Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Menyerang bersama


__ADS_3

“Lalu, apa yang kau lakukan di mobilku?” tanya Q.


“Melihatmu pergi tanpa membawa kabur sandera, itu menandakan bahwa ada rencana lain yang sedang dibuat oleh kalian, atau lebih tepatnya Nona Wang. Aku tau kalau gadis itu sangat pintar dan licik.”


“Falcon hanya punya waktu kurang dari satu jam, itu pun jika Henry bisa tahan dengan provokasi Nona Wang. Sebaiknya, kau cepat panggil bantuan. Biar aku yang menjaga situasi di sini,” ucap Alice.


"Kenapa bukan kau saja yang menyelamatkan mereka?" tanya Q.


"Aku hanya membawa sedikit anak buah untuk menyusup ke dalam pasukan Henry. Aku akan tunggu di sini sampai pasukan Jupiter datang," jawab Alice


Wanita itu pun kemudian beranjak dari duduknya dan bersiap keluar.


Aku tak tahu apakah Nine dan kakakku bisa membawa pasukan kemari tepat waktu atau tidak, batin Q.


"Setengah jam. Polisi akan datang setengah jam lagi. Selesaikan dan pergilah sebelum mereka datang, atau kau akan ikut tertangkap bersama dengan Henry,” ucap Q.


“Apa kau lupa siapa aku? Aku adalah kucing kecil Ketua Jung. Jangan ragukan kemampuan meloloskan diriku,” sahut Alice.


Dia pun kemudian keluar dari mobil dan berjalan menjauh.


Q pun tak berpikir lama lagi, dan segera pergi dari sana, melajukan mobilnya menuju ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kasus penculikan tersebut.


Setelah Q pergi, Henry membawa Amber menuju ke puncak menara, di mana Liana dan Peter disekap.


Seperti biasa, Liana terus saja memancing emosi lawannya dengan berbagai perkataan yang pedas dan tajam, membuat lawannya geram dan tak bisa mengendalikan diri mereka untuk tidak menyerang Liana.

__ADS_1


Gadis itu tetap tak mau kalah, sekalipun dia berkali-kali mendapat pukulan keras dan bahkan sedang ditodong senjata api. Hal itu membuat Peter, sang ayah, cemas bukan main melihat anak gadisnya yang terus saja mendebat lawan.


Sementara di atas kondisi sudah sangat panas, dengan ocehan Liana yang terus menyerang lawannya dengan kata-kata, di bawah menara, sepasukan asing tiba-tiba datang dari arah hutan dan menyerbu menara. Mereka adalah anak buah geng Jupiter yang telah datang untuk menyelamatkan Liana.


Anak buah Henry maju menyerang, namun siapa sangka sebagian dari mereka justru berbalik dan menyerang kawan sendiri.


Melihat hal itu, geng Jupiter terkejut dan saling pandang. Mereka mengira akan terjadi peperangan antara orang-orang Henry dan geng Jupiter. Namun, mereka justru melihat pertarungan antara sesama kelompok Henry.


Saat kekacauan masih berlangsung, Falcon muncul dan melihat Alice berdiri di depan pintu mercusuar.


Dia maju dan langsung menyerang petarung wanita itu. Dia mendorong Alice hingga wanita tersebut terbentur ke tembok menara.


“Di mana dia? Cepat katakan!” seru Falcon.


“Hai, Lex. Kau sudah banyak berubah hanya karena gadis kecil itu rupanya. Hahahaha... Lucu sekali,” ucap Alice.


“Aku tak ada waktu untuk mendengarkan ocehanmu. Katakan di mana dia!” seru Falcon.


Alice hanya menyunggingkan senyumnya, sambil menunjuk ke atas dengan matanya.


Falcon pun langsung menghempaskan wanita itu dan berlari menaiki anak tangga dengan cepat. Saat naik ke atas, dia pun merasakan jika ada yang aneh dengan sikap Alice.


Jika mengingat bagaimana mereka bekerjasama dulu dalam satu geng, saat ini pasti wanita itu akan mengajaknya untuk bertarung lebih dulu sebelum menjawab pertanyaannya. Namun kali ini, dengan mudahnya dia justru membiarkan Falcon pergi ke tempat sandera berada.


Saat Falcon sampai di atas, terjadilah pertarungan sengit antara dia dan Henry, yang sama-sama merupakan anak asuh dari Moses Jung.

__ADS_1


Sementara di bagian bawah, Alice bergabung dengan pasukannya, untuk menyingkirkan anak buah Henry yang berjumlah lebih banyak.


Dia memang sengaja tak membawa banyak orang, karena ini adalah misi penyusupan. Sehingga, pasukan yang dimilikinya hanya seperempat dari pasukan Henry.


Oleh karenanya, Alice tak menyerang lebih dulu sebelum pasukan Jupiter datang. Saat Falcon dan orang-orangnya sampai, barulah Alice dan pasukannya menggabungkan diri dan ikut bertarung dengan anak buah Henry.


Di bawah, dia melihat kehadiran Long. Dia tahu jika pria itu sangat lemah. Alice pun mengambil inisiatif untuk melindunginya. Selain Long, ada juga sang bayangan, Mike, dan sang tangan kanan, Nine, yang ikut bertarung di sana.


Setelah sebagian besar anak buah Henry tumbang, Alice naik ke atas dan melihat apa yang terjadi di sana. Dia khawatir dengan kelicikan Henry dan Amber, yang mungkin saja membuat Falcon tersudut.


Setibanya di atas, Alice melihat Amber yang terus berteriak kesakitan di sudut ruangan, sedangkan Liana sudah berhasil melepaskan ikatan ayahnya.


Sementara itu, Falcon menghajar habis-habisan Henry, akan tetapi tiba-tiba saja Henry bangun dan langsung menodongkan pistol ke arah Falcon.


Liana berlari ke arah kekasihnya bermaksud menghalau peluru. Namun, belum sempat Henry menarik pelatuknya, Alice telah lebih dulu menembak dada kiri pria itu hingga terjatuh dan sekarat.


Akhirnya, Alice mengakhiri semua pertempuran itu dengan satu tembakan mati di kepala Henry, dan saat itulah Q datang.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2