Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 98 (Sadis bener)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 43


(Sadis bener)


...•...


...•...


"Woi turun lu! Cepet!" ujar Tania.


Pengemudi mobil itu pun membuka kaca mobilnya sambil melepas kacamata hitam yang ia kenakan dan menatap Tania.


"Ada apa sih?" ujarnya heran.


Sontak Tania terkejut karena pengemudinya ternyata perempuan, terlintas sedikit di dalam pikirannya kalau tak mungkin perempuan itu membawa Rania.


Namun, ia tetap mencoba cari tau kalau Rania ada di dalam mobil itu atau tidak... Tania mendekatkan kepalanya ke dalam mobil tersebut melalui kacanya, ia melihat ke seluruh jok mobil dan memang kosong tidak ada siapapun.


"Ish lu apa-apaan sih? Lu siapa, ngapain lihat-lihat mobil gue? Ohh jangan-jangan lu mau maling ya? Gue teriak nih..." ujar pengemudi mobil itu mengancam.


"Gausah ngada-ngada deh lu, gue mau cari adik gue yang diculik! Gue lihat tadi mobil lu keluar dari rumah penculik adik gue, makanya gue kira adik gue ada disini!" ucap Tania.


"Ohh, adik lu namanya Rania? Kalau iya dia masih ada di rumah sama bokap gue lagi makan malem, ambil aja sana gih adik lu itu biar dia gak ganggu kehidupan gue!" ujar wanita itu yang tak lain adalah Velove.


"Jadi bener adik gue ada di rumah lu?" tanya Tania memastikan.


"Ya," jawab Velove sambil manggut-manggut.


Tiba-tiba terlintas niat jahat di dalam kepala Tania, ia pun menyeringai memandangi wajah Velove seperti hendak melakukan sesuatu.


"Udah awas gue mau lewat, pinggirin tuh mobil lu!" ujar Velove.


"Lu gak boleh kemana-mana, lu harus ikut sama gue supaya gue bisa bebasin adik gue! Ayo turun lu ikut gue!" ujar Tania lalu menarik-narik tangan Velove hingga gadis itu kesakitan.


"Awh, awh... ish apaan sih lepasin sakit! Udah gila ya lu gua gak mau ikut sama lu??!" ujar Velove berusaha melepaskan diri dari pegangan Tania tapi gagal.

__ADS_1


Akhirnya gadis itu terpaksa membuka pintu mobilnya dan turun mengikuti kemauan Tania, sementara Tania terus menyeret Velove ke dekat mobil Rizky.


"Loh Tania, dia siapa?" tanya Rizky kebingungan sambil menganga.


"Ini anaknya penculik adik gue, jadi dia harus kita sandra supaya bisa bebasin adik gue!" jelas Tania.


Rizky tersenyum lebar dengan rencana yang akan dilakukan Tania, ia tak menyangka gadis secantik Tania bisa punya pikiran begitu.


"Bagus tuh ide lu, yaudah bawa masuk aja ke dalam terus kita sekap dia di tempat yang aman dan jauh dari sini!" ujar Rizky membuka pintu mobil belakangnya.


"Lepasin gue, jangan bawa gue!" ujar Velove terus berontak tapi tenaga Tania lebih kuat dan berhasil memasukkan Velove ke dalam mobil Rizky tanpa ketahuan seorangpun.


Tania serta Rizky akhirnya masuk kembali ke mobilnya dan melaju diikuti mobil Hendi dari belakang, mereka berdua tampak senyum-senyum sambil melirik ke arah belakang.


"Cih awas ya kalian berdua, pasti papa bakal siksa kalian sampai mati! Cepet lepasin gue, gue gak ada hubungannya sama penculikan adik lu itu!" ujar Velove berteriak minta dilepaskan dari sana.


"Lu diem deh, gausah banyak bicara kalau mau selamat! Kita cuma jadiin lu umpan kok supaya bokap lu mau bebasin adik gue, setelah itu lu bisa bebas jadi diem ya!" ucap Tania.


"Ish awas lu ya dasar brengsek!" umpat Velove pada Tania sambil menatap gadis itu tajam.


Tania hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke depan dan meminta Rizky menambah kecepatannya.




Rizky pun membawa tubuh Velove atas perintah dari Tania, ia menarik Velove dengan paksa dan diikuti oleh Tania serta Hendi dari belakangnya.


