Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Viral


__ADS_3

“Aku mau dirimu!” ucap Christopher.


Liana nampak mengerutkan kedua alisnya dan balas menatap tajam Christopher.


“Apa maksudmu?” tanya Liana.


Dia sedikit panik saat pemuda di hadapannya, meminta dirinya sebagai imbalan atas apa yang akan seniornya itu lakukan nanti.


Sedangkan Christopher, pemuda itu nampak menumpukan kedua sikunya di atas meja, dan mengepalkan tangannya untuk menopang dagu.


“Maksudku adalah, aku ingin kau membayar ku dengan dirimu. Apa kau tak paham?” tanya Christopher.


Liana mengepalkan kedua tangannya dan berdiri, sambil menggebrak meja dengan keras.


“Tolong jangan kurang ajar! Aku datang kemari meminta bantuan mu secara baik-baik. Apa begini cara mu memperlakukan tamu, hah?!” teriak Liana.


Namun bukannya takut atau merasa bersalah dengan kemarahan Liana, Christopher justru tersenyum mengejek ke arah gadis itu.


“Apa yang kau pikirkan, Nona. Aku hanya minta kau membayar ku dengan dirimu. Bukan tubuhmu atau yang lain. Cukup berteman denganku, dan menerima ajakan makan siang atau malamku saat kau senggang. Aku rasa itu tidak bisa dibilang kurang ajar,” ucap Christopher.


“Apa?!” ujar Liana.


Gadis itu tak percaya jika dia sudah dikerjai oleh Christopher. Dia pun kembali duduk. Pipinya merona seketika karena merasa malu, atas tuduhan yang sempat ia keluarkan tadi.


“Kau sengaja membuatku malu bukan? Kau sengaja mengatakan itu agar aku berpikir macam-macam,” ucap Liana.


Christopher mencoba menahan senyumnya, karena bisa melihat wajah Liana yang merona, dan terus ditutupi dengan sikap arogannya.


“Baiklah. Aku minta maaf. Aku hanya minta kau untuk tidak menjaga jarak lagi denganku. Cukup terima aku sebagai teman. Itu sudah cukup untuk membayar atas apa yang akan aku lakukan untukmu nanti,” seru Christopher.


“Apa kau yakin hanya seperti itu maksudmu?” tanya Liana memastikan.


“Yah. Tentu saja. Bagaimana? Apa kau mau?” tanya Christopher.


“Baiklah, Wartawan Chen. Aku terima syaratmu,” ucap Liana.


Gadis itu berdiri kembali dan mengulurkan tangannya ke arah Christopher. Namun, pemuda itu masih diam bergeming, dan tak langsung menyambut tangan Liana.


“Kenapa? Apa kau tak bersedia membantuku? Bukankah kau sudah...,” Ucap Liana.


“Panggil aku 'Chris'. Sebagai teman, itu sangat wajar bukan?” pinta Christopher.


Helaan nafas berat terdengar dari mulut gadis itu. Liana nampak memutar bola matanya karena kesal dengan semua permintaan Christopher.

__ADS_1


Kalau saja aku tak butuh bantuanmu, aku tak akan mau melakukan ini. Aku tak bisa meminta bantuan Falcon, karena dia pasti akan memakai cara yang berbeda untuk mengurus Damian Li, batin Liana.


“Baiklah, Chris. Apa kita sudah sepakat?” tanya Liana.


Christopher pun bangun dari duduknya, dan menyambut uluran tangan Liana. Keduanya pun berjabat tangan.


“Oke, deal!” sahut Christopher.


...👑👑👑👑👑...


Setelah menemui Christopher, Liana bergegas menuju ke kantor polisi, untuk menjalankan langkah selanjutnya.


Dia membawa beberapa bukti kecurangan Damian, saat bekerja sama dengan Wang Construction. Liana tidak sendiri. Kali ini dia ditemani oleh seorang kuasa hukum resmi dari perusahaan Wang, untuk memuluskan rencananya dalam pembuatan laporan di kepolisian.


Semua bukti didapat dari Christopher. Pemuda itu mendapatkannya secara ilegal, dengan meretas sistem komputer di perusahaan pengada material bangunan tersebut.


Dengan kemampuannya itu, Christopher bisa dengan mudah mengambil secara diam-diam dokumen yang sebelumnya telah di hapus, dan me-restore-nya kembali seperti sedia kala.


Meskipun ilegal, akan tetapi kuasa hukum yang diajak serta oleh Liana, bisa dengan mudah mengubahnya menjadi bukti yang mendapat kriteria legal atau sah.


Setelah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, gadis cerdas dan licik itu pun mengirimkan pesan kepada Christopher, untuk segera mempublikasikan skandal yang terjadi di dalam perusahaan milik Damian.


Mulai dari penggelapan pajak, one prestasi, dan kecurangan lainnya yang telah dilakukan  oleh perusahaan tersebut.


