
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 311
(Ragu)
...•...
...•...
Tania masuk ke dalam rumahnya membawa sebuah kartu undangan yang baru diberikan oleh seorang kurir kepadanya, ya itu adalah undangan acara resepsi pernikahan Reno dan Lyota. Tania pun bingung haruskah ia hadir ke acara pernikahan itu atau tidak, karena jujur Tania masih belum bisa seratus persen melupakan Reno cinta pertamanya.
William yang muncul dari arah tangga merasa heran melihat putrinya kebingungan sembari memegangi kartu undangan di tangannya, William pun bergerak maju menghampiri Tania sambil tersenyum. Ya William sangat penasaran apa yang membuat Tania sampai bingung begitu, ia juga ingin tahu undangan apa yang dibawa oleh Tania saat ini disana.
"Tania!" ucap William menyapa putrinya sembari berhenti tepat di depan gadis itu.
Sontak Tania yang sedang fokus memandangi kartu undangan itu, terkejut lantaran tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Ia mendongak lalu menghela nafas sambil mengusap dadanya begitu mengetahui yang datang disana adalah papanya.
"Ya ampun papa, ngagetin aku aja deh! Tadi aku pikir siapa loh, eh ternyata malah papa!" ujar Tania.
"Suruh siapa kamu bengong begitu? Orang papa panggil pelan kok bisa kaget? Emang kamu lagi mikirin apa sih?" tanya William penasaran.
"Umm, ini loh pah. Barusan ada kurir yang antar undangan pernikahan ke aku," jawab Tania.
"Hah? Siapa yang nikah?" tanya William.
__ADS_1
"Eee ini pernikahan Reno temanku dulu, tapi acaranya masih abis lebaran sih, pah. Ya cuma aku bingung aja harus datang atau enggak? Karena aku belum siap, pah!" jawab Tania.
"Loh kenapa? Emang kamu belum siap apa Tania? Gapapa lah kamu datang aja ke nikahan teman kamu, masa sesama teman gak mau sih hadir di acara nikahan nya? Nanti kan kalo kamu nikah, kamu bisa gantian undang dia!" ujar William.
"Iya sih pah, tapi masalahnya aku belum bisa lupain Reno seratus persen dari hati aku! Walau mulut aku berkata aku sudah moveon, nyatanya hati aku masih ada rasa kecewa sedikit pah!" ucap Tania.
"Apa? Ma-maksud kamu? Kamu dan Reno itu pernah pacaran memang??" tanya William keheranan.
"Enggak sih pah, kita cuma pernah dekat aja. Tapi itu dia, Reno adalah orang baik pertama yang aku kenal sebelum kemunculan kak Arsen dan papa. Dia banyak bantu aku sewaktu aku masih jadi berandal di jalanan, karena itulah aku menaruh rasa sama Reno dan begitu juga dengan dia! Tapi, sejak aku ikut sama kak Arsen tinggal di Finland, aku gak pernah lagi ketemu sama Reno. Selang delapan tahun, aku balik kesini dan bisa ketemu lagi sama dia. Akan tetapi, aku harus terima kenyataan kalau Reno sudah memiliki anak dari wanita lain!" jelas Tania.
Tania sangat menghayati dalam bercerita, sampai ia tidak sadar air mata mulai menetes keluar dari matanya yang sembab itu.
"Duh, terus kok dia malah nikah lagi sekarang? Emang istrinya yang dulu kemana?" tanya William terheran-heran.
"Udah meninggal, pah!" jawab Tania.
"Innalilahi. Yaudah sayang, kalau emang hati kamu masih belum bisa kuat lihat Reno bersanding dengan wanita lain di pelaminan, mending kamu gak usah datang ya! Kamu cukup kirim hadiah aja ke mereka, ya sayang ya?!" ucap William.
"Iya pah, rencananya sih gitu. Oh ya, papa jangan cerita-cerita ya soal Reno ke Revan! Aku gak mau bikin Revan sakit hati kalau tau aku ini masih menyimpan rasa sama Reno," ucap Tania.
