Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 76 (Pengganti Rosa)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 21


(Pengganti Rosa)


...•...


...•...


Tania yang sedang asyik menggendong Rania, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang pria dari belakang memanggil namanya.


"Tania...." ucapnya seraya menghampiri Tania dan menepuk pundaknya dari belakang.


Sontak Tania menoleh sambil masih menggendong Rania, ia cukup kaget saat melihat seorang pria yang berdiri disana sambil tersenyum menatap ke arahnya.


"Loh Revan? Kamu disini juga, ngapain?" ucap Tania bertanya pada pria yang ternyata Revan alias si psikolog yang kemarin membantu Rania menyelesaikan masalahnya.


"Eh iya nih aku kebetulan emang harus cek kesehatan disini setiap hari selama sebulan full, makanya sekarang aku balik lagi kesini! Oh ya kondisi papah kamu gimana??" ujar Revan.


"Alhamdulillah udah baikan, emang kamu sakit apa kok harus cek kesehatan sebulan full? Pasti sakit parah ya??" ucap Tania bertanya pada pria itu tentang penyakit yang dideritanya.


"Ahaha gak kok, cuma sakit biasa aja! Udah lah gausah dibahas gak penting, mending sekarang kita masuk ke dalam soalnya aku sekalian mau ketemu sama papah kamu itu... boleh kan?" ujar Revan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Boleh dong, iya kan sayang?" ucap Tania memberi izin lalu juga menanyakan itu pada Rania seraya mencubit gemas pipinya.


"Iya boleh dong kak, ayo kak Revan kita sama sama masuk ke dalam jenguk ayah! Aku yakin ayah pasti seneng banget ketemu sama kak Revan, yuk kak...!!" ujar Rania yang saat ini sudah turun dari gendongan Tania, ia menggandeng tangan Revan dan juga Tania lalu mereka bertiga bergandengan masuk ke dalam ruang rawat Jordi.


Sementara Riko masih tetap berjaga di luar sana bersama kedua pengawal Tania lainnya.


Sesampainya di dalam, terlihat Jordi memang masih terbaring namun kondisinya sudah sangat membaik dan ia siap untuk pulang.


"Ayah....!!" sapa Rania memanggil ayahnya lalu berlari begitu saja menghampiri Jordi, bahkan ia melepas tangannya dari genggaman Tania dan juga Revan.


"Eh hahaha ada anak ayah ternyata... sini sini ayah mau peluk kamu dong, uuhhh ayah kangen sekali sama kamu nak...!!" ucap Jordi bangkit dari tidurnya lalu terduduk dan memeluk Rania yang juga telah menghampirinya.


"Sama yah, aku juga kangen banget sama ayah! Akhirnya ayah bisa pulang juga, aku seneng deh dengernya karena ayah udah sehat...!!" ucap Rania sambil tersenyum bahagia di dalam pelukan ayah angkatnya itu.


Tampak Tania & Revan jalan berdampingan mendekati Jordi, keduanya saling bertatapan lalu tersenyum karena merasa terharu pada momen yang saat ini mereka saksikan.


"Eh ada Tania juga, loh kamu sama siapa ini Tan? Pacar kamu...??" ujar Jordi sedikit terkejut saat melihat Tania ada disana bersama dengan seorang pria asing yang tak dikenalnya.


"Iya benar om, saya Revan! Kebetulan kemarin saya bertemu dengan Tania disini saat dia sedang mencari Rania, jadi karena itulah kami bisa bertemu dan berkenalan om..." ucap Revan menjelaskan awal pertemuan ia dengan Tania.


"Oalah begitu ternyata, eh tapi gapapa loh siapa tau kalian memang berjodoh kan? Jadi dicoba aja dulu biar gak rugi, hahaha kebetulan Tania ini sampai sekarang juga masih single belum ketemu-ketemu sama jodohnya..." ujar Jordi sedikit tertawa seperti meledek Tania, terlihat gadis itu tampak tidak suka dengan kata-kata Jordi barusan.


