Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Aku hanya khawatir


__ADS_3

Usai makan malam, Falcon mengantar Liana ke kamarnya. Gadis itu merasa sedikit senang, karena malam ini telah berhasil membuat Amber kesal, tapi tak bisa berbuat apapun padanya.


“Ini kamarmu,” ucap Falcon, saat mereka telah tiba di depan pintu sebuah kamar.


Pria itu membukakan pintu untuk Liana.


“Thanks, Honey. Kalau begitu selamat malam,” sahut Liana.


Gadis itu pun masuk, namun rupanya Falcon juga ikut masuk ke dalam dan membuat Liana terkejut. Pria itu bahkan mengunci pintunya rapat-rapat.


“Hei, Tuan. Mau apa kau ikut masuk kemari?” tanya Liana.


Gadis itu bahkan sampai berjalan mundur, sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.


Falcon terus bergerak maju hingga membuat Liana tersudut, dan kakinya terbentur pinggiran ranjang. Gadis itu pun terduduk.


Falcon terus maju dan membuat Liana semakin mundur hingga nyaris rebahan. Karena hampir jatuh, Liana pun mendorong Falcon kuat-kuat agar menjauh darinya.


Namun, sebuah sentilan mendarat di kening Liana, dan membuat gadis itu seketika memekik kesakitan. Dia mengusap-usap keningnya yang merah dan nyeri karena kelakuan dari sang kekasih.


“Otakmu ini isinya apa sih? Kau kira aku mau melakukan apa sampai kau panik seperti itu? Mesum,” ejek Falcon.


“Hei, Tuan. Aku ini seorang gadis polos. Tubuhku ini secara tak sadar membuat pertahanan diri karena kau tiba-tiba saja ikut masuk ke dalam kamarku. Bahkan kau juga mengunci pintunya. Bagaimana aku tak berpikir macam-macam? Bisa saja kan mendadak kau menyerangku,” sahut Liana kesal.

__ADS_1


“Oh... Jadi gadis polos ini berharap diserang oleh ku?” goda Falcon.


“Kalau hanya mau menggodaku, lebih baik kau keluar saja,” sahut Liana.


Falcon pun terkekeh dan kemudian duduk di kursi rias, yang berada di dekat ranjang. Dia menariknya hingga ke depan Liana dan duduk menghadap ke arah gadis itu.


“Baiklah, aku akan berhenti bercanda,” ucap Falcon.


Liana masih nampak membuang muka, dengan tangan yang terus mengusap keningnya yang masih sakit.


“Apa yang sudah kau lakukan pada nyonya pertama yang aku tak tahu?” tanya Falcon.


“Sudah ku duga. Kau pasti ingin bertanya hal ini. Aku tak melakukan apapun padanya,” jawab Liana.


“Aku tak percaya. Saat kau baru saja tiba di rumah ini, dia bahkan sudah berbicara ketus seperti itu. Bagaimana mungkin wanita arogan seperti dia bisa mendadak diam saja, saat kau terus menyerangnya bertubi-tubi tadi, kalau memang tak terjadi apa-apa di antara kalian?” cecar Falcon.


“Aku memberitahunya, kalau aku tahu sesuatu tentang Lusy Jung,” ucap Liana.


“Kapan? Apa saat aku mandi tadi?” tanya Falcon.


Liana hanya menjawab dengan anggukan.


“Sweety, bukankah aku sudah katakan untuk tidak terlibat dengan orang-orang di rumah ini dulu? Kenapa bisa secepat itu kau memprovokasi dia?” ucap Falcon.

__ADS_1


“Dia yang mulai duluan! Dia menghinamu terlebih dulu. Aku tak tahan jika ada orang yang menghina orang yang ku cintai. Jadi jangan salahkan aku kalau aku menyerang dia lebih cepat!” kilah Liana.


Hati Falcon menghangat. Baru kali ini ada orang yang peduli padanya saat dirinya dihina. Pria itu pun mengulurkan tangannya dan mengusap puncak kepala Liana dengan lembut.


“Maafkan aku. Aku hanya khawatir dia akan melakukan sesuatu setelah ini padamu. Aku tak tahu kalau ternyata gadisku ini sangat peduli padaku,” ucap Falcon melunak.


Liana mengangguk dengan wajah yang masih terlihat kesal.


“Tidurlah. Kau harus kembali bekerja esok hari,” lanjut Falcon.


Pria itu mendekat dan mengecup kening Liana agak lama, hingga akhirnya dia bangkit berdiri dan berjalan keluar kamar meninggalkan Liana seorang diri.


Saat sang kekasih keluar, gadis itu segera menuju ke arah pintu dan menguncinya, agar Falcon tak bisa masuk dengan seenaknya lagi.


.


.


.


.


Siang bestie 🥰maaf telat😅jadi keseringan ya🤭pokonya update lah ya, jam nya tungguin aja🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2