
“Liana, tunggu aku! Liana!” panggil Christopher.
Namun, gadis itu sama sekali tak menoleh. Dia terus saja berjalan menjauh keluar dari restoran. Dia mengeluarkan kunci mobil dan menekan pembuka kunci otomatis.
Sesampainya di parkiran sana, Liana pun segera masuk ke dalam mobil. Dia tak peduli lagi dengan kedua orang yang tengah berjalan di belakangnya.
Christopher berhasil menyusulnya. Dia berusaha mengetuk kaca mobil gadis itu, dan mencoba memintanya untuk tetap tinggal. Namun, Liana seolah tak mau tau dan segera tancap gas meninggalkan Christopher. Gadis itu bahkan hampir membuat Christopher terserempet mobilnya.
Dari arah dalam, nampak Lusy Jung keluar dan menghampiri pemuda itu. Dia marah karena Christopher meninggalkan dia dan justru mengejar Liana yang menurutnya gadis tak jelas.
“Chris! Kenapa kamu malah mengejar gadis itu? Kamu tidak lihat kalau dia sudah kurang ajar padaku? Harusnya kamu lebih peduli padaku, bukan malah sundal itu!” cecar Lusy.
Christopher nampak mengusap kasar wajah dan rambutnya.
“Lusy! Aku peringatan kamu! Jangan berani-berani ganggu aku terus. Aku tidak ada kewajiban sedikit pun untuk memperhatikanmu. Kau sendiri yang menawarkan diri pada kakek untuk ikut kemari, tapi bukan berarti aku harus menjagamu. Bukannya kau sudah ada pengawal dady mu yang hebat itu,” seru Christopher geram.
Dia berjalan meninggalkan Lusy, namun gadis itu seolah tak tau malu, dan terus mengikuti langkah Christopher.
“Chris! Apa bagusnya gadis itu dibandingkan dengan ku? Dia hanya orang miskin kampungan yang tidak tau malu. Tidak punya sopan santun. Kau lihat yang dia lakukan tadi? Harusnya kau membela ku!” rengek Lusy.
Christopher menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap gadis yang sedari tadi terus mengikutinya.
“Apa perlu ku beri kau cermin? Dia itu tidak kampungan dan dia tidak miskin. Apa status seseorang bisa dilihat dari penampilan? Kalau iya, berarti orang kaya yang kamu maksud adalah orang-orang norak yang kemana-mana seperti toko pakaian berjalan, dan berusaha memberi tahu orang tentang harta secuil yang dimilikinya.”
__ADS_1
“Satu hal lagi. Mataku masih sehat dan bisa melihat dengan jelas mana yang benar dan salah. Kau sendiri yang duluan mencoba meraih gelas ku dan berniat menyiram dia bukan? Hanya saja kau kalah cepat dari dia. Jadi, kau terima saja akibat dari ulah mu sendiri,” tutur Christopher.
Pemuda itu pun kembali berjalan menuju mobilnya dan pergi dari tempat tersebut. Dia meninggalkan Lusy seorang diri di sana dan segera pergi ke apartemen seniornya.
...👑👑👑👑👑...
Keesokan harinya, seperti biasa Liana lebih dulu mendatangi area konstruksi hingga siang hari. Kali ini, dia hanya mengawasi dari jauh tanpa mengganggu satu pun pekerja yang sedang bekerja.
Tepat pukul sepuluh, Liana merasa jika semuanya berjalan dengan lancar dan akan segera meninggalkan area proyek lebih awal.
Ketika berjalan menuju ke tempat mobil berada, tiba-tiba seseorang menarik rambutnya dari belakang. Gadis berambut panjang itu pun memekik kesakitan dan memegangi ikatan rambutnya kuat-kuat.
Wajahnya sampai mendongak ke atas karena kerasnya tarikan. Namun, Liana memutar dan membuat dirinya menghadap ke arah orang tersebut.
“Aaaaarrrggghhh!” pekik Lusy.
Liana yang sudah terlepas, kini bisa berdiri dengan tegap. Sedangkan Lusy, sekarang gadis itu lah yang giliran kesakitan, karena tarikan Liana pada rambutnya semakin kuat.
Dengan nafas yang masih terengah-engah, Liana merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya dengan masih menarik surai coklat kemerahan Lusy menggunakan satu tangannya.
“Tindakan mu masih sama pengecutnya dari dulu. selalu menyerang dari belakang,” ucap Liana.
“Lepaskan aku!” seru Lusy.
__ADS_1
“Lepas? Kau sendiri yang mulai, jadi sebelum kau minta maaf, jangan harapa aku bersikap lunak!” sahut Liana tegas.
“Dasar jal*ng si*lan! Aaaarrgghh!” pekik Lusy lagi di sela umpatannya.
Liana semakin memperkuat tarikannya seiring ucapan dan sikap Lusy yang tak mau mengakui kesalahannya.
“Masih belum menurut?” tanya Liana dengan sedikit menarik rambut gadis lancang itu.
Lusy semakin memekik kesakitan, dan akhirnya menyerah.
.
.
.
.
Ternyata masih bisa up🤭
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1