Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Seusai persidangan


__ADS_3

Seusai persidangan, media kembali ramai dengan hasil putusan pengadilan, yang menjatuhi hukuman cukup berat untuk kedua tersangka.


Melihat usia Amber saat ini, hukuman tiga puluh tahun penjara sama dengan hukuman seumur hidup. Meskipun dia bisa bertahan hingga masa hukumannya berakhir, dia tak lebih hanya seorang nenek tua renta yang akan berakhir di panti jompo. Menua seorang diri tanpa ada keluarga yang mau menemani.


Semenjak wanita itu masuk penjara, bahkan kedua putrinya dari David Harvey, sama sekali tak pernah menjenguknya, dan terkesan membiarkan Amber menderita seorang diri.


Didikan wanita itu yang selalu mengedepankan level dan status sosial, membuat kedua putrinya enggan untuk berdekatan dengan kriminal, yang hanya akan merusak reputasi mereka, sekalipun itu ibu kandung mereka.


Bisa dipastikan jika saat ini, Amber sangat kesepian di dalam penjara sana. Berbeda dengan Moses. Lusy, putri satu-satunya, selalu rutin menjenguknya di dalam penjara.


Hampir setiap minggu, Lusy akan datang dan membawakan berbagai oleh-oleh untuk ayahnya, dari mulai makanan hingga benda-benda lainnya. Hal itu bahkan sudah berlangsung semenjak Moses menjadi tahanan kejaksaan.


Gadis itu selalu menemani ayahnya, dan tak peduli dengan pandangan orang tentang keluarganya saat ini.


Yang dia tahu adalah, pahlawannya kini sedang kesulitan, sehingga dia pun harus membantunya bertahan menghadapi semuanya.


Lusy memutuskan untuk pindah dan menetap di Golden City dan mengelola Golden Hospital, sekaligus agar dia bisa dekat dengan Golden Jail, tempat sang ayah akan menjalani hukumannya selama dua puluh lima tahun ke depan.


Dia menyerahkan semua urusan di Empire State kepada Alice dan anak buahnya, sementara dia akan tinggal bersama dengan Debora, wanita yang selalu setia pada Moses Jung sejak awal.

__ADS_1


...πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘...


Seminggu setelah vonis dijatuhkan, Liana sengaja mengadakan makan malam yang mengundang seluruh anggota keluarga, baik dari pihaknya maupun pihak sang suami.


Nampak beberapa orang familiar, seperti Joseph Wang dan Bob Harvey. Ada pula Aster, Nyonya kedua Harvey, dan kedua putrinya yang juga ikut di sana. David nampak hadir, meski wajahnya begitu suram. Mungkin karena masalah Amber yang meski kini telah resmi bercerai dengannya, namun masih menyisakan rasa sesak di dada.


Karena bagaimanapun, wanita itu telah mengisi hari-harinya selama lebih dari tiga puluh tahun ini, dan menjadi cinta pertamanya yang meski telah berkali-kali menyakiti hatinya.


Semua orang nampak bergembira, tertawa dan bercengkerama satu sama lain. Mereka semua telah berkumpul di sebuah restoran yang disewa seluruhnya oleh Falcon dan Liana, untuk acara makan malam yang mempertemukan kedua keluarga untuk pertama kali.


Tak berapa lama, datanglah Peter bersama dengan sang keponakan, Christopher, yang juga diundang dalam acara tersebut.


Kehadirannya sempat membuat Joseph Wang terlihat tidak senang, namun penyambutan Bob Harvey membuatnya tersadar, bahwa acara tersebut sengaja diadakan oleh sang cucu untuk mendekatkan semua orang, termasuk dirinya dan pria itu.


Kedua pria beda usia itu pun berjabat tangan.


β€œKabar baik, Tuan Harvey. Maaf saya datang terlambat,” ucap Peter


Pria itu kemudian melihat ke arah ayah dari kekasihnya, dan membungkuk sejenak memberi hormat pada pria tua itu.

__ADS_1


Dari arah pintu masuk, nampak Liana dan Falcon berjalan bergandengan tangan. Keduanya nampak begitu serasi dengan balutan jas dan gaun berwarna biru gelap.


Wanita itu nampak mengenakan gaun V neck yang sedikit turun hingga ke dada, dengan tali bahu tipis serta bagian belakang yang terbuka hingga menampilkan punggung mulusnya.


Rambutnya ia sanggul ke atas, dengan anak rambut yang menjuntai di pelipis kiri dan kanannya, serta anting mutiara yang turun hingga bahu, membuat tampilan Liana begitu anggun dan berkelas.


Sedangkan Falcon, pria itu mengenakan jas berwarna senada dengan tatanan rambut yang disisir ke belakang, dan semakin memancarkan aura ketampanan seorang pewaris Lunar Group.


Semua orang melihat ke arah kedatangan mereka berdua yang berjalan menghampiri semua orang.


β€œSelamat malam semua. Maaf sudah membuat kalian semua menunggu,” sapa Falcon.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita iniπŸ˜ŠπŸ™


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2