
Setelah Jack memanggil Liana, gadis itu dibawa keluar dari area proyek dan masuk ke dalam sebuah mobil.
Di sana sudah ada Tuan Harvey yang duduk di kursi belakang.
Jack pun membukakan pintu belakang dan meminta Liana untuk duduk bersama sang atasan.
“Selamat siang, Tuan Harvey,” sapa Liana.
Bob Harvey tak menjawab sapaan Liana, bahkan wajahnya nampak datar dan terus melihat lurus ke depan. Hal itu membuat gadis pintar tersebut semakin yakin, jika saat ini pria tua itu ingin berbicara serius dengannya.
Saat Jack telah masuk ke dalam mobil, Tuan Harvey memintanya segera melajukan kendaraan dan meninggalkan tempat itu.
Setelah beberapa saat mobil berjalan, Tuan Harvey memberikan kepada Liana, sebuah amplop coklat yang sebelumnya ia dapat dari sang asisten.
Tanpa bertanya, Liana pun meraihnya dan melihat isinya. Sebelah sudut bibirnya terangkat ke atas, seolah tahu apa yang sudah terjadi hingga membuat pria tua di sampingnya berwajah seperti sekarang ini.
“Jadi, apa yang ingin Anda tanyakan padaku sekarang?” tanya Liana.
“Apa kau sejak awal memang sudah menargetkan Amber?” tanya Bob Harvey langsung.
__ADS_1
“Anda benar. Apa ada masalah dengan itu?” tanya Liana balik.
“Apa ini tujuanmu mendekati ku dan menjalin kerjasama dengan The Palace? Apa ini juga tujuanmu mendekati Alex? Ku dengar kau bahkan mengejarnya sampai ke Grey Town,” cecar Tuan Harvey.
Liana tergelak mendengar terkaan dari pria tua itu. Dia kembali memasukkan semua informasi yang ada di dalam amplop dan menutupnya kembali.
“Kalau aku jawab iya, bagaimana?” tanya Liana.
Gadis itu bahkan dengan berani menatap lurus ke arah wajah Bob Harvey, hingga pria tua itu mengerutkan keningnya.
Sesaat kemudian, Liana kembali membuang wajah ke depan, dan bersandar dengan santai di kursinya.
Gadis itu kembali menoleh ke samping dan menatap pria tua itu.
“Amber Callister, nyonya pertama sekaligus menantu bangsawan Anda, telah membunuh ibu kami berdua. Tentu saja, aku datang kemari karena ingin membuat hidupnya sama hancurnya dengan kami. Apa itu salah?” lanjut Liana.
“Apa kau tahu, perbuatanmu itu membuatku marah? Aku tidak suka ada orang yang mengusik keluargaku. Awalnya, aku sangat menyukai mu karena sifatmu yang berbeda dari gadis lainnya. Tapi tak kusangka, kau justru bermaksud menghancurkan keluarga ku,” ucap Tuan Harvey.
Liana kembali tergelak.
__ADS_1
“Aku menghancurkan keluargamu? Tuan Harvey yang terhormat, aku kira Anda akan berterimakasih padaku karena berhasil membongkar kedok busuk menantumu itu. Dia itu ular berbisa yang kapan saja bisa membunuhmu jugs."
"Saat ini dia tidak berani berbuat macam-macam pada Anda, karena Anda masih berguna untuknya, terlebih otoritas Anda masih belum bisa dia kalahkan."
"Bayangkan setelah Anda melepaskan jabatan Anda sebagai Presdir, dan hanya menjadi orang tua biasa. Aku yakin, setelah itu semua terjadi, dia pun akan segera melakukan sesuatu kepada Anda, sama seperti yang dulu dia lakukan kepada ibuku dan juga nyonya ketiga, agar posisinya tetap aman,” jawab Liana panjang lebar.
“Itu urusanku. Kau tidak berhak ikut campur. Dan sekarang ku minta, jauhi keluarga ku, terutama Alex!” seru Tuan Harvey.
.
.
.
.
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1