
Grey Town, kota hitam yang penuh dengan kriminalitas terselubung. Banyak tempat hiburan malam didirikan di sana, sebagai tempat berbagai macam transaksi ilegal.
Malam ini, bos dari tempat hiburan malam terbesar di kota tersebut, nampak kalang kabut setelah mendengar kabar kedatangan seseorang yang penting ke markas besar geng mereka.
“Apa kau yakin itu dia? Dengan siapa dia datang tengah malam begini? Bukakah bos bilang dia sedang ada di tempat adikku?” tanya sang germo nyentrik, Long.
Dia terlihat tengah berjalan tergesa-gesa menuju ke arah lobi club malamnya, sambil berbicara dengan seseorang dari sambungan telepon.
“Baiklah! Aku akan segera ke sana!” ucapnya kemudian.
Dia memutus sambungan dan masuk ke dalam mobil. Dia melajukan mobil tersebut menuju ke markas mereka di gedung tua.
Sementara itu di markas, semua orang merasa terkejut dengan kehadiran seorang gadis yang sudah sejak awal menyandang gelar kakak ipar di geng Jupiter, sejak Falcon membawanya ke club, saat Liana jatuh pingsan dulu.
Perlakuan sang bos yang tak biasa, membuat semua anak buahnya memandang spesial pada Liana. Gadis itu mampu membuat pria kejam dan berdarah dingin itu menjadi sosok yang lembut dan penyayang, serta peduli pada orang lain.
Sejak saat itu lah, setiap anggota geng tersebut memanggil Liana sebagai kakak ipar dan sangat menghormatinya.
Malam ini, tiba-tiba saja Liana datang ke markas tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kondisi markas setelah ditinggal oleh bos dan beberapa petinggi geng lainnya, terlihat agak sedikit berantakan karena kurang pengawasan dari Long, yang selalu sibuk di club malam.
Liana masuk begitu saja membuat semua orang yang sedang duduk dan bersantai sambil minum alkohol, langsung berdiri meski sedikit sempoyongan.
Mereka semua menunduk menyambut kedatangan Liana.
“Selamat datang, Kakak ipar!” ucap mereka bersahutan.
Liana nampak mencari-cari sesuatu di sana, membuat semuanya kebingungan.
“Ehm, maaf, Kakak ipar. Bos sudah kembali ke Empire State beberapa hari yang lalu,” ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
“Chip! Hacker itu! Di mana dia?” tanya Liana.
Matanya masih terus mengedar ke segala penjuru ruangan, mencari tempat yang dikatakan tersembunyi, dan merupakan tempat di mana sang hacker itu bersarang.
“Anda datang mencari Chip?” tanya salah satu anggota memastikan.
Liana menoleh dan menatap lurus ke arah pria yang bertanya tadi.
“Yah! Cepat katakan di mana dia!” seru Liana dengan suara yang meninggi.
Orang itu pun kemudian berjalan menuju ke arah, di mana ruangan Chip, sang hacker, berada.
“Dia di dalam sini, Kakak ipar,” ucapnya sambil menunjuk ke sebuah arah.
Nampak sebuah dinding dengan cat hitam yang terlihat sama saja dengan yang lainnya.
“Buka pintu!” seru Liana.
Dia mengetuk pintu itu beberapa kali dengan nada ketukan yang sedikit aneh, dan terdengar seperti sebuah kode. Liana bahkan sampai memicingkan matanya dengan alis yang berkerut hampir menyatu.
Setelah beberapa saat ketukan aneh itu dilakukan, pintu pun terbuka sendiri seolah ada sistem otomatis di sana.
“Silakan masuk, Kakak ipar,” seru anggota geng tadi.
Tanpa menunggu lagi, Liana pun segera masuk dan pintu kembali tertutup.
Di dalam sana, banyak sekali perangkat komputer yang terpasang. Seperti masuk ke genre science fiction, di mana banyak terdapat perangkat canggih dan juga robot.
Lampu-lampu LED kecil yang terus menyala berkedip-kedip berbagai warna, menghiasi ruangan yang bercahaya temaram tersebut.
__ADS_1
“Kalian ini manusia atau hewan nokturnal? Suka sekali dengan kegelapan. Apa tidak bisa nyalakan lampu yang lebih terang?” keluh Liana saat dia tak bisa melihat jelas ke depan.
Tiba-tiba, lampu menyala dan semuanya di ruangan tersebut pun terlihat.
Seorang pemuda berusia belasan tahun akhir, nampak duduk di antara perangkat-perangkat tersebut.
Ada sekitar enam monitor yang berjejer di depannya, yang membentuk sebuah layar lebar.
“Ada apa Kakak ipar datang mencari ku?” tanya Chip langsung.
“Aku ingin kau mencari tahu tentang seseorang!” sahut Liana.
“Siapa yang ingin kau cari? Jika bos, kau bisa pergi ke Empire State. Jika itu ayahmu, kau bisa pergi ke rumah pantai Q...,” oceh Chip.
“Amber Callister! Carikan semua informasi tentang dia sekarang juga!” seru Liana yang membuat Chip bungkam seketika.
.
.
.
.
Kirain mau nyariin babang Falcon, ternyata nyariin Chip🤭
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1