Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Ekspresi yang sulit diartikan


__ADS_3

Sarapan pagi ini tak terlalu berbeda meski tanpa kehadiran dari Amber, sang nyonya pertama. Tuan Harvey dan semua orang tampak biasa saja. Hanya kedua putri Amber yang terlihat diam dan terus melihat Liana dengan tatapan tak suka.


Namun, gadis licik itu bersikap biasa saja dan tak peduli sama sekali. Di benaknya, kedua nona itu sama sekali bukanlah lawannya. Mereka hanya sekumpulan anak manja yang tak pernah tau kerasnya hidup di dunia, hanya karena terlahir dari keluarga yang kaya raya.


Berbeda darinya, meski dia memiliki kakek yang kaya, namun karena ibu mereka, Liana harus menjalani kehidupan yang sangat berat sejak kecil.


Seusai sarapan bersama, Liana pamit undur diri karena harus kembali mengurusi proyek Paradise.


“Terimakasih atas undangannya, Tuan Harvey. Sekarang, saya harus kembali ke kota,” ucap Liana.


“Baiklah. Buatkan aku paradise yang benar-benar indah,” sahut Tuan Harvey.


“Akan saya usahakan, agar bisa melebihi ekspektasi Anda,” timpal Liana percaya diri.


Keduanya pun tertawa. Liana kemudian pergi dengan diantarkan oleh Falcon. Saat itulah, Jack datang dan berpapasan dengan mobil mereka berdua.


Sesampainya di halaman rumah tersebut, Jack pun keluar dan menghampiri sang tuan besar, yang masih berdiri di depan teras setelah mengantar Liana, sambil memandang kepergian dua anak muda tadi.


“Selamat pagi, Tuan Harvey,” sapa Jack.


“Pagi. Kebetulan kau datang. Aku punya tugas untuk mu,” sahut Tuan Harvey.


“Ada apa, Tuan?” tanya Jack.


“Cari informasi lengkap tentang gadis arsitektur itu!” seru Tuan Harvey.


“Maksud Anda, Nona Wang?” tanya Jack memastikan.

__ADS_1


“Iya, siapa lagi gadis arsitek yang aku kenal?” timpal Tuan Harvey.


“Bukankah dia adalah cucu Presdir Wang dari Wang Construction? Beliau juga sudah mengumumkannya ke publik tentang hal itu. Anda juga melihat beritanya, bukan?” sahut Jack.


“Tapi, apa kau pernah berpikir kenapa Presdir Wang baru menunjukkan siapa cucu sekaligus penerusnya? Kita bahkan tak pernah mendengar kabar tentang anak dari Presdir Wang itu? Itu yang ku ingin kau cari tahu. Semua hal tentang gadis itu tanpa terlewat sedikit pun,” perintah Tuan Harvey.


“Baik, Tuan,” sahut Jack.


Kedua orang itu terlihat masuk ke dalam rumah, karena ada sesuatu yang harus Jack laporkan mengenai perusahaan.


...👑👑👑👑👑...


Liana dan Falcon berencana melewati hari dengan menyibukkan diri mereka dalam kegiatan proyek paradise. Liana meminta kekasihnya itu untuk mengantarkannya terlebih dulu ke asrama, agar dia bisa berganti pakaian, setelah itu baru pergi ke area proyek.


Setelah satu jam meninjau proyek, Falcon harus pamit karena ada urusan lain di perusahaan.


“Sepertinya, aku tidak akan meminta mu untuk menjemput ku. Aku akan pergi dengan rekanku ke pabrik material bangunan yang berada di dekat sini. Ku dengar mereka memiliki bahan bangunan dengan kualitas bagus dengan harga terjangkau,” sahut Liana.


“Apa ada informasi baru? Kenapa tim ku tak ada yang membahasnya?” tanya Falcon.


“Aku juga baru mendengarnya tadi dari salah satu pekerja,” ucap Liana.


“Benarkah? Dari mana pekerja itu tahu hal itu?” tanya Falcon lagi.


Baru saja hendak berucap, namun Liana seolah seperti menangkap sesuatu yang membuat bibirnya kembali terkatup.


Dia pun segera mengalihkan pembicaraan sang kekasih, agar tak lagi bertanya padanya mengenai hal itu.

__ADS_1


“Nanti ku tanyakan padanya. Kau bilang ada urusan, bukan? Pergilah atau kakekmu akan mengurung mu lagi di rumahnya yang besar itu,” ucap Liana kemudian.


“Baiklah. Kau berhati-hati di sana. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku. Orang ku akan selalu mengawasimu,” ucap Falcon.


“Iya, Tuan posesif. Sudah sana pergilah,” seru Liana.


Falcon pun berbalik dan berjalan menjauh dari Liana.


Di saat itu, Liana terlihat tengah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


“Halo, Sepupu. Sepertinya kita harus melakukan rencana berikutnya secepatnya. Malam nanti, mari bertemu di luar,” ucap Liana.


Gadis itu kemudian menutup teleponnya. Tatapannya lurus ke depan dengan ekspresi wajah yang sulit untuk diartikan.


.


.


.


.


Maaf bestie 🥰hari ini segini dulu ya☺besok lanjut lagi😁🙏


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2