
Setelah rangkaian acara inti selesai, pesta di lanjutkan dengan dansa bersama. Para undangan mulai maju dan memenuhi area tengah yang memang dipersiapkan untuk acara dansa.
Liana dan Christopher nampak ikut maju ke depan. Gadis itu sengaja melirik ke arah Lusy dan membuatnya kesal.
Moses mengajak anak gadisnya itu untuk ikut berdansa, dari pada terus kesal melihat ke arah Liana dan Christopher. Mereka berdua ikut berdansa bersama di sana, dengan Liana yang sesekali terus melempar pandang ke arah Lusy dan semakin memprovokasinya.
Gadis itu tahu betul bagaimana usaha Lusy mengejar Christopher sejak mereka masih di Metropolis, dan bagaimana Lusy terus mengganggunya hanya karena hal itu. Kali ini, dia benar-benar ingin membuat Lusy kesal, namun tak bisa melakukan apapun padanya.
“Apa kau tidak lelah terus memprovokasi gadis itu?” tanya Christopher di sela dansanya dengan Liana.
“Apa kau tahu, dulu dia selalu mengganggu ku karena dirimu. Tapi sekarang, lihat saja wajahnya yang seperti tomat. Marah tapi tak bisa berbuat apa-apa. Hahahaha... Bukankah ini sangat menyenangkan?” sahut Liana.
“Hah... Aku tak tau nasib apa ini. Kenapa aku bisa mau mengikuti permainan mu,” keluh Christopher.
“Ayolah, Sepupu. Tidak baik jika terus mengeluh. Nikmati pestanya sampai selesai,” ucap Liana.
Christopher pun akhirnya diam, meski dia juga ikut kesal dengan sikap Liana malam ini yang terus membuatnya terjepit di antara Liana dan juga Lusy.
Saat mereka tengah menikmati acara dansa, Liana yang memang terus memperhatikan Lusy, dikejutkan dengan kemunculan seseorang di pesta tersebut.
Dia sampai tak fokus pada langkahnya hingga kakinya tak sengaja terinjak oleh Christopher. Liana pun memekik dan memukul bahu sepupunya itu sedikit keras.
“Hei! Kau sendiri yang salah gerak!” keluh Christopher tak Terima.
__ADS_1
“Maaf, aku tak sengaja. Itu gerak reflek,” sahut Liana.
Mereka kembali bergerak, namun fokus Liana kini berubah, bukan kepada Lusy melainkan orang tadi. Wajahnya yang sedari tadi terlihat tenang dan terus mengejek putri Moses itu, kini berubah datar dengan tatapan tak suka.
Mau apa dia mendekati mereka? batin Liana.
Dia melihat seorang pria muda yang begitu tampan dengan balutan tuxedo serta rambut yang disisir ke belakang, berjalan menghampiri Moses dan Lusy yang juga ikut berdansa bersama. Dia bahkan membungkuk memberi hormat pada mantan ketua geng Jupiter itu.
Pria tersebut kemudian mengulurkan tangan ke arah Lusy, dan mengajaknya berdansa. Lusy terlihat begitu senang, dan langsung menerima ajakan dari pria itu.
Liana nampak sangat kesal hingga tak sadar tangannya meremas kuat tangan Christopher.
“Hai, kau kenapa lagi? Tanganku sakit,” keluh Christopher.
Gadis itu kemudian berjalan kembali ke arah mejanya.
Seorang pelayan lewat di depannya dengan membawa nampan berisi minuman, dan Liana pun mengambil satu.
Di teguknya minuman tersebut hingga tandas dan mengambil satu lagi untuk dibawa ke mejanya.
Christopher ingin mengikuti Liana ke meja, namun seorang wanita tua memintanya untuk menjadi teman dansanya. Pemuda itu pun tak bisa menolak karena akan menjadi tidak sopan.
Akhirnya, Liana duduk sendiri dengan wajah yang berubah masam. Dia berusaha tetap tenang dan tak menunjukkan kekesalannya, saat melihat Lusy berdansa dengan pria muda itu.
__ADS_1
Putri Moses itu terlihat sangat senang dan terus saja tertawa bersama pria tersebut, membuat Liana kembali meneguk minumannya.
Si*l! Kenapa bisa mendadak panas seperti ini? Apa aku terlalu banyak minum? batin Liana.
Gadis itu belum bisa fokus pada situasinya saat ini, karena kehadiran pria tampan tersebut.
Rupanya pria yang berdansa dengan Lusy adalah Falcon, yang sengaja mendekati Moses dan Lusy, saat keduanya tengah berdansa, lalu mengajak gadis itu untuk menari bersama.
Liana tak sadar jika gerak geriknya terus diperhatikan oleh dua pasang mata yang mengawasinya sejak awal. Mereka bahkan telah mengetahui lebih dulu hubungan antara Liana dan Falcon sejak kejadian penjemputan Christopher.
.
.
.
.
Liana kena batunya😅
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1