Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 255 (Perkelahian)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 198


(Perkelahian)


...•...


...•...


Reno bersama putrinya kini sudah sampai di kediaman Lyota sesuai tujuan awal mereka yang memang ingin datang kesana.


Tania kecil tampak bahagia begitu sampai disana, ia bahkan langsung turun lebih dulu sebelum papanya karena sangking bahagianya dan juga sudah tidak sabar untuk bertemu Lyota.


Reno pun menuntun putrinya itu untuk masuk ke dalam rumah Lyota.


"Pah, ini bener rumah kak Lyota?" tanya Tania.


"Iya sayang, emang kenapa?" ucap Reno heran.


"Eee gapapa sih, pah. Aku cuma kaget aja kalo rumah kak Lyota gak sebesar rumah kita, aku kira rumahnya bakal lebih besar!" ucap Tania mendongak menatap wajah papanya.


"Hey, Tania jangan bicara begitu! Nanti kalo kak Lyota denger bisa gawat loh! Emang Tania mau dimarahin sama kak Lyota?" ucap Reno.


"Gak mau, pah!" ucap Tania kecil.


"Nah, makanya jangan begitu lagi ya! Tania gak boleh ngomong kayak gitu, apalagi di depan kak Lyota! Karena itu bisa bikin kak Lyota marah, ingat ya Tania sayang?" ucap Reno.


"Iya pah, aku inget kok!" ucap Tania kecil.


Setelahnya, mereka pun lanjut berjalan masuk ke dalam. Tak lupa juga Reno menutup kembali pintu pagar rumah Lyota.


Saat mereka baru saja hendak masuk, tiba-tiba Lyota sudah muncul lebih dulu dari dalam sana dan bahkan hampir berciuman dengan Reno.


"Hey, kamu mau kemana? Kok buru-buru gitu?" tanya Reno mencekal lengan Lyota.


"Maaf maaf, aku gak sengaja! Ini loh aku harus jemput adik aku ke sekolahnya, aku lupa kalau hari ini dia jalan kaki karena sepedanya lagi dibetulin di bengkel!" ucap Lyota.


"Gapapa loh, malah kalo sampe nempel beneran saya suka kok!" ucap Reno menggoda Lyota.


"Dih, dasar mesum! Lepasin dong, gue harus jemput adek gue sekarang juga! Gue takut kalo nanti dia jalan terus nyasar, kan repot!" ucap Lyota tampak sangat cemas.


"Iya iya, tapi aku anter pake mobil ya?" ucap Reno.


"Gausah! Gue naik ojek aja di depan, lu disini tolong jagain ibu yang masih tidur! Gue bisa sendiri kok, tolong ya!" ucap Lyota.

__ADS_1


"Yaudah deh, tapi kamu hati-hati ya! Bilang sama ojeknya, jangan ngebut!" ucap Reno.


"Haish, gausah lebay deh! Udah ya gue harus pergi sekarang, sekali lagi gue titip ibu ke lu! Tania, kakak pergi dulu ya mau jemput adik kakak? Kamu masuk aja ke dalam sana papa, disana ada kue loh!" ucap Lyota pamitan pada Reno dan Tania.


"Iya kak, oke!" ucap Tania tersenyum.


Setelah berpamitan sembari memegang wajah mungil Tania, Lyota pun segera pergi untuk menjemput adiknya.


Sementara Reno mengajak putrinya masuk ke dalam.


"Yuk sayang, kita masuk ke dalam!" ucap Reno tersenyum sembari menggandeng tangan Tania.


"Iya pah," ucap Tania mengangguk.


Reno pun membawa Tania duduk di sofa dalam rumah Lyota, mereka menunggu ibu gadis itu yang sedang tertidur di kamar.


"Nah sayang, kamu mau makan kue ini?" tanya Reno sembari mengambil toples berisi kue.


"Mau, pah!" jawab Tania.


"Bentar, papa buka ya!" Reno pun membuka toples itu lalu menyuapi sebuah kue ke dalam mulut putrinya sambil tersenyum.


"Pah, ibunya kak Lyota dimana? Aku mau ketemu dong, aku pengen lihat ibunya kak Lyota!" ucap Tania kecil bertanya pada papanya.