Karena sudah menjadi viral dalam waktu kurang dari sehari, kejaksaan pun mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Damian Li, dan memerintahkan pria itu untuk masuk ke dalam penjara, guna melancarkan proses penyidikan.


Damian yang terlambat mengetahui berita viral atas dirinya itu pun, tidak sempat melarikan diri dan akhirnya dia berakhir di penjara.


...👑👑👑👑👑...


Berita menggemparkan itu pun tersebar hingga ke seluruh pelosok negeri, dan dimuat di berbagai media, baik cetak maupun elektronik.


Meskipun Li Corps adalah sebuah perusahaan kecil, akan tetapi sepak terjangnya telah berkali-kali merugikan perusahaan besar. Mereka bahkan kesulitan dalam menangkap Damian. Namun kali ini, dengan kerjasama dua orang anak muda, dia dengan mudah bisa dibekuk oleh petugas.


Sepekan kemudian, setelah penangkapan Damian, di mansion Dream Hill, Jessica yang masih menjalani hukumannya, merasa begitu bosan harus berdiam diri di dalam kamar, dan akhirnya mau keluar, mencari sesuatu untuk menghilangkan kebosanannya.


Dia duduk di ruang tamu, dan melihat beberapa surat kabar serta majalah yang menumpuk di bawah meja.


Dia mengambil beberapa dan melihat berita utama yang muncul di sampul depan. Beberapa majalah menunjukkan brand fashion terbaru, yang beberapa saat lalu sempat dipamerkan di peragaan busana dunia. Sedangkan yang lain, memuat berita panas artis ternama ibu kota.


Gerakannya terhenti, saat kedua matanya menangkap sebuah berita yang menjadi headline sebuah surat kabar, di mana tampak seorang pria yang begitu familiar olehnya, tengah digiring beberapa petugas polisi dengan tangan yang telah diborgol.


Tangannya gemetar saat memandangi foto tersebut. Dengan mata yang merah dan rahang mengeras, dia merem*s kuat pinggiran koran yang dipegangnya.

__ADS_1


Kurang ajar! Jadi benar kalau dia adalah seorang penipu. Dia bahkan telah membuat kerugian untuk Pak Tua Wang, dan masih berani meniduri ku yang berstatus sebagai cucunya. Penjara bukanlah hukuman yang tepat untuknya, batin Jessica.


Saat itu, terdengar ketukan dari pintu depan, akan tetapi Jessica tak menyadari hal tersebut sama sekali. Fokusnya terus tertuju pada pria yang sudah menipunya, bahkan telah menikmati tubuhnya.


Terlihat seseorang yang baru saja masuk dan saat ini berdiri tepat di belakang Jessica, sambil melipat kedua lengannya di depan dada.


“Apa kau merindukannya? Kenapa tidak bergabung saja dengannya di dalam penjara? Kalian pasti akan menjadi pasangan yang serasi,” ucap orang tersebut yang adalah Liana.


Dia baru saja datang dan hendak menemui Kakek Joseph, untuk menyampaikan draft kontrak kerja sama antara Wang Construction dan Tuan Bob Harvey.


Namun, dia tak menyangka akan melihat Jessica yang tengah memandangi surat kabar, yang memuat berita tentang Damian di halaman depan.


Gadis licik itu pun kembali melancarkan aksinya, untuk memprovokasi Jessica agar gadis itu semakin tertekan.


Jessica awalnya diam saat mendengar perkataan menusuk dari Liana. Namun rupanya, gadis itu kembali memancing emosi Jessica dengan kata-kata pedasnya.


Liana sedikit membungkukkan badannya, gara dia bisa menyejajarkan kepalanya dengan Jessica, hingga ia bisa berucap tepat di depan telinga gadis itu.


“Kalian benar-benar cocok. Sama-sama penipu, sama-sama gila harta dan orang-orang rendahan yang selalu berpikir pendek. Kau bahkan rela melempar tubuh mu kepada pria itu, karena tergiur dengan jabatan direkturnya, bukan? Hahahaha ... Kau ****doh sekali. Hanya seorang direktur perusahaan kecil saja, sudah bisa membuatmu lupa diri. Hahahha ...,” hina Liana  atas gadis di depannya.


Jessica tiba-tiba bangun, dan membanting surat kabar yang dipegangnya sejak tadi.


“Jaga mulutmu itu, Lilian. Jangan kira aku tidak bisa membalasmu. Lihat dan tunggu baik-baik, bagaimana aku akan membalasmu dengan kejam,” ancam Jessica.


Namun, Liana kembali menatap hadis itu dengan tajam, dan justru menyunggingkan senyumnya.


Aku sangat menantikan nya, sepupuku sayang, batin Liana.


.


.


.


.


Kurang 1 bab lagi untuk hari ini😁tungguin yah😘


Sambil nunggu, boleh kirim kopi apa kembang sini buat othornya, bestie🤭


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2