
Malam selepas pesta, setelah mencoba membujuk sang putri agar tak terus merajuk karena ditinggal oleh Falcon di depan lift, Moses Jung kemudian kembali ke kamarnya diikuti oleh Henry.
Sang tangan kanan itu sengaja mengajukan diri untuk mengantar bonya sampai ke tempat istirahat, karena ada hal yang ingin disampaikan.
Sesampainya di depan pintu kamar hotel, Moses berhenti namun hanya menoleh ke arah samping.
“Apa ada yang ingin kau sampaikan, Hen?” tanya Moses.
“Apa Anda ada waktu sebentar?” tanya Henry.
“Kalau tidak, untuk apa aku mengijinkan mu mengikuti ku sampai kemari. Masuklah!” seru Moses.
Sang ketua rupanya masih memiliki insting yang tajam, dan sangat mengenal sifat para anggotanya satu persatu.
Hal itu lah yang diajarkan oleh Moses kepada Falcon, sebelum dia menyerahkan Jupiter kepada pangeran terbuang itu, sehingga Falcon bisa semakin memperbesar geng tersebut, dengan anak buah yang selalu loyal padanya.
Henry pun mengikuti Moses masuk ke dalam ruangan. Sang ketua nampak melonggarkan dasi yang sedari tadi seperti mencekik lehernya, dan melepas balutan jas hitam, serta membuka kancing atas rompi yang ada di balik jasnya.
Moses kemudian mengambil sebotol minuman dan dua buah gelas anggur, serta sebuah kotak kayu berukuran sedang dari dalam lemari. Dia kemudian berjalan ke arah ruang depan dan meletakkan semua itu di atas meja.
Pria tersebut kemudian duduk di sofa, dengan kaki yang menyilang ke atas.
__ADS_1
Henry mendekat dan duduk di sofa single yang berada di dekat Moses. Dengan sendirinya, tanpa diperintah oleh Moses, Henry meraih botol minuman dan membukanya. Dia menuangkan minuman tersebut untuk sang bos dan menyuguhkannya di hadapan pria paruh baya tersebut.
Moses terlihat tengah menyulut cerutu yang dikeluarkannya dari dalam kotak kayu tadi. Satu sesapan dan seketika asap mengepul dengan pekat di sekitar pria itu.
“Apa kau ingin bicara tentang Alex?” tanya Moses.
“Benar, Bos. Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu,” ucap Henry.
“Apa kau tak suka aku kalau membiarkannya dekat lagi dengan Lusy?” tanya Moses.
“Bukan itu, Bos. Aku paham kalau kau sedang menjaga jarak dengannya. Kau bahkan tak mengundangnya datang ke ruangnmu ini padahal kalian sudah lama tidak bertemu,” sahut Henry.
“Kau memang paling mengerti aku. Katakan, ada hal penting apa sampai kau ingin mengatakannya malam-malam seperti ini,” seru Moses.
Nampak Moses kembali menyesap lilitan tembakau besar itu, dan menghembuskannya ke udara.
“Ehm... Bukannya gadis itu terlihat dekat dengan Tuan muda Chen? Dulu juga dia kan yang kita jadikan sandra agar pemuda itu mau pulang? Dan malam ini pun mereka datang bersama-sama di pesta," tanya Moses.
Henry pun menceritakan kecurigaannya atas apa yang telah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri di area pabrik terbengkalai, saat dulu dia menyandera Liana dalam upaya membawa pulang Christopher.
Dia bahkan melihat bagaimana paniknya Falcon saat Henry mencoba menabrak Liana tempo hari di depan gedung The Palace. Meski saat itu juga terlihat Christopher di sana, namun reaksi Falcon benar-benar menunjukkan perasannya yang sebenarnya terhadap gadis itu.
__ADS_1
Moses hanya diam dan membiarkan Henry mengatakan semuanya tentang sang ketua Jupiter saat ini. Satu buah cerutu hampir habis untuk mendengarkan penuturan dari Henry. Dia pun kemudian meletakkan puntungnya ke dalam asbak yang berada di atas meja.
Pria paruh baya tersebut mengambil segelas anggur yang sebelumnya dituangkan oleh Henry ke dalam gelas. Dia menggoyang beberapa kali gelas itu dan mencium aroma kuat dari wine tersebut.
Moses menyesap sedikit wine itu, dan kemudian meneguk seluruh isi gelasnya.
“Ehm... Sepertinya kita perlu berjalan-jalan ke Grey Town untuk menemui teman lama. Kau temani aku ke sana,” ucap Moses.
“Baik, Bos,” sahut Henry.
.
.
.
.
Mau ngapain ya tuan Jung ke grey town? 🤔
tunggu lanjutannya besok bestie😘
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