Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Pondok dan makam


__ADS_3

Siang itu, sebuah mobil melesat cepat menuju ke arah hutan di Heaven Forest. Nampak Liana terus menangkupkan kedua tangannya di depan dada, saat matanya terus melihat ke sekeliling.


Falcon terus melajukan mobilnya menuju ke tempat di mana Nyonya tua Mo tunjukkan, sebagai tempat sembunyi dan juga makam ibu dari Liana, Lilian.


Beberapa saat yang lalu, setelah menceritakan semua masa lalu Moses, wanita tua itu kemudian mengatakan sesuatu kepada Liana.


“Ada satu hal lagi yang ingin ku beritahukan padamu, Gadis cantik,” ucap Nyonya tua Mo kepada Liana.


Gadis itu masih nampak mengusap lelehan bening di wajahnya, dengan isak yang tertahan.


“Hal... Hal apa lagi, Nyonya?” tanya Liana.


“Ini tentang ibumu,” sahut Nyonya tua Mo.


Liana seketika menghentikan tangisnya, dan fokus pada perkataan wanita tua tersebut yang menyinggung soal ibunya.


“Sebelum dia memutuskan untuk menyerahkan diri, Moses berpesan padaku untuk memberitahu mu masalah ini. Sekarang, dia sudah akan menerima hukumannya, dan wanita jahat itu pun sudah tertangkap, jadi dia memintaku untuk memberitahukan mu di mana letak tempat persembunyian dan makam ibumu,” ucap Nyonya tua Mo.


“Nyonya, apa... Apa Anda tahu di mana tempat itu? Tolong katakan padaku,” pinta Liana.


“Heaven Forest. Jauh di dalam hutan libur yang lebat dan gelap, terdapat sebuah pondok berburu milik seorang pria bermarga Yu. Pria itu adalah ayah dari pelayan setia ibumu. Jika kau berjalan dari pondok itu sebentar ke arah barat, maka kau akan melihat sebuah sungai kecil. Makam ibumu berada di dekat sungai itu,” ucap Nyonya tua Mo.

__ADS_1


“Apa... apa kau... yakin?” tanya Liana terbata.


Dia tak mampu lagi berkata-kata dengan benar, saat tempat terakhir sang ibu berhasil ia ketahui.


Nyonya tua Mo hanya mengangguk. Setelah itu, Liana meminta Falcon untuk segera mengantarkannya ke sana. Falcon pun mengiyakan.


Setelah berpamitan dengan yang lain, keduanya pun melaju menuju ke Heaven Forest, di mana makam sang ibu berada menurut perkataan dari Nyonya tua Mo, dan di sinilah Liana serta Falcon sekarang.


Mereka telah tiba di hutan lebat, Heaven Forest. Kawasan ini berada di perbatasan negara bagian A dan B.


Salah satu kawasan alam liar, di mana terdapat hutan lebat dengan segala kekayaan flora dan faunanya.


Menjelang musim dingin seperti ini, semua tumbuhan terlihat tinggal batang tanpa daun. Semuanya telah gugur ke tanah untuk menyambut turunnya salju.


Liana ingat, di dalam surat sang ibu saat dia berhasil mendapatkan kotak kayu dari Paman dan Bibi Luo nya di Metropolis. Di surat tersebut, sang ibu mengatakan jika selama kehamilannya, dia tinggal di rumah berburu keluarga Vivian, ibu angkat Liana.


Akan tetapi, fokus Liana saat itu adalah membalas perbuatan Bibi Carol dan Jessica, dan membuatnya lupa untuk mencari tempat tersebut.


Ditambah semua kesibukannya di perusahaan, serta masalah yang datang sili berganti, membuatnya baru bisa datang ke tempat tersebut sekarang.


Rumah itu nampak sangat tua. Kayunya pun tampak lapuk. Di masa sekarang, sudah jarang orang berburu hewan liar untuk makanan mereka. Sehingga rumah pondok tersebut sudah lama tak dikunjungi orang.

__ADS_1


Liana mencoba melihat ke dalam. Imajinasinya seolah menggambarkan, saat bagaimana sang ibu yang harus tinggal hanya bersama pelayannya di tempat terpencil seperti ini dalam kondisi hamil dan lemah.


Hatinya kembali terasa sakit. Dia ingat Vivian pernah mengatakan bahwa Liana lahir di awal musim semi. Itu berarti, sang ibu melewati dinginnya musim salju di tempat yang seperti ini.


Liana kembali tak bisa berdiri tegap. Kakinya lemas saat harus membayangkan penderitaan sang bunda dulu, ketika berusaha menyelamatkan hidup janin di dalam kandungannya.


Falcon yang selalu menemani Liana pun, berusaha menopang tubuh ringkih yang masih perlu pemulihan itu, agar tak sampai ambruk.


“Ibu...,”


Hanya satu kata yang bisa keluar dari dalam mulut gadis tersebut. Sesak benar-benar membuat dadanya sakit. Dia bahkan tak bisa bernafas dengan benar saat ini.


Liana menangis sejadinya di tempat tersebut, di dalam pelukan sang kekasih.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2