Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Proyek dimulai


__ADS_3

Paradise, merupakan proyek kolaborasi pertama antara Wang Construction yang diwakili oleh Liana, dengan The Palace yang diwakili oleh Alexander Harvey, atau yang dikenal dengan nama Falcon di dunia hitam.


Sepasang kekasih ini bekerja sama dalam proyek komplek hunian elit, yang bertempat di salah satu titik strategis Empire State.


Kali ini, sang juragan real estate menyasar masyarakat kalangan menengah ke atas, dengan menawarkan berbagai rumah berukuran minimalis namun tetap terkesan mewah, sesuai karakteristik setiap komplek hunian yang dibuat oleh The Palace.


Menurut Presdir Harvey saat makan malam pertama kali dengan Liana dan Nona Shu, dia berpikir bahwa masyarakat menengah sekarang, cenderung ingin memiliki gaya hidup yang royal.


Sehingga ia pun berkeinginan menciptakan kawasan yang ia beri nama Paradise, sebagai perwujudan impian mereka akan arti surga dunia yang sesungguhnya.


Di kawasan tersebut juga akan dibangun pusat perbelanjaan yang megah di area tengah, fasilitas umum seperti taman, lapangan olahraga raga indoor maupun outdoor, public and private swimming pool, serta banyak lagi fasilitas lainnya yang bisa dinikmati oleh setiap penghuni kawasan Paradise nantinya.


Liana juga menambahkan sebuah spot khusus yang ia peruntukkan sebagai ruang terbuka hijau, selain taman tentunya, yaitu memanfaatkan bukit kecil yang pernah ia lihat saat pertama kali meninjau lokasi bersama Falcon.


Dia bahkan rela tak tidur, hanya untuk menyesuaikan area tersebut dengan landscape Paradise yang sebelumnya ia buat. The Palace telah menyetujui rancangan akhirnya dan kini tinggal tahap realisasi.


Liana benar-benar sibuk memimpin mega proyek tersebut. Dia tak bisa hanya mengandalkan dirinya saja, seperti ketika dia memimpin proyek pembangunan sebuah gedung, melainkan butuh banyak bantuan dari orang lain yang paham akan bidang tersebut.

__ADS_1


Oleh karenanya, Liana membawa timnya ke Empire State, untuk membantunya mengatur dan mengurus semua permasalahan proyek. Tim dari The Palace pun secara pro aktif mengikut setiap perkembangan proyek tersebut.


Falcon dan Liana menjadi sering bertemu, karena mereka berada dalam proyek yang sama. Hal ini membuat Falcon sedikit lebih tenang, karena dia bisa selalu mengawasi kekasihnya itu secara langsung.


“Minumlah!” seru Liana.


Gadis itu menyodorkan segelas kopi panas kepada Falcon, yang saat itu tengah meninjau lokasi proyek.


Liana yang selalu bisa membaur dengan semua pekerja, membuatnya leluasa dalam memerintah. Tak hanya bertindak sebagai atasan, namun Liana pun selalu menganggap bahwa para pekerja adalah keluarganya.


Setiap perhatian yang diberikan Liana, membuat mereka begitu loyal dan mau mengikuti kemana pun gadis itu pergi.


Falcon meraih gelas kopi yang diberikan oleh Liana, dan menyesapnya perlahan karena masih sangat panas.


“Ehm... Ternyata kekasihku ini tidak hanya bisa membuat gedung, tapi juga pandai membuat kopi pahit,” sindir Falcon.


“Aku memang sengaja tidak menambahkan gula ke dalam kopinya. Terakhir kita minum kopi bersama, bukankah kau memesan espresso tanpa gula?” sahut Liana.

__ADS_1


Gadis itu menyesap kopi Latte nya yang manis, karena gadis itu tak terlalu suka kopi pahit.


“jadi, kau diam-diam memperhatikan kebiasaan ku, hem?” goda Falcon.


“Tentu saja. Kalau bukan aku yang memperhatikan mu, lalu siapa lagi? Apa kau mengharapkan orang lain yang melakukan hal itu, hah?” timpal Liana.


Falcon tersenyum. Dia kemudian merangkul pundak gadisnya sambil memandang ke arah depan, di mana alat-alat berat tengah beroperasi sebagaimana tugasnya.


.


.


.


.


Siang bestie 😁🙏jadi makin siang ya update nya, maaf banget ya, tapi tetep bakalan update kok.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2