"Ibu kak Lyota lagi tidur, sayang. Nanti kalo udah bangun pasti Tania bisa ketemu kok, sabar ya!" ucap Reno tersenyum.


"Iya pah,"


Tiba-tiba muncul suara ketukan pintu dari arah dengan memanggil nama Lyota.


"Siapa ya?" gumam Reno.




Ceklek...


Reno membuka pintu dan melihat seorang pria dengan jaket hitam berdiri di depan sana.


"Siapa ya?" tanya Reno penasaran.


"Loh harusnya saya yang nanya, anda ini siapa? Kenapa anda ada di dalam rumah Lyota? Oh atau jangan-jangan anda penjahat dan anda ingin berbuat macam-macam pada Lyota?" ujar pria itu.


"Heh, jangan asal bicara! Saya ini calon suami Lyota, saya sedang menjaga calon mertua saya selagi Lyota pergi jemput adiknya. Sekarang katakan apa mau kamu dan siapa kamu ini?" ucap Reno.


"Calon suami? Hahaha, masih siang udah ngehalu aja! Hey bro, mending lu bangun deh jangan tidur mulu! Mana mungkin Lyota mau nikah sama cowok kayak lu ha?" ujarnya sambil tertawa.


"Terserah saja kalau kamu tidak percaya, sekarang kamu ini mau apa?" ucap Reno santai.


"Gue mau ketemu Lyota, lu jangan halangin gue dan biarin gue masuk ke dalam! Gue yakin banget, Lyota pasti ada di dalam kan? Lu sengaja sembunyiin dia supaya lu bisa ngerampok di rumah ini, iya kan?" ucap pria itu menuduh Reno.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah diajarkan sopan santun oleh ibu bapakmu? Bisa-bisanya menuduh saya melakukan kejahatan!" ujar Reno mulai kesal.


"Mending lu pergi deh dari rumah cewek gue! Lyota itu pacar gue, dan gue gak terima kalo lu ada di rumah pacar gue! Lu pergi sana, pulang!" ucap pria itu berusaha menyeret Reno pergi.


Reno sama sekali tak bergerak.


"Buat apa? Saya sama sekali tidak percaya kalau kamu pacar Lyota, karena saya ini calon suaminya! Lebih baik kamu saja yang pergi dari sini, lagian Lyota juga tidak ada di dalam!" ucap Reno.


"Ah gue gak percaya! Minggir lu, gue mau lewat!" ucap pria itu memaksa masuk.


Bruuukkk...


Reno terpaksa mendorong tubuh pria itu hingga terjengkang ke belakang, tentu ia tak akan membiarkan siapapun masuk ke dalam rumah Lyota.


"Jangan cari gara-gara!" ucap Reno.


"Heh, harusnya lu yang jangan cari gara-gara sama gue! Berani banget lu dorong gue kayak gitu! Mau cari ribut lu sama gue?" ujar pria itu emosi.


Pria itu pun bangkit kembali.


"Oke, kalo emang lu mau ribut gue terima! Jangan salahin gue kalo lu bakal abis sama gue!" ucapnya.


"Saya gak cari ribut, saya hanya ingin mencegah kamu masuk ke dalam!" ucap Reno.


"Halah, banyak bacot lu!" teriaknya.


Pria itu maju menyerang Reno.


Akhirnya mereka pun bertarung di depan rumah Lyota dengan cukup panas.


Bughh...


Pukulan Reno berhasil mengenai wajah dari pria tersebut sehingga pria itu terdiam.


"Kurang ajar!" umpatnya emosi.


"Hiyaaa...." teriaknya.


Pria itu maju kembali dan menyerang Reno secara membabi buta, ia melayangkan pukulan serta tendangan berkali-kali ke arah tubuh Reno.


Namun, Reno dengan santainya berhasil menangkis semua serangan pria tersebut dan masih tetap tanpa ekspresi seperti awal tadi.


"Papa...!!"


Suara teriakan Tania membuat fokus Reno hilang, dan tentu saja pria itu memanfaatkannya.


Bruuukkk...


Reno pun ambruk karena terkena tendangan dari pria itu tepat pada bagian wajahnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2