"Lepasin, lepasin gue!" ujar Velove masih terus saja berusaha berontak, ia juga menitikkan air mata agar mendapat belas kasihan dari Rizky serta Tania.


"Gausah nangis, percuma juga kita gak akan iba sama tangisan lu itu! Mending lu diem terus nikmati tempat baru lu ini!" ucap Rizky.


Kemudian, mereka mengikat tubuh Velove di atas kursi kayu yang terdapat disana... Rizky dan Hendi mengikat tali ke tangan serta kaki Velove dengan cukup kuat sehingga gadis itu tak bisa bergerak sama sekali.


"Lepasin gue dasar brengsek! Bajingan lu semua, cepet bebasin gue!" umpat Velove berteriak minta dilepaskan.


"Heh, mulut lu kotor banget sih! Sumpel aja tuh mulutnya supaya gak banyak omong lagi!" ucap Tania memerintahkan Rizky menutup mulut gadis sandraan nya tersebut.


Rizky pun mengambil lakban hitam lalu membekap mulut Velove agar gadis itu tak bisa bersuara lagi, setelahnya tak lupa juga Rizky menutup mata Velove dengan slayer miliknya supaya gadis itu makin tersiksa.


"Pak Hendi, coba rogoh sakunya terus ambil ponselnya!" ucap Tania.


"Baik non,"

__ADS_1


Hendi pun merogoh kantong baju serta rok yang dikenakan Velove, ia berhasil menemukan ponselnya dan memberikan itu pada Tania.


"Ini non," ucap Hendi.


"Terimakasih pak,"


Tania pun membuka ponsel itu, tapi sayangnya membutuh sidik jari untuk membuka layarnya.


"Perlu sidik jari, Rizky coba deh lu tempelin jarinya kesini!" ucap Tania.


"Oke," ucap Rizky singkat lalu mengambil ponsel itu dari tangan Tania dan menempelkannya ke jari Velove.


Ya layar ponselnya pun berhasil terbuka, Rizky kembali menyerahkan ponsel itu pada Tania.


"Gue harus cari kontak dengan nama papa, karena itu pasti nomor telepon si penculik itu!" gumam Tania lalu mulai mencari nomor telepon yang diinginkannya.


Ya dia pun menemukan itu, tanpa basa-basi Tania langsung menghubungi nomornya.


📞"Halo Velove, ada apa kamu telpon papa? Bukannya kamu sedang makan sama teman-teman kamu itu?" tanya si mafia tadi.


📞"Halo penculik, ini bukan anak lu! Tapi seorang kakak yang adiknya diculik sama lu, sekarang gue minta lu bebasin adik gue!" ucap Tania.


📞"Apa ini? Kenapa ponsel anak saya bisa sama kamu? Kamu apakan anak saya??" ujar mafia itu panik.


📞"Oh gak diapa-apain kok pak, gue cuma mau siksa dia sedikit aja sampai lu mau serahin adik gue Rania!" ucap Tania.


📞"Dengar ya, jangan pernah sedikitpun kamu sentuh anak saya apalagi siksa dia! Atau kamu akan mengalami nasib buruk!" ancamnya.


📞"Oh ya? Ahaha, gue gak takut sama ancaman lu penculik bodoh! Cepet lu serahin Rania ke gue atau anak lu ini bakal gue gorok dan gue sebar videonya ke sosmed!" ujar Tania.


Rizky yang mendengar itu hanya bisa tertegun, ia tak menyangka Tania bisa mengatakan hal itu pada si penculik di telepon.


📞"Jangan berani-berani mengancam saya! Asal kamu tau, saya ini mafia kelas kakap dan kamu bisa dengan mudah saya habisi!" ujar mafia itu.


📞"Dengar penculik bodoh, mau kamu mafia kelas kakap atau apa itu gue gak peduli! Intinya bebasin adik gue kalau lu mau anak lu selamat, dan ingat jangan pernah main-main dengan Tania Putrisari...." ucap Tania lalu langsung memutus telponnya.


Tania melirik sekilas ke arah Velove yang tampak menangis, ia tersenyum menyeringai kemudian memalingkan wajahnya.


"Gila nih cewek, sadis bener!" gumam Rizky.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1



...Makanya jangan main-main sama preman cantik satu ini ya guys😍...


__ADS_2