Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 97 (Salah sangka)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 42


(Salah sangka)


...•...


...•...


"Papa...."


Sontak semua orang di meja makan menoleh ke asal suara memandangi tubuh gadis cantik yang tengah berdiri memegang ponsel disana.


"Ya sayang? Kamu mau ikut makan bareng sama kita? Sini dong kenalan sekalian sama adik baru kamu, namanya Rania!" ucap mafia tersebut mengajak si gadis itu duduk bersamanya.


Gadis itu melipir sejenak dari layar ponselnya untuk melihat gadis kecil yang ada di meja makan, ia memandang Rania dengan tatapan tak suka kemudian kembali memainkan ponselnya.


"Aku mau makan di luar aja pa, udah janjian sama temen! Minta duit dong buat jalan!" ucap gadis itu menjulurkan tangannya di hadapan sang mafia untuk meminta uang.


"Hadeh kamu ini uang mulu yang diminta, yasudah Ratih cantik kamu ambilkan uang di kamar saya lalu kasihkan ke Velove ya!" ucap si bos menyuruh salah satu wanita di sebelahnya untuk mengambilkan uangnya.


"Baik tuan," ucap Ratih tersenyum lalu beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya.


Gadis bernama Velove yang tak lain adalah anak semata wayang dari si mafia tersebut pun tetap fokus bermain hp tanpa basa-basi pada papanya yang terus menatapnya.


"Hey Velove, ada papa mu loh disini! Masa kamu cuekin aja malah main hp, dimana sopan santun kamu sayang?" tegur mafia itu.


"Iya maaf pa, aku lagi chattingan sama temen jadi gak bisa ajak ngobrol papa dulu!" ucap Velove juga tanpa melirik ke arah papanya.


Bos mafia tersebut pun memutar bola matanya malas meladeni sikap anaknya yang kurang ajar itu, ia kini beralih memandang Rania yang tengah disuapi makan oleh pengasuhnya.


"Rania cantik, gimana enak kan makanannya? Pasti kamu gak pernah dikasih makan begini kan sama si Jordi? Ya iyalah dia itu kan bisanya nyakitin anak-anak kecil aja, dia cuma manfaatin anak seperti kamu untuk dijadikan lumbung uang baginya..." ujar mafia itu.


"Enggak om, ayah aku gak seperti itu! Ayah orang baik justru om yang jahat karena udah pisahin aku sama ayah aku!" teriak Rania kesal karena ayahnya selalu dihina.

__ADS_1


Mafia itu menanggapi kekesalan Rania dengan senyuman, ia tak mau ikut terpancing emosi pada seorang bocah lugu seperti Rania.


"Om ini gak jahat sayang, justru om mau membebaskan kamu dari terkaman Jordi yang kejam dan cuma memikirkan dirinya sendiri! Mulai sekarang kamu tinggal disini sama om, semua yang kamu butuhkan ada disini!" ucap mafia itu tersenyum lebar.


Rania tak berkata apapun lagi, ia hanya menunduk dengan perasaan kesal dan ingin sekali pergi dari sana bertemu ayahnya.


Sementara Ratih telah kembali dari kamar si bos mafia tersebut membawakan segepok uang untuk diberikan pada Velove.


"Ini uangnya nona," ucap Ratih menyodorkan segepok uang merah di hadapan Velove.


Wajah Velove langsung sumringah saat melihat uang sebanyak itu di depan matanya, ia mengambil uang tersebut dari tangan Ratih.


"Wah banyak banget, makasih ya pa!" ujar Velove kesenangan.


"Ya, itu jatah uang kamu untuk satu bulan! Setelah ini kamu jangan minta uang lagi ke papa ya, kecuali sudah lewat satu bulan!" ucap mafia tersebut.


Seketika wajah Velove langsung cemberut saat mendengar perkataan papanya, memang uang itu sangat banyak tapi bagi Velove tentu masih kurang apalagi untuk sebulan.


"Yah pa, masa buat satu bulan sih? Satu hari dong, aku mana cukup uang segini buat satu bulan...." ujar Velove memelas.


"Ya dicukupi lah sayang, udah papa gak mau ada penawaran lagi! Kamu harus belajar hemat jangan mentang-mentang papa orang kaya kamu jadi boros kayak gini!" ujar mafia itu.


"Ish yaudah iya, aku pamit pa!" ucap Velove lalu pergi begitu saja meninggalkan orang-orang disana.


"Sudah Ratih, mari sini lagi!" ucap mafia itu menyuruh Ratih ke pangkuannya.


