Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kalang kabut


__ADS_3

Sesampainya di rumah besar bak istana itu, Falcon segera berlarian masuk ke dalam dan membuat seisi rumah heboh dibuatnya.


“Kelakuan macam apa ini? Datang-datang sudah langsung membuat onar. Memang tidak tahu aturan!” maki Amber yang saat itu juga baru turun dari lantai atas.


“Di mana pak tua itu? Apa dia di atas?” tanya Falcon pada salah satu Pelayan yang terlihat di sekitar meja makan.


“Maaf, Tuan muda. Tapi, Tuan besar belum kembali dari Empire State sejak pagi,” sahut pelayan itu.


“Untuk apa kau mencari orang tua itu?" tanya Amber.


"Ini bukan urusan Anda, Nyonya," sahut Falcon dingin.


Pria itu berbalik dan hendak berjalan menuju ke arah lift, bermaksud mencari kakeknya langsung di ruangannya. Namun tiba-tiba, Amber kembali membuka suara dan membuatnya urung melangkah.


"Ah... Jangan-jangan, dia sudah bertindak sendiri? Benar, bukan? Ku rasa kau terlalu meremehkan orang tua itu. Apa kau lupa kalau kakek mu adalah orang yang kejam. Dia tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan kerikil-kerikil kecil yang ada di depannya. Bersiaplah untuk kehilangan seseorang yang berharga lagi, anak muda. Hahaha... Hahaha....,” ucap Amber.


Mendengar perkataan dari ibu tirinya, Falcon semakin khawatir dengan kondisi Liana.


Dia pun segera berlari keluar, dan menyalakan mesin mobilnya kembali. Dia pergi dan menuju ke Empire State dengan tujuan penginapan tempat Liana dan rombongannya tinggal selama di kota tersebut.

__ADS_1


Dia tak tahu lagi harus mencari Liana kemana. Jika saat masih menjadi pemimpin geng Jupiter, dia akan sangat mudah menemukan siapa pun yang dia inginkan. Namun saat ini, dia hanyalah seorang pria biasa yang tak punya kemampuan apa pun, bahkan untuk melacak keberadaan seorang gadis.


Dia benar-benar frustasi dan cemas akan kondisi Liana saat ini. Satu-satunya tempat yang dipikirkannya hanyalah penginapan itu, dan berharap dia bisa mendapatkan petunjuk di mana keberadaan Liana di sana.


Sesampainya di penginapan , Falcon segera masuk dan berteriak memanggil nama Liana, hingga membuat salah satu anggota tim Liana keluar dari kamarnya dan menemui Falcon.


“Tuan muda. Apa yang Anda lakukan di sini?” tanya orang itu.


“Di mana Liana? Katakan, di mana dia?” tanya Falcon cepat.


“Oh... Nona Wang saat mungkin sudah sampai di bandara,” ucapnya.


“Apa? Bandara? Bukankah dia pergi menemui kakekku?” tanya Falcon cepat.


Dia memanggil Falcon yang tiba-tiba berbalik dan berlari pergi setelah mendengar, bahwa Liana pergi ke bandara.


Keributan itu sontak membuat sebagian orang keluar dan melihat hal tersebut.


“Ada apa? Kenapa Tuan Muda Harvey nampak panik begitu?” tanya yang lain.

__ADS_1


“Dia mencari Nona Wang dan tiba-tiba saja berlari saat ku beritahu di mana gadis itu berada,” sahut orang tadi.


“Apa kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada Tuan Muda itu?” tanya yang lain lagi.


“Dia sudah pergi lebih dulu sebelum ku jelaskan padanya. Ah... Biarkan saja lah. Entah apa yang sedang terjadi, yang jelas ini urusan mereka berdua. Kita tidak perlu imut campur. Biarkan mereka selesaikan sendiri. Ayo, sebaiknya kita istirahat saja,” ucap orang tadi.


.


.


.


.


Waduh 😱😱😱😱 ngapain si eneng ke bandara ya? Apa jangan-jangan dia beneran mau pergi ninggalin abang 🤔🤔🤔🤔


Tunggu lanjutannya besok lagi ya bestie 😁


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


 


__ADS_2