Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kedatangan Ella


__ADS_3

Di luar rumah panggung, Falcon berdiri menyambut kedatangan seseorang yang bawa ke tempat tersebut oleh si kecil Paulo.


Seorang gadis seusia Liana, nampak berjalan menapaki jalan papan yang menuju ke rumah pantai tersebut.


“Ini adalah orang yang diminta Tuan Jimmy untuk datang kemari menggantikannya menemani gadis b*doh itu,” ucap anak kecil tersebut.


Rupanya dia masih kesal dengan Liana, yang tak bisa mengerti kode yang di berikan padanya tempo hari saat masih di daratan utama.


Falcon memindai gadis itu dari atas sampai bawah.


“Apa kau salah satu pelayan dari kediaman Presdir Wang?” tanya Falcon.


“Benar, Tuan. Saya Ella. Saya yang kemarin menyambut Anda dan Nona muda saat datang ke rumah besar,” sahut pelayan bernama Ella itu.


“Baiklah. Kau boleh masuk,” seru Falcon.


Pelayan itu pun masuk ke dalam dan melihat sebuah kamar dengan pintu terbuka. Dia mendapati Liana tengah mengobati luka seseorang di sana.


“Biar saya gantikan Anda mengobati lukanya,” tawar Ella.


Liana terkejut karena mendengar suara orang lain di tempat tersebut dan segera menoleh untuk melihatnya.


“Kakak?” panggil Liana.


Dia tak percaya jika yang datang adalah salah satu pelayan di rumah sang kakek yang cukup dekat dengannya, mengingat mereka pernah berbagi ruang tidur dulu.

__ADS_1


Ella nampak tersenyum ke arah nonanya dan ikut duduk bersimpuh di samping Peter.


“Biar aku saja yang melakukan ini. Kakak bisa bantu aku hal lainnya,” ucap Liana saat melihat Ella hendak ikut mengobati luka sang ayah.


“Baiklah. Apa Anda sudah makan? Bagaimana kalau ku buatkan Anda makanan,” ucap Ella.


“Buatkan saja bubur lembut untuk orang ini, Kak. Dan karena kau sedang di sini, tolong jangan bicara terlalu formal denganku, oke,” seru Liana.


“Baiklah,” sahut Ella.


Dia pun kemudian bangkit berdiri, dan hendak menuju ke dapur. Namun, dia harus berhenti karena tiba-tiba Peter bersuara.


“Buatkan juga makanan untuknya. Dia belum makan apapun sejak pagi,” ucap Peter.


Liana yang sedari tadi fokus pada luka, kini pun menatap tajam ke arah wajah sang ayah yang dianggapnya terlalu cerewet hari ini.


“Buatkan saja untuk ku makan nanti,” sahut Liana datar.


Dia kembali membalut luka tersebut dengan perban baru, sementara Ella sudah berlalu ke dapur.


Sedangkan di teras sana, setelah Ella masuk ke rumah, si kecil Paulo menyampaikan sebuah pesan kepada pria itu yang ia bawa dari daratan.


“Tuan Jimmy memintamu untuk datang menemuinya. Dia bilang, ada hal yang sangat penting,” ucap Paulo.


Anak itu kemudian memberikan sebuah kertas kepada Falcon, dan dia pun masuk dan kembali bersantai di depan televisi.

__ADS_1


Falcon membuka kertas tersebut, dan melihat sebuah alamat beserta waktu pertemuan. Setelah mengingatnya, dia pun meremaaas kertas tersebut dan dibuangnya ke laut di bawahnya.


Tatapannya menerawang jauh ke depan. Pikirannya sedang mencoba mencari jalan keluar untuk masalah sang gadis dan mengungkap teka teki yang ada.


.


.


.


.


Bestie, othor mau kasih tau kalo event give away masih berlangsung, batas waktunya masih lamaaaaaa banget ☺sampai novel ini dinyatakan tamat oleh othor😉


so, yuk terus dukung novel ini siapa tau kamu jadi peringkat lima teratas ranking umum. cek foto di bawah biar kamu bisa lihat peringkat sementara 👇



nah, peringkat 1 masih othor ternyata🤭yuk di geser othor nya biar turun 😅


caranya masih sama kok, tinggal kasih like setiap babnya, komen, kasih bunga, kasih kopi, kasih vote dan yg paling penting semuanya itu free nggak pake koin lho bestie 🥰


yuk dukungan terus cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2