Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 225 (Gak setuju!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 168


(Gak setuju!)


...•...


...•...


Ceklek....


Lyota membuka pintu kamar Tania kecil dengan perlahan lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam sana dan menghampiri gadis kecil itu, ia melihat Tania tengah terduduk di pinggir ranjang sambil menangis sesenggukan dan memegang sebuah bingkai foto di tangannya.


Lyota yang cemas langsung maju mendekati Tania dan duduk di samping gadis kecil itu, ia juga merangkul Tania memberi tempat pada gadis kecil yang sekarang sudah menjadi temannya untuk meluapkan semua kesedihan yang ada di dalam dirinya saat ini agar Tania merasa lebih puas.


Melihat kedatangan Lyota membuat Tania langsung bertambah menangis mengeluarkan semua air mata yang tertahan di bahu gadis yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu, Lyota pun tampak diam membiarkan Tania selesai dahulu menangisnya sembari mengusap-usap punggung Tania.


Momen seperti ini terkadang membuat Lyota teringat pada masa kecilnya dulu, ya saat itu ia tak pernah mendapat kasih sayang dari siapapun kecuali pelukan sang ibu, ia merasa nyaman sekali jika memeluk ibunya dan bisa lebih tenang setelah mendapat pelukan dari sang ibu.


Setelah 2 menit berlalu, Tania bisa sedikit lebih tenang dari sebelumnya dan berhenti menangis bahkan melepas pelukannya dari tubuh Lyota, nampaknya Tania sudah bisa tenang kali ini melupakan kejadian tadi saat ia berdebat dengan papanya mengenai nama panggilannya.


"Kakak, makasih ya udah mau dateng kesini terus kasih bahu kakak buat aku!" ucap Tania kecil.

__ADS_1


"Gak perlu makasih, cantik! Kamu bisa pake bahu kakak kapanpun kamu mau, kan sekarang kita udah jadi best friend forever! Jadi kakak bakal berusaha buat tenangin Tania supaya Tania gak sedih lagi, dan bisa ceria seperti sebelumnya!" ucap Lyota.


"Kak Lyota baik banget deh! Aku jadi keinget sama mamaku dulu dan tante Tania, mereka juga sama baiknya loh kayak kak Lyota!" ucap Tania.


"Oh ya? Wah berarti Tania harusnya seneng dong, kan dikelilingi banyak orang baik kayak mereka! Bahkan papanya Tania juga kan baik, terus ada juga oma sama opanya Tania!" ucap Lyota.


"Papa gak baik, kak! Papa tuh udah berubah sekarang, papa gak sayang lagi sama aku!" ucap Tania cemberut.


"Hey, kamu gak boleh bicara begitu sama papa! Papa Reno itu sayang banget loh sama kamu, kalau enggak mana mungkin papa kamu itu rela jemput Tania setiap hari pas pulang sekolah?" ucap Lyota.


"Tapi kak, papa tuh sekarang beda! Papa jadi suka maksain kehendaknya ke aku, padahal aku udah berulang kali bilang kalau aku maunya dipanggil Tania bukan Ana!" ucap Tania.


"Iya sayang, kakak ngerti kok! Tapi, emang Tania kenapa sih gak mau dipanggil Ana? Kan nama Ana itu diambil dari nama belakang mama kamu loh, jadi kamu bisa inget terus sama mama!" ucap Lyota.


"Iya sih kak, tapi kata mama dulu nama Tania itu juga dikasih sama mama pas aku lahir! Makanya aku gak mau nama Tania diganti sama Ana, soalnya aku gak mau kecewain mama!" ucap Tania.


"Oh begitu, yaudah sekarang Tania senyum dong! Hapus air matanya dan jangan nangis lagi kayak tadi!" ucap Lyota sembari menyeka air mata Tania.