"Tenang aja sayang! Papa bisa jaga rahasia kok, asal kamu juga mau berusaha untuk moveon dan seutuhnya mencintai Revan!" ucap William.
"Iya pah, aku usahain kok!" ucap Tania mengangguk.
...•••...
Disisi lain, Reno bersama istri dan anaknya kini telah sampai di rumah sesudah mereka menyelesaikan prosesi pernikahan mereka di KUA alias kantor unit agama. Ketiga manusia itu turun dari mobil dengan bergandengan tangan lalu berjalan pelan menuju ke dalam rumah yang besar itu, Lyota masih tampak gugup karena ini kali pertama ia menginjakkan kaki di rumah suaminya sebagai istri sahnya.
Tania kecil yang berada di tengah-tengah kedua orangtuanya pun tampak tersenyum bahagia, ia merasa sangat senang karena akhirnya dapat kembali memiliki seorang ibu. Memang sejak lama Tania kecil sudah menantikan momen ini apalagi ia telah kehilangan mama yang ia sayangi sewaktu ia masih kecil dan membutuhkan kasih sayang.
"Pah, mama, aku seneng banget deh hari ini! Mungkin dari semua hari yang udah aku lalui, ini adalah hari yang paling bahagia bagi aku! Karena aku akhirnya bisa punya mama lagi," ucap Tania kecil.
__ADS_1
"Sayang, mama juga senang deh bisa punya anak yang cantik dan baik kayak kamu!" ucap Lyota tersenyum sembari menunduk ke arah Tania.
"Bukan cuma senang punya anak cantik kan, tapi juga senang karena bisa nikah sama cowok tampan kayak aku, benar apa benar?" seloroh Reno dengan senyum renyah yang menghiasi wajahnya.
"Apaan sih? Kamu gausah ikut-ikut deh, aku kan lagi bicara sama Tania!" ujar Lyota.
"Hahaha, cie malu nih ye! Gapapa kok sayang, akuin aja! Aku yakin Tania juga gak masalah dengarnya, justru dia pasti senang karena mamanya bangga punya suami yang ganteng, baik terus juga lucu lagi!" ucap Reno sambil tersenyum renyah.
"Ih papa narsis banget!" cibir Tania kecil.
"Hahaha, nah tuh kan suami! Anak kita aja tau kalau kamu itu terlalu narsis, udah lah sayang jangan diterusin yang begitu!" ucap Lyota tertawa kecil.
Disaat mereka bertiga sedang asyik bercanda, Anggi bersama Darma muncul dari dalam rumah dan menemui ketiganya disana. Terlihat Anggi menatap wajah Lyota dengan lirikan sinis seperti tak suka.
"Aduh kalian ini, kok malah ribut-ribut di luar sih? Kenapa gak masuk aja?" tanya Darma.
"Eh papa, ini loh masa Lyota gak mau akuin kalau aku lelaki tampan yang imut dan lucu? Padahal papa aja ngakuin kan kalau aku emang ganteng?" ujar Reno.
"Haish, kamu mah ada-ada aja Ren!" ujar Darma.
Reno tersenyum kemudian mencium tangan papa dan mamanya itu, diikuti juga oleh Lyota serta Tania kecil yang melakukan hal sama. Lalu, Darma pun mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam.
"Yaudah, yuk masuk! Kalian pasti pada capek kan? Nikmati hari pertama kalian sebagai suami-istri, tapi ingat ini masih siang dan kalian gak boleh berbuat yang begitu-begitu! Lagi puasa loh, nanti sayang sama pahalanya!" ujar Darma mengingatkan.
"Iya pah, aku juga tahu kok! Nanti malam baru langsung aku gas!" ujar Reno nyengir.
Mata Lyota pun terbelalak lebar mendengar ucapan Reno barusan, ia tak menyangka Reno berani berkata seperti itu di hadapan kedua orangtuanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1