Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Sebuah petunjuk


__ADS_3

Di tempat lain, Moses mendengar kabar mengenai penyerangan di pemukiman nelayan yang berada di pesisir utara negara bagian A. Hal ini mengingatkannya akan seseorang yang saat itu juga berada di sana.


Dia pun segera menuju ke Yayasan Amal miliknya,dan mencari Henry di sana.


"Dimana Henry?" tanya Moses saat baru saja tiba di gedung utama.


"Dia pergi sejak kemarin, bos," jawab Alice.


Moses pun kemudian masuk ke dalam ruang kantor kepala yayasan tempat Henry bekerja, dan meminta Alice memutarkan rekaman CCTV di dalam ruangan tersebut beberapa hari yang lalu.


Awalnya Alice mengatakan bahwa CCTV di ruangan tersebut rusak. Namun, Moses tak kurang akal. Dia memang sudah mengantisipasi kejadian semacam ini, dan diam-diam meletakkan beberapa kamera pengintai di ruangan tersebut tanpa sepengetahuan Henry maupun alice.


Dia kemudian mengambil salah satunya, dan mencoba mencari suatu petunjuk yang mungkin saja berkaitan dengan penyerangan tersebut.


...👑👑👑👑👑...


Beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah bertemu dengan Amber pagi-pagi buta di tempat biasa, yaitu kantor Yayasan Amal Xing Ping, dan mendengar keluhan Amber yang meminta dia untuk melenyapkan Liana, sebuah surat datang dari seseorang, yang ditujukan untuknya.


Saat itu, dia tengah berdiri di depan jendela sambil menyesap cerutu, memandangi kepergian mobil sang pujaan hati.


Sebuah ketukan terdengar dari balik pintu, membuat fokusnya teralihkan.


“Masuk!”serunya.


Nampak pintu terbuka, dan seorang wanita berpenamlilan rapi masuk ke dalam.


“Ada apa, Alice?” tanya Moses.

__ADS_1


“Semalam ada surat yang datang untuk mu, bos,” sahut Alice.


Moses berbalik dan berjalan ke arah meja kerjanya. Alice menyerahkan amplop tersebut kepada Moses, dan kembali pergi dari sana.


Moses nampak membolak balikkan benda tersebut beberapa kali, seolah tengah memperhatikan surat tersebut dari luar.


Pria itu kemudian membuka amplop tersebut, dan melihat sebuah foto yang diambil dari udara, yang menunjukkan sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh bukit karang yang menjulang tinggi, dengan sebuah rumah pondok kecil di tepi pantainya.


Moses membalik foto tersebut dan melihat deretan angka yang membentuk sebuah titik koordinat seuatu tempat, serta sebuah inisial.



Tiba-tiba, sebuah ketukan kembali terdengar di luar pintu. Moses segera menyimpan foto tersebut di balik saku jas dan meremas amplop bekasnya, serta melempar benda itu ke dalam tempat sampah.


“Masuk!” seru Moses.


“Maaf, Bos. Aku baru saja kembali dari luar. Alice bilang kau pagi-pagi kemari bertemu dengan Nyonya Callister,” ucap Henry.


“Yah, hanya urusan biasa. Tidak terlalu penting. Aku ada urusan lain. Ku kembalikan kantormu lagi,” ucap Moses.


Pria itu pun berjalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Henry seorang diri di sana. Sang tangan kanan tak menyusulnya, dan malah berjalan ke arah jendela. Setelah memastikan sang bos pergi, dia kemudian mencari sesuatu di dalam ruangan tersebut.


Setia suruh ia geledah, hingga terakhir dia menumpahkan isi tempat sampah dan mencari sesuatu di sana. Sebuah kertas yang sudah kusut mengundang perhatiannya. Henry pun mengambil benda tersebut dan mengurainya.


Sekilas tak ada yang aneh dengan amplop surat yang telah kusut itu. Nama pengirim dan penerima tertulis dengan jelas, sama seperti surat pada umumnya.


Akan tetapi, jika dilihat dengan lebih teliti, alamat yang tertera dan cap stempel post berbeda. Ditambah, perangko yang digunakan bergambar kapal nelayan.

__ADS_1


Henry ingat betul jika dia tak mengenal benda yang saat ini ada di tangannya. Dia pun meyakini jika inilah yang tadi sempat disembunyikan oleh Moses sebelum dia masuk ke dalam.


Dia tahu jika semalam ada surat yang datang ke yayasan mereka, akan tetapi dia sedang tak berada di sana. Terpaksa, Alice yang menyimpannya dan hendak diminta keesokan harinya.


Siapa sangka, berita pagi itu membuat Amber meminta bertemu pagi-pagi buta dengan Moses di yayasan tersebut. Sehingga, Henry harus melewatkan untuk mengetahui apa isi dari surat tersebut.


Namun, pria licik itu tak hilang akal, bahkan petunjuk tersembunyi di amplop luar tersebut pun bisa menjadi petunjuk baginya.


Tak perlu waktu lama, otak cerdik pria itu pun bisa menangkap petunjuk tersembunyi di sana. Sebuah seringai muncul di wajah Henry.


Rupanya di sana kau sembunyi. Jadi, Bos benar-benar melindungi kalian? Baiklah, kalau begitu mari kita bermain petak umpet. Akan ku tangkap kalian semua sekaligus, batin Henry.


Tawanya terdengar begitu keras, menggema di seluruh ruangan tersebut.


.


.


.


.


masih ada satu lagi ya bestie 😁tungguin☺🙏


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2