"Oh ya? Saya gak nyangka loh kalau gadis secantik Tania ini belum menikah, tadinya saya kira dia sudah mempunyai pasangan loh! Memangnya kenapa kamu kok belum menikah sih Tania...??" ujar Revan tampak terkejut.


"Eee... ya mungkin emang belum waktunya aja kali, soalnya aku juga belum dipertemukan sama cowok yang benar-benar sayang sama aku! Lagian usia aku juga belum terlalu tua kok, mungkin satu atau dua tahun lagi aku bisa ketemu jodohku dan menikah...!!" ucap Tania.


"Iya iya semoga secepatnya ya..." ucap Revan manggut-manggut sambil tersenyum.


"Nah kalo kamu sendiri Revan, kira-kira udah ada yang punya belum nih...???" ujar Jordi tiba-tiba melontarkan pertanyaan pada Revan yang membuat pria itu terdiam sejenak.

__ADS_1


Tampak Revan bingung harus menjawab apa, ia malah melirik Tania dan menatapnya sambil memberi senyuman tipis kepada gadis itu.


"Iya saya sudah punya, bahkan dia sekarang sedang berdiri di samping saya om..." gumam Revan yang masih menatap Tania dan tersenyum-senyum sendiri.


Tania membuang muka karena tersipu terus-menerus ditatap oleh pria disampingnya itu, sedangkan Jordi tau kalau Revan memiliki rasa pada putri angkatnya itu.




Disisi lain, Reno bersama putri dan ibunya sedang bermain bersama di taman rumah sakit sekaligus menghirup udara segar pagi hari yang memang masih menyejukkan.


Tampak Tania kecil sangat riang berlarian disana bermain-main dengan kelinci yang nampaknya sengaja ditaruh disana sebagai hiburan bagi para pasien.


"Ahaha omah, kelincinya lucu banget... ahaha ahaha... ih jangan lari dong kelinci, sini aja main sama aku jangan kemana-mana...!!" ujar Tania kecil berbicara pada kelinci itu.


Sedangkan Anggi masih menjaga Reno dengan memegangi kursi rodanya, mereka tampak ikut bahagia karena Tania kecil yang kembali riang seperti dulu lagi.


"Kamu lihat itu Reno, sudah lama sekali Tania tidak seperti itu lagi sejak ditinggal pergi oleh Rosa 2 tahun lalu... syukurlah sekarang senyuman di wajahnya kembali muncul, mamah tidak mau kalau Tania terus-menerus murung!" ucap Anggi.


"Iya benar mah, Alhamdulillah Tania bisa senyum kembali kayak dulu... jujur aku juga sedih banget mah kalau ngeliat anak aku itu nangis dan sedih karena kangen sama mamahnya! Andai waktu bisa diputar, waktu itu pasti aku gak akan izinin Rosa buat pergi foto shoot...!!!" ujar Reno yang tanpa disadari mulai meneteskan air mata karena mengingat kembali kejadian dimana nyawa istrinya direnggut oleh yang maha kuasa.


"Kamu jangan salahin diri kamu sendiri Ren, kalau sudah takdir mau bagaimanapun itu pasti akan tetap terjadi..!! Sudah lah kamu lupain itu semua dan ikhlaskan kepergian Rosa, sekarang kamu harus berusaha buat membesarkan Tania dan juga menjadi pengganti Rosa sebagai ibu untuk Tania...." ucap Anggi.


"Iya mah pasti, aku sudah berjanji pada Rosa disaat-saat terakhirnya dulu kalau aku akan menjaga Tania dan menyayanginya sampai akhir hayat aku mah...!!" ujar Reno menghapus air matanya menggunakan tangannya.


Anggi tersenyum tipis lalu mengelus lembut wajah Reno yang mulus itu, sedangkan Reno tampak kembali melamun sambil memandangi putrinya dari sana.


"Selain itu, Rosa juga minta sama aku buat cari Tania Putrisari mah dan menikah dengannya lalu menjadikan Tania sebagai pengganti Rosa di kehidupan anakku.... tapi itu semua sangat tidak mungkin aku lakukan mah, karena sekarang Tania sudah memiliki pendamping!" gumam Reno.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2