Dari arah luar kamar Tania kecil, tampak Reno bersama kedua orangtuanya menguping serta mengintip kebersamaan Lyota dengan Tania di dalam sana, mereka penasaran apakah Lyota berhasil menenangkan Tania atau tidak dan mereka sama-sama terkejut saat melihat Tania berhasil tersenyum kembali karena Lyota.


Anggi merasa tak suka melihat kedekatan cucunya dengan seorang gadis yang belum jelas asal-usulnya itu dan baru juga kali ini ia bertemu dengannya, sejujurnya ia sangat ingin mengusir Lyota dari sana lalu menjauhkan dia dari Tania dan tak akan mengizinkan Lyota menemui Tania lagi.


Namun, ya tentu saja Anggi tak bisa melakukan itu karena takut Reno akan kecewa dan marah padanya bila melakukan tindakan mengusir Lyota, apalagi suaminya yakni Darma juga mendukung Reno tadi saat Lyota hendak menemui Tania di kamar dan coba menenangkan cucunya itu.


"Syukurlah, Lyota berhasil tenangin Tania!" ucap Reno tersenyum gembira.

__ADS_1


"Iya, gak salah kamu pilih cewek, Ren! Lyota itu walau tampilannya beda dari cewek-cewek lainnya, tapi dia tetep punya kelembutan ya! Lihat aja Tania sampe nyaman gitu dipeluk sama dia, bener-bener pas buat jadi ibu untuk Tania!" ucap Darma.


"Hah? Papa kalo bicara itu disaring dulu dong, pah! Jangan main asal jeblak aja, gak baik!" ujar Anggi.


"Loh, mama ini kenapa sih? Memangnya papa salah apa? Di kalimat mana yang menurut mama perlu disaring lagi? Perasaan kata-kata papa itu udah bener semua kok, Lyota itu emang pantas buat jadi ibunya Tania!" ucap Darma.


"Nah itu dia salahnya, ngapain papa malah pengen cewek gak jelas itu jadi ibunya Tania? Pah, daripada dia yang harus nikah sama Reno mendingan Reno gausah nikah sekalian!" ucap Anggi.


"Mah, mama kok gitu ngomongnya? Lyota itu anak baik-baik loh, dia lembut dan bisa ambil hati Tania dengan cepat! Gak biasanya loh cucu kita itu gampang dekat sama orang sampe begitu, makanya papa bilang Lyota tuh pantas jadi ibu Tania!" ucap Darma berdebat dengan istrinya.


"Udah udah pah, mah! Jangan ribu dong nanti Tania bisa tau kalo kita nguping disini!" ucap Reno.


"Ya ituloh, papa kamu! Kalo bicara gak disaring dulu main asal jeblak aja! Mama gak sudi punya menantu yang gak jelas kayak gitu, aneh-aneh aja papamu itu!" ucap Anggi sinis.


"Udah mah, mama tuh jangan kayak gitu sama Lyota! Nanti kalo Lyota sampai sakit hati kan gawat, emang mama dibenci sama Lyota?" ucap Reno.


"Ya biarin aja, kan emang bener dia tuh gak pantas jadi istri kamu! Lagian kamu ngapain sih bawa-bawa cewek begitu ke rumah ini, ha? Nemu dimana kamu wanita yang modelan kayak gitu?" ujar Anggi.


"Mah, tenang dulu! Mama gak bisa menilai seseorang dari tampilan luarnya aja, mah! Lyota itu emang cewek tomboy, iya! Tapi, hatinya itu lemah lembut gak kasar dan gak suka ngejelekin orang kayak mama!" ucap Reno.


"Apa? Kamu kok malah jadi katain mama sih?" ujar Anggi emosi.


"Bukan gitu mah, tapi—"


"Halah udah! Pokoknya mama gak setuju sama perkataan papamu tadi, titik!" potong Anggi.


Anggi langsung pergi begitu saja meninggalkan suami serta anaknya disana, sepertinya ia sangat tidak suka pada Lyota dan tak mau Lyota harus menikah dengan Reno, padahal Reno sendiri belum mengatakan kalau ia akan menikahi Lyota.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2