Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Undangan


__ADS_3

Meski kesal dengan kelakuan kedua orang kepercayaannya itu, namun demi Liana, Falcon pun keluar untuk berbicara pada Nine, dan memerintahkan sang tangan kanan menangkap penghianat yang berada di dalam lingkaran anak buah Jimmy.


Dia telah menyelidiki semua anak buah asisten Presdir Wang itu dengan teliti, dan mencurigai satu orang yang memiliki kaitan dengan seseorang di Royal State.


Falcon menelusuri semua kaitan antara kedua orang tersebut, dan menemukan jika beberapa kali ada aliran dana besar masuk ke rekeningnya, dan yang terbaru adalah beberapa hari sebelum Caroline datang dan mengatakan jika Jessica adalah cucu kandung Presdir Wang.


Dia pun menemukan satu transaksi yang terjadi sebelumnya, yaitu sehari sebelum kedatangan Liana ke Grey Town untuk mencari cucu Joseph Wang, setelah gadis itu mengetahui info tersebut dari Jimmy secara sembunyi-sembunyi.


Falcon dan Nine serta dibantu oleh salah satu anak buah hacker-nya, terus menyelidiki setiap transaksi dan mencocokkannya dengan pergerakan Jimmy.


Semuanya hampir terjadi bersamaan dengan semua pergerakan si asisten itu, dan seolah-olah orang ini lah yang mengatur semuanya. Bahkan, kesalahan pahaman tentang Jessica pun bisa dipastikan dialah yang mengaturnya.


Tak perlu memakan waktu lama, Nine dan anak buahnya bisa segera menemukan orang tersebut dan membawanya ke gudang sebelumnya.


Meski awalnya mencoba kabur, namun dia yang tak punya persiapan dan tak mengetahui tentang penyergapan ini pun, hanya bisa berakhir terkepung dan bahkan terkena pukulan yang cukup keras di tengkuknya hingga membuatnya jatuh pingsan.


Setelah menangkap orang tersebut, mereka membawanya ke hutan perbukitan selatan .


Sedangkan Falcon, pria itu secara langsung mendatangi Jimmy dan menunjukkan  semua bukti penghianatan yang dilakukan oleh salah satu anak buahnya.


Penangkapan ini hanyalah kamuflase dari Liana. Selain ingin mencari tahu dalang di balik semua masalah hidupnya, dia pun tak mau jika rencananya dibuka begitu saja di depan Kakek Joseph dan juga Jimmy.


Dia khawatir jika Kakek tua itu masih tidak percaya padanya seratus persen, dan mungkin justru akan membantu Jessica keluar dari perangkap Liana.


Awalnya, Jimmy tak terlihat senang dengan kedatangan Falcon ke tempatnya. Masalah terakhir mereka yang melibatkan seseorang bernama Victor, membuat Jimmy tak bisa percaya begitu saja pada pemimpin geng Jupiter itu.


Meski begitu, semua bukti yang dibawa oleh Falcon terlihat begitu real dan masuk akal. melihat Jimmy yang terlihat ragu, Falcon memintanya untuk datang dengan membawa Tuan Wang, dan melihatnya sendiri di lokasi yang sudah disebutkan.


“Aku tak bisa percaya dengan mu begitu saja, Falcon. Kau tentu ingat bagaimana Victor mengelabui ku waktu itu. Dan saat itu, kau lah yang membantunya,” ucap Jimmy.


“Kali ini, kau harus percaya padaku. Jika tidak, kau dan bahkan tuan besar itu akan menyesalinya seumur hidup,” jawab Falcon.


“Apa alasanmu kali ini membantu kami?” tanya Jimmy.


“Aku hanya ingin menembus hutang pada seseorang,” sahut Falcon.


Pria itu berdiri dari duduknya sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.


“Datanglah ke tempat yang ku katakan tadi bersama Pak Tua Wang. Dia juga harus mendengar penjelasan langsung dari orang-orang itu atas semua yang sudah terjadi saat ini,” seru Falcon.


Setelah mengatakan itu, Falcon pun pergi meninggalkan Jimmy.


Meski belum bisa percaya sepenuhnya, akan tetapi Jimmy pun akhirnya menyampaikan hal tersebut kepada Joseph Wang dan bersama-sama pergi ke tempat tersebut.


Sesampainya di sana, nampak Nine dan beberapa anggota geng Jupiter menyambut kedatangan dua orang pria paruh baya itu.


“Selamat datang, Tuang Wang,” sapa Nine.


Dia membungkuk memberi hormat kepada kakek tua, yang berjalan dengan bantuan sebuah tongkat besi.

__ADS_1


“Di mana orang yang kalian tangkap itu? Cepat antarkan aku ke sana!” seru Kakek Joseph.


Nine pun menyingkir dari jalan dan mempersilakan pria tua itu masuk ke dalam gudang tua tersebut.


Jimmy memerintahkan seluruh anak buahnya yang ikut untuk tetap berjaga di luar, dan hanya membawa dua orang pengawal saja.


Mereka kemudian memasuki sebuah ruangan yang berada di dalam pabrik tua.


Di sana, Nine dan Long yang mengambil alih serta mendampingi proses investigasi, sedangkan Pak Tua Joseph, dia duduk di sebuah kursi kayu yang berada di salah satu sisi ruangan.


