ke area proyek Paradise. Begitu gadis itu keluar dari mobil, pria itu segera tancap gas meninggalkan Liana seorang diri di tempat sepi tersebut.


Setelah mobil telah jauh meninggalkannya, gadis itu baru sadar jika tempat tersebut tidak dilewati oleh kendaraan apapun di malam hari.

__ADS_1


“Br*nsek! Pantas saja dia bilang cari cara sendiri untuk pulang. Rupanya di sini sama sekali tak ada kendaraan yang lewat,” gerutu Liana.


Dia pun kemudian meraih ponselnya yang berada di saku belakang celana, dan ternyata baterainya tinggal beberapa persen dan tak mungkin bisa memanggil sebuah taksi online.


“Si*l! Apa aku harus berjalan sampai ke ujung sana? Ah... Jauh sekali,” keluh Liana.


Gadis itu menghentak-hentakkan kakinya ke aspal jalan karena kesal. Akhirnya, Liana menyerah dan berjalan cukup jauh hingga sampai di jalan raya yang ramai.


...👑👑👑👑👑...


“Jadi, kau bertemu dengan dia seorang diri? Kekasihmu ini apa gunanya kalau begitu?” ejek Christopher.


Liana mengangkat tangannya seolah hendak memukul sang sepupu.


Falcon nampak menatap Liana dengan mata yang memerah dan bahkan tangannya masih mengepal kuat.


“Jika kau melakukan hal semacam ini lagi, jangan salahkan aku kalau aku akan mengurung mu selamanya,” ucap Falcon dengan penuh penekanan.


Liana sampai merinding melihat sorot mata prianya yang terlihat berbeda dari biasanya. Dia tahu betul jika Falcon saat ini sedang marah besar dan akan sulit membuatnya tenang.


“Maafkan aku, Honey,” ucap Liana.


Gadis itu hanya bisa menunduk, karena tak berani menatap mata prianya yang terus melihat lurus ke dalam manik hitamnya.

__ADS_1


“Baiklah. Cukup drama rumah tangganya. Sekarang, apa gunanya kau meminta bertemu denganku malam ini, Sepupu?” tanya Christopher menyela.


Liana menghela nafas berat karena kesal dengan sepupunya itu yang tak bisa membaca situasi.


“Sepupu ku yang baik, apa kau tidak bisa melihat situasinya? Kau malah menanyai ku hal ini sekarang,” keluh Liana.


“Urusan kalian selesaikan nanti saja di tempat lain. Aku harus cepat kembali atau kakekku akan curiga, dan meminta orang-orangnya untuk mencariku,” sahut Christopher.


“Baiklah. Baiklah. Aku butuh kelompok wartawan dan hacker mu. Buat sebuah berita utama yang akan tayang besok pagi, dan giring opini publik tentang berita tersebut,” seru Liana.


.


.


.


.


Maaf, bestie 🙏besok othor ijin libur yah☺mau ngurus anak dulu🙏lagi sakit, kasian🤧mohon doa nya untuk ananda biar cepat kembali pulih ya bestie 🤧🙏


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


 


__ADS_2