
Satu minggu telah berlalu semenjak pesta peresmian gedung Golden Hospital. Kini rumah sakit tersebut telah resmi beroperasi, dan banyak membantu masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih cepat, mengingat kawasan tersebut sangat jauh dari pusat kota dan tempat pelayan kesehatan lainnya.
Sebelum kembali ke Empire State, Falcon meminta Liana agar tetap berhati-hati, dan secepatnya untuk menyusul ke ibu kota.
Liana hanya mengiyakan, namun gadis itu masih harus memastikan keluarganya aman saat dia pergi nanti.
Dia meminta bantuan kekasihnya untuk meminjamkan orang-orang di geng Jupiter, sebagai pengawal tambahan untuk menjaga kediaman Dream Hill, tempat sang kakek tinggal dan juga rumah pantai yang sekarang ditempati ayahnya, Peter.
Liana bahkan meminta Jimmy untuk memberikan akses keluar masuk kepada anak buah Falcon, agar bisa membantunya mengawasi setiap gerak gerik aneh di sekitar orang-orang terdekat Liana.
Gadis itu bahkan meminta Long untuk memasang peralatan canggih Chip di dalam kediaman Dream Hill, agar sang hacker bisa dengan cepat mengirim sinyal darurat saat mendapati sebuah keanehan di sana.
“Ada apa ini? Siapa mereka?” tanya Debora, sang kepala pelayan di rumah besar Dream Hill.
Dia terkejut dengan kedatangan Chip dan anak buah Falcon lainnya ke sana, dan terlihat memasang sesuatu di setiap sudut rumah.
Tak ada pemberitahuan terlebih dulu sebelumnya mengenai hal ini, sehingga sang kepala pelayan pun bertanya-tanya.
Saat itulah, Jimmy muncul dan menjelaskan semuanya pada Debora.
“Mereka sedang memasang beberapa CCTV di sini dan juga peralar keamanan lainnya. Kau tidak perlu panik, Deby,” seru Jimmy.
__ADS_1
“Apa tuan besar yang memintamu melakukan ini semua? Kenapa beliau tidak memberitahukannya terlebih dulu padaku?” tanya Debora.
“Ini atas permintaan Nona Liana. Minggu depan dia akan pindah ke Empire State dan memulai karirnya di sana. Dia hanya ingin memastikan kondisi kakeknya baik-baik saja selama dia pergi,” jelas Jimmy.
“Apa tuan besar sudah tau hal ini?” tanya Debora.
“Tuan besar sudah tahu dan sudah setuju, meski pun pada awalnya menolak. Tapi Nona Liana terus membujuk dan akhirnya beliau pun menyetujui hal ini,” lanjut Jimmy.
“Baiklah kalau begitu. Aku akan kembali bekerja. Jika kau butuh sesuatu, minta saja pada pelayan,” seru Debora.
“Baiklah. Selamat bekerja kembali,” ucap Jimmy.
Hal ini pun juga terjadi di rumah panggung milik Q, yang semakin diperketat dengan peralatan canggih Chip.
Sang hacker meminta Q dan juga Ella agar memasang beberapa sensor panas di sekitar puncak bukit karang, untuk menangkap pergerakan asing yang mungkin tiba-tiba saja muncul di sekitar sana.
CCTV pun dipasang di setiap sudut pemukimam nelayan tempat tinggal si kecil Paulo, untuk memantau bila ada penguntit yang masih terus mencari keberadaan Peter.
Setelah semuanya selesai, Liana yang saat itu sedang memimpin rapat dengan tim yang akan ia bawa ke ibukota, mendapatkan sebuah pesan teks dari Q.
“Rumahku sudah seperti benteng sekarang. Kau harus segera bereskan semua kekacauan ini secepatnya,” pesan Q.
__ADS_1
Dokter itu mengeluh, karena tempat pribadinya kini lebih mirip seperti sebuah benteng pertahanan, ketimbang sebuah rumah bersantai di tepi pantai.
Ini semua karena Liana yang meminta Falcon untuk memasang peralatan keamanan di sekitar sana, dan Q pun tak bisa menolaknya.
“Kau jaga baik-baik ayahku di sana. Atau ku buat rumah pantai mu itu menjadi benteng lebih lama lagi,” balas Liana.
Gadis itu tak peduli jika semua orang harus bergerak demi dirinya, karena fokusnya saat ini hanyalah keamanan semua orang-orang terdekatnya, tanpa terkecuali.
.
.
.
.
Maaf telat🙏 yang penting othor sempetin update ya bestie 🤭😁
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1