Jimmy begitu terkejut saat melihat orang yang dikatakan Falcon adalah penghianat di antara anak buahnya. Pria paruh baya itu tak percaya, jika si pencarian informasi lah yang justru melakukan hal ini.


“Sid? Benarkah ini kau? Tapi kenapa?” tanya Jimmy.


Pria bernama Sid itu tak bicara sepatah katapun, seolah secara tak langsung mengiyakan tuduhan yang ditujukan padanya.


Jimmy maju dan meraih kerah baju anak buahnya itu. Dia merem*snya dengan kuat hingga hampir tercekik. Namun, Sid tetap tak menunjukkan reaksi apapun atas tidakan Jimmy tersebut.


“Siapa yang memerintahkanmu? Aku begitu percaya padamu. Kau adalah orang yang kutugasi untuk mencari Nona Muda selama ini, tapi ternyata kau justru menyesatkan kami semua. Sejak Victor pergi, hanya kau yang bisa ku percaya penuh menjalan kan tugas ini. Tapi kenapa, Sid? KENAPA?” cecar Jimmy.


Pria itu nampak diliputi amarah. Wajahnya merah padam dan urat di keningnya terlihat begitu tegang.


“Jimmy, lepaskan dia! Itu tidak akan mempan untuk membuatnya buka mulut,” ucap Joseph.


Jimmy dengan kasar melepaskan cengkeramannya, hingga membuat Sid jatuh ke tanah.


Ruangan itu tak ubahnya seperti tempat penjagalan hewan, dengan banyaknya benda tajam yang tersedia. Berbagai cara dan penyiksaan coba dilakukan oleh Nine dan teman-temannya, akan tetapi semua itu terasa sia-sia, karena si penghianat tak mau berkata sedikitpun.


Jimmy kembali hendak maju, namun dihalangi boleh Kakek Joseph.


“Kalau seperti ini, dia bisa mati sebelum memberitahu kita semuanya, Tuan” ucap Jimmy.


“Lebih baik membiarkan dia mati, dari pada memberinya kesempatan dan bisa saja dia kembali berhianat pada kita. Jika ini pilihannya untuk tetap diam, berarti memang dia tidak bisa ditolong lagi” ucap Joseph.


“Tapi, Tuan. Kita tidak bisa mencari tahu siapa yang ada di balik semua ini jika dia mati,” sanggah Jimmy.


“Kita pikirkan itu nanti,” sahut Joseph.


Jimmy pun tak bisa lagi membantah perkataan tuannya. Dia memilih memalingkan wajah dan tak melihat anak buah yang begitu dipercaya sekaligus sangat dekat dengannya, meregang nyawa di tangan anak buah Falcon.


Nampak Sid telah sekarat. Semua tubuhnya penuh luka, namun sepatah katapun dia tak mau mengucapkannya.


Hingga akhirnya, Nine memerintahkan anak buahnya untuk menyiram tubuh Sid dengan larutan garam pekat, yang akan membuat sekujur tubuhnya terasa perih dan terbakar.


Sid berteriak begitu keras, hingga terdengar ke tempat Liana dan Falcon berada. Gadis itu bahkan menoleh ke kanan dan kiri mencari tau dari mana sumber suara tersebut.


Falcon yang masih berada di dekat Liana pun mencoba menutupi telinga gadis itu dengan kedua tangannya.


Liana tersentak kaget dengan sentuhan Falcon yang tiba-tiba, dan membuatnya meraih tangan pria tersebut.

__ADS_1


“Jangan dengarkan. Tutup saja telinga mu,” ucap Falcon.


“Apa itu teriakan dari si penghianat?” tanya Liana.


Namun, Falcon tak menjawab dan hal itu diartikan Liana dengan jawaban ya.


Setelah beberapa saat, jeritan yang begitu keras tadi menghilang. Liana gemetar dan Falcon semakin erat memeluk pundak gadis itu.


“Apa dia sudah mati?” tanya Liana dengan suara bergetar.


“Jangan pedulikan hal itu. Dia sudah membuatmu kehilangan keluarga, dan sekarang telah mendapatkan hukumannya,” ucap Falcon.


Tak berselang lama, sebuah dering dari ponselnya membuat Falcon mengurai pelukan pada Liana.


“Halo, Nine. Bagaimana hasilnya?” tanya Falcon


“Dia bunuh diri dengan menggigit lidahnya sendiri di detik terakhir,” sahut Nine di seberang.


“Jadi begitu. Apa sudah ada kabar dari Long?” tanya Falcon.


“Target sedang menuju kemari. Sekitar kurang dari tiga puluh menit, dia akan tiba di sini,” jawab Nine.


“Baiklah. Kita lanjut ke rencana selanjutnya,” seru Falcon.


“Baik, Bos,” sahut Nine


Sambungan terputus. Falcon melihat Liana yang masih terdiam.


“Jessica sudah dalam perjalanan kemari. Apa kau masih mau melanjutkan semua ini?” tanya Falcon.


Liana mencoba menenangkan hatinya setelah kejadian sebelumnya. Dia menghirup nafas dalam dan menghembuskannya sekaligus. Ia lakukan itu beberapa kali, hingga perasaannya lebih baik.


“Ayo kita lakukan,” seru Liana.


.


.


.


.


Pagi bestie😘di sini mendung menggelayut bikin pengin tarik selimut lagi deh🤭


Ngopi enak kali ya😁ada yang mau kasih ke mari🤭☕☕☕☕☕☕☕kirim yg banyak sini😄


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2