Preman Cantik

Preman Cantik
Episode 51 (Olivia Kartika)


__ADS_3

...HELO!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."PREMAN CANTIK"...


...~~~...


PREMAN CANTIK EPS. 51


...•...


Di dalam mobil, Tania terus berusaha meyakinkan Arsen bahwa dia tidak kenapa-kenapa dan memintanya kembali ke rumah.


"Kak, aku gak kenapa-napa beneran! Kita gak perlu ke rumah Reno kak, yang ada nanti malah jadi ribut! Udah lah kak ayo kita putar balik aja..!!" ujar Tania memohon pada Arsen.


"Gak bisa, sampai kapanpun saya tidak akan terima jika kamu disakiti oleh orang sampai menangis seperti itu! Reno harus dapat balasannya karena sudah membuat kamu bersedih, dia gak bisa berbuat seenaknya pada kamu! Karena kamu adalah anggota keluarga Abraham!" ucap Arsen yang tetap dengan pendiriannya.


Tania pun kebingungan harus apa sekarang, dia tidak mau kalau sampai abangnya bertemu Reno dan membuat keributan disana.


Apalagi jika masih ada wanita tadi yang bersama Reno, tentunya Tania akan merasa malu dibuatnya.


Tapi mau bagaimana lagi Tania tak bisa mengubah keinginan abangnya itu yang sudah terlanjur marah, akhirnya ia meminta pada Arsen untuk tidak terpancing emosi ketika disana nanti.


"Kak, yaudah gapapa kalo kamu mau ketemu Reno! Tapi tolong kak, jangan bikin keributan ya disana! Aku gak mau nama baik kamu tercoreng cuma karena masalah sepele begini..!!" ucap Tania.


"Masalah sepele? Bagi saya ini bukan masalah sepele Tania! Saya gak terima adik saya satu-satunya dibikin nangis sama cowok gak tahu diri itu! Pokoknya dia harus dapat balasannya! Udah kamu tenang aja, nama saya tidak mungkin tercoreng hanya karena kejadian ini! Justru kalau saya tidak membalas Reno, itu yang akan bikin nama saya tercoreng Tania!" ujar Arsen yang terlihat sangat emosi.


Lagi-lagi Tania gagal membujuk abangnya itu, ya dia pun frustasi dan pasrah saja mengikuti kemauan Arsen. Ia hanya bisa berharap agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan disana.


Setelah cukup lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Reno.. Sontak Arsen langsung membuka pintu mobilnya dan juga meminta Tania ikut turun dengannya.


"Ayo Tania! Kamu harus jelaskan semuanya di dalam, agar saya bisa membalas Reno itu!" ucap Arsen menggenggam tangan Tania lalu menariknya turun dari mobil.


"Kak gausah ditarik-tarik dong tangan aku, aku bisa jalan sendiri kok kak!" ujar Tania yang merasa risih karena tangannya ditarik oleh Arsen.


"Udah ini tuh biar cepet, lagian saya kan tarik kamu juga pelan!" ujar Arsen masih terus menarik tangan Tania hingga sampai di depan gerbang.


Arsen dengan emosinya langsung menggebrak gebrak pintu pagar itu sambil memanggil-manggil nama Reno.

__ADS_1


"Reno, Reno.. Keluar kamu Reno! Saya Arsen ingin bicara dengan kamu!" teriak Arsen.


Mendengar kebisingan itu, Baim & Bowo keluar bersamaan untuk mengecek siapa yang datang.


"Waduh maaf maaf nih pak, kalau mau bertamu ke rumah orang itu harus pake sopan santun dong! Jangan teriