
Setelah mendengar perkataan Q lewat sambungan telepon, Falcon kemudian mencoba menghubungi anak buahnya yang sedang berjaga di rumah sakit.
Dia tak hanya menempatkan dua orang di depan ruang rawat Liana saja, melainkan beberapa orang juga di sekitar rumah sakit untuk berjaga-jaga, jika sesuatu yang gawat terjadi.
Namun rupanya, Alice begitu licin hingga aksinya hampir tak sampai ke telinga Falcon, jika saja Q tak menyadari kehadirannya.
Dia kemudian meminta salah satu anak buahnya untuk memeriksa ke atas, karena memang anak buah yang berada di depan kamar Liana tak bisa dihubungi.
Sambil menunggu laporan, dia pun mencoba menghubungi Long masih berada di area bekas konstruksi, untuk memastikan ucapan Q tadi.
“Halo, Bos. Apa kau sudah sampai?” tanya Long.
“Long, apa kau melihat Henry di sana?” tanya Falcon cepat.
“Henry? Belum, Bos. Kami belum melihat Henry di sini. Tapi tenang saja. Kita bisa menyerang mereka sekarang, karena pasukan bantuan sudah datang,” ucap Long.
Falcon yang mendengar itu pun seketika meraih kening, dan memijat pangkal hidungnya.
Aku yang b*doh. Dia Long, bukan Nine, batin Falcon.
Falcon baru sadar, jika kali ini yang melakukan pekerjaan gengster nya adalah sang germo nyentrik, yang jarang turun tangan untuk masalah perkelahian dan peperangan antar gengster.
Sejak dulu, dia selalu menempatkan Long untuk menjaga klub malam dan Cassino, karena mengingat kondisi tubuh Long yang lemah dan tak bisa berkelahi habis-habisan.
Sehingga kepekaannya dalam menghadapi taktik musuh pun dia kurang mampu. Berbeda dengan Nine ataupun Mike yang bisa dibilang memiliki sembilan nyawa, karena telah berkali-kali melawan musuh hingga sekarat.
Nine dan Mike, pasti akan memastikan keberadaan ketua pasukan, sebelum memastikan tempat tersebut adalah markas mereka atau bukan.
__ADS_1
Kali ini, Falcon benar-benar terkecoh.
“Tidak usah menungguku. Segera serang mereka, dan pastikan semuanya kita habisi tanpa ada yang bisa melapor ke Henry. Tenang saja. Di sana tidak ada terlalu banyak orang,” ucap Falcon.
“Baik, Bos,” sahut Long.
“Long, jaga dirimu baik-baik,” lanjut Falcon.
Long seketika tertegun mendengar ucapan dari sang ketua geng nya. Senyum tipis terbit di bibir si germo itu.
“Terimakasih, Bos,” sahut Long.
Sambungan di matikan. Falcon putar balik dan kembali mencoba menghubungi Q, dan menanyakan di mana keberadaan Liana saat ini, akan tetapi tak kunjung di jawab oleh dokter itu.
“Br*ngsek! Apa dia mau membalasku?” maki Falcon.
“Ada apa?” tanya Falcon cepat.
“Kakak ipar tidak ada di kamar. Penjaga dan orang-orang kita semuanya tumbang,” lapor sang anak buah.
Genggaman tangan Falcon begitu erat di setang mobilnya.
“Cek semua CCTV dan cari penculik itu!” seru Falcon.
“Siap, Bos,” sahut si anak buah.
Falcon membanting ponselnya ke bawah mobil karena emosi. Dia tak menyangka jika kali ini dia sudah ditipu mentah-mentah oleh Henry, hingga meninggalkan Liana seorang diri di sana.
__ADS_1
“B*doh! B*doh! Kau b*doh, Alex. Kau b*doh!” maki Falcon pada dirinya sendiri.
Dia nampak memukuli setir mobil hingga tangannya memerah. Dia menjerit sekeras-kerasnya, meluapkan rasa kesal yang tak bisa ia lampiaskan.
Tiba-tiba, sebuah bunyi notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya, membuat Falcon mau tak mau mencari benda yang tadi di bantingnya begitu saja.
Kali ini, dia begitu cepat merespon setiap telepon dan pesan yang masuk, berharap itu adalah petunjuk keberadaan sang kekasih yang saat ini telah hilang dari pengawasannya.
Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar. Sebuah pesan bergambar masuk dan segera diterima oleh Falcon.
Dia begitu terkejut melihat foto tersebut. Di sana, dia melihat seorang gadis yang masih tak sadarkan diri, duduk di sebuah kursi dengan kedua tangan terikat ke belakang, dan kaki yang juga diikat.
Dia tak sendiri. tepat di depannya, nampak seorang pria paruh baya yang juga diikat, dengan mulut yang tertutup kain putih.
Sebuah caption yang ikut bersama pesan bergambar itu, semakin membuat Falcon berang.
“Sudah kubilang untuk menjaga gadismu dengan baik, bukan. Kau terlalu memerehkanku. Waktu mu hanya sampai tengah malam. Jika terlambat, ucapkan selamat tinggal pada kekasihmu ini”
.
.
.
.
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