
FLASH BACK, PETER POV
Dua puluh lima tahun yang lalu, aku memutuskan pergi dari rumah. Saat itu, jalur transportasi laut masih begitu digemari untuk bepergian antar pulau.
Jika kau ingat keponakanku, Christopher, maka aku hampir sama sepertinya yang suka berpetualang.
Aku pergi dari rumah karena merasa pengap dengan perebutan kekuasaan yang dimiliki oleh ayahku. Kedua kakak laki-laki ku berlomba untuk mendapatkan perhatian ayah dan mendapat pengakuan darinya. Sedangkan aku, sangat malas untuk melakukan hal itu.
Saat itu, keluarga ku menjadi klan terbesar di Empire State, yang menguasai hampir seluruh lini perekonomian di kota tersebut, yang merupakan ibu kota negara. Jadi tidak heran, jika ayahku pun ingin agar anak dan ke turunnya bisa berpikir ke depan supaya kekuasaannya tak hilang begitu saja dan terputus sampai di generasinya.
Saat kakak tertuaku mendapatkan seorang putra, aku berpikir jika beban ku berkurang setengah, karena ayah pasti akan lebih memperhatikan bayi mungil itu dari pada aku yang adalah putra ketiga, dan bukan calon penerus utamanya.
Aku memilih pergi ke tempat asing, di mana tak ada satu pun orang yang tau tentang siapa diriku sebenarnya. Karena tak dipungkiri jika karena identitas ku itu, banyak orang yang berusaha menjilat dan memanfaatkan ku untuk mendapatkan keuntungan dari ayahku.
Yah, memang itu sudah menjadi resiko seorang anak dari pria berpengaruh. Layaknya seorang pangeran di dunia bisnis yang selalu diincar setiap saat.
Di perjalanan, aku tak sengaja bertemu seorang pemuda seusia ku. Dia terlihat biasa saja dengan jas tua dan tas koper usang miliknya.
Dia kebetulan menjadi teman sekamar ku di kapal itu. Dia bilang, dia berasal dari negara bagian B yang terkenal dengan industri beratnya. Tak heran jika melihat penampilannya yang sama sekali tak bergaya, dan mencerminkan seorang pandai besi.
Pemuda itu dan aku banyak bertukar cerita kehidupan. Aku seperti tertarik untuk mengenalnya lebih dekat. Hingga akhirnya, aku tahu jika tujuan kami sama yaitu Golden City.
__ADS_1
Kota ini bukan lah ibu kota negara bagian A, namun prospek ke depan dari kota ini sangat menjanjikan, dilihat dari kondisi alam dan lingkungannya, mengingat ibu kota negara bagian itu sendiri yang adalah Grey Town, sudah terkenal sebagai kota hitam sejak dulu, dan menjadi ajang perebutan kekuasaan para gangster.
Hal ini lah yang menjadikan alasan pemerintah setempat membangun sebuah kota baru, yang kelak akan menjadi ikon wilayah tersebut.
Aku adalah seorang sarjana di bidang arsitektur. Sebuah perusahaan konstruksi yang belum lama ini berdiri di kota Golden City, menjadi tujuan ku kali ini.
Aku tak tahu siapa pemiliknya dan aku sama sekali tak mengenalnya. Itulah alasan kenapa aku memutuskan untuk pergi ke perusahaan tersebut.
Pemuda yang ku temui itu pun ku ajak untuk bergabung denganku di sana, karena dari pengakuannya, dia pun belum memiliki tujuan pasti setibanya di kota itu.
“Apa kau punya keahlian khusus?” tanyaku pada pemuda itu.
“Ehm... Sepertinya tidak ada, kecuali yang berhubungan dengan besi,” jawabnya.
“Memang pekerjaan seperti apa itu?” tanyanya
“Kuli bangunan,” ucapku.
Pemuda itu terlihat diam sembari berpikir. Beberapa saat kemudian, dia pun kembali bersuara.
“Sepertinya itu bukan ide buruk. Baiklah. Aku akan ikut denganmu,” ucapnya.
__ADS_1
“Oke. Karena kita akan bersama mulai sekarang, bagaimana kalau kita lebih dulu memperkenalkan diri masing-masing. Bukankah akan lebih baik jika kita bisa saling mengenal?” ucapku.
Pemuda itu mengangguk menyetujuinya. Aku pun mengulurkan tangan kepadanya.
“Perkenalkan, namaku Peter Chen. Panggil saja aku Peter,” ucap ku memperkenalkan diri.
Pemuda itu pun dengan senang hati menjabat tanganku, dan memperkenalkan dirinya.
“Aku Moses Jung. Terserah kau mau panggil aku apa,” ucapnya.
.
.
.
.
Hari ini selesai y bestie 🥰 besok lanjut lagi 😉
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