Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Pulang dan lihatlah


__ADS_3

“Kek, Ayah dalam bahaya. Minta Paman Jimmy untuk mencarinya dan membawanya ke tempat yang aman. Aku mohon, Kek,” pinta Liana.


Lagi-lagi, tak ada sahutan dari seberang setelah Liana mengatakan niatnya. Gadis pintar itu tahu jika permintaannya ini adalah suatu hal yang sulit dilakukan oleh sang kakek, namun bagaimanapun juga, dia hanyalah seorang anak yang sangat ingin bertemu dan mengenal sosok ayahnya. Terlebih, saat dirinya tahu jika sang ayah rela mempertaruhkan nyawa demi bertemu dengannya.


“Kek, aku tahu Kakek sangat membencinya. Tapi aku mohon, selamatkan dia. Biarkan dia memberitahu kita yang sebenarnya. Pasti ada alasan kuat di balik semua ini. Kek, aku mohon, Kek,” ucap Liana mengiba.


Liana tak pernah memohon seperti ini sebelumnya. Setiap masalah yang dihadapi, selalu berhasil ia selesaikan sendiri. Namun kali ini, cucunya terus memohon padanya agar dia mau melindungi sang ayah yang menurutnya kini dalam keadaan bahaya.


“Kakek, tolong lah...,” pinta Liana.


“Dia sudah berada di tempat yang aman. Kau pulanglah dan temui dia,” potong Kakek Joseph.


Liana membelalak mendengar hal tersebut. Dia sampai bangkit dari duduknya dan mengusap wajahnya kasar.


“Benarkah? Apa Kakek sudah menemukannya? Apa sekarang dia ada di Dream Hill? Kakek? Bisa kah aku bicara dengannya?” cecar Liana.


“Dia tak ada di Dream Hill. Kau pulang dan lihat saja sendiri,” ucap Kakek Joseph.


Sambungan dimatikan begitu saja setelah mengatakan hal terakhir,  dan membuat Liana semakin tak tenang.

__ADS_1


Apa yang sudah Kakek lakukan pada Ayah? Tidak mungkin pria tua itu berbaik hati dan mau menerima pria yang sudah menyakitik putrinya begitu saja, batin Liana.


Namun meski begitu, dia bisa sedikit tenang, karena paling tidak, ayahnya saat ini berada di tangan kakeknya dan masih bisa dianggap aman.


...👑👑👑👑👑...


Sementara itu, di Golden City, Wang Construction masih berjalan dengan baik meski tim terbaik mereka dibawa pergi oleh Liana. Kakek Joseph terpaksa kembali turun tangan untuk menangani urusan yang ada di perusahaan.


Awalnya, dia ingin menyerahkan semua kepada Liana, namun gadis itu justru menginginkan untuk mendirikan sendiri sebuah anak perusahaan di tempat yang lebih maju.


Sehingga, mau tak mau di usianya yang sudah renta, membuat kakek Joseph masih harus bekerja mengurusi semua seorang diri.


“Tuan, apa Nona Liana tidak akan curiga pada kita?” tanya Jimmy.


Pria itu mengambil kembali ponsel yang diletakkan Kakek Joseph di atas mejanya.


“Dia pasti sudah tau ada yang tidak beres di sini. Biarkan saja. Otak cerdas warisanku itu memang selalu tak bisa dibohongi. Tunggu saja dia pulang dan lihat sendiri semuanya,” ucap Kakek Joseph.


“Lalu, bagaimana kalau Nona marah dengan semua itu?” tanya Jimmy khawatir.

__ADS_1


“Kita lihat saja, apakah gadis itu tiba-tiba menjadi b*doh setelah bertemu dengan ayahnya atau tidak. Tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Kau cukup pastikan dia tetap berada di tempat itu sampai Liana kembali. Itu saja,” sahut Kakek Joseph.


Jimmy tak lagi menyahuti perkataan atasannya tersebut. Dia hanya bisa diam dan mengikuti perintah dari Joseph Wang.


.


.


.


.


Ada apa lagi ini bestie 😱😱😱😱😱


kenapa para kakek-kakek ini suka sekali main perang mental sama anak-anak sih 🤦‍♀️


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2