"Baik bos,"


Ratih pun berjalan menghampiri bosnya lalu duduk di pangkuan mafia itu, sementara Rania yang melihatnya merasa mual dan kesal.




Sementara itu, di luar rumah besar tersebut tepatnya di dalam mobil milik Rizky, Tania telah selesai menyantap makan malamnya dan menitipkan bekas bungkus makanannya pada Rizky untuk sekalian dibuang.


"Nih tolong buang sekalian gue males keluar!" ujar Tania seenaknya menaruh bungkus makanan itu di tangan Rizky tanpa ragu-ragu.


"Iya," jawab Rizky singkat kemudian membuka pintu mobilnya dan keluar membuang sampah.


Sedangkan Tania tetap disana minum botol air yang tadi juga dibelikan oleh Hendi, saking hausnya ia menghabiskan satu botol air mineral itu seorang diri.

__ADS_1


Setelahnya, ia kaget saat melihat sebuah mobil keluar dari dalam rumah itu.... Tania coba memajukan tubuhnya agar bisa melihat mobil itu dengan jelas dari sana.


"Mobil siapa itu ya? Jangan-jangan Rania ada di dalam mobil itu? Gue harus ikutin mobil itu, hadeh ini mana sih Rizky kok belum balik-balik buang sampah doang?" gumam Tania sambil celingak-celinguk mencari Rizky.


Tak lama kemudian, Rizky kembali ke mobilnya setelah membuang sampah dan langsung diminta oleh Tania untuk melajukan mobilnya.


"Rizky, cepet lu kejar mobil di depan itu! Gue khawatir Rania ada disana dan mau dibawa ke suatu tempat, ayo cepat Rizky jangan bengong!" ujar Tania menarik-narik lengan baju Rizky saking paniknya.


"Iya iya sebentar dong gue minum dulu, haus loh abis makan belum sempet minum tadi!" ucap Rizky.


"Ish udah gausah minum kelamaan, nanti kita kehilangan jejak! Cepetan kejar Rizky!" ujar Tania mengambil botol air yang hendak diminum Rizky lalu memaksanya melajukan mobilnya untuk mengejar mobil tadi.


"Buset dah, untung cantik..." umpat Rizky saat melihat tingkah Tania yang sangat panik itu sampai-sampai berbuat brutal.


Rizky pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk bisa mengejar mobil tadi, tak lupa juga Hendi mengikuti dari belakang.


"Ayo lebih cepet lagi Rizky! Mobilnya masih jauh tuh di depan, kita harus bisa cegat mobil itu!" ujar Tania sangat panik.


"Ya ampun Tania sabar dong, kalo kencang-kencang nanti nabrak gimana? Ini mobil mahal loh sayang kalo nabrak biayanya mahal, udah santai aja pasti kekejar kok!" ujar Rizky coba menenangkan Tania.


"Ish malah mikirin biaya mobil, nasib adik gue dalam bahaya tau! Udah cepetan tambah lagi kecepatannya, biar nanti gue ganti kalo misal mobil lu nabrak! Kalo perlu gue beliin mobil baru sekalian buat lu!" ucap Tania.


"Eh buset sok kaya banget, iya iya gue tambah nih kecepatannya sesuai kemauan lu!" ucap Rizky lalu menambah kecepatannya.


Akhirnya mobil Rizky berhasil mendahului mobil tadi dan mencegahnya dari depan, sementara mobil Hendi ada di belakang.


Tania langsung turun dari mobil itu begitu saja sehingga Rizky tampak geram dan menepuk jidatnya harus menghadapi wanita seperti Tania.


"Hadeh gak sabaran banget sih tuh cewek, tunggu gue minum dulu kek gak tau apa gue cegukan begini?" ujar Rizky sambil terus cegukan karena belum minum tadi.


Rizky pun mengambil botol miliknya lalu menenggaknya sampai habis, setelah puas dan cegukannya hilang barulah ia turun menyusul Tania.


Sementara Tania sudah mengetuk-ngetuk kaca mobil yang tadi keluar dari dalam rumah si mafia sambil meminta pengemudinya turun.


"Woi turun lu! Cepet!" ujar Tania.


Pengemudi mobil itu pun membuka kaca mobilnya sambil melepas kacamata hitam yang ia kenakan dan menatap Tania.


"Ada apa sih?" ujarnya heran.


Sontak Tania terkejut karena pengemudinya ternyata perempuan, terlintas sedikit di dalam pikirannya kalau tak mungkin perempuan itu membawa Rania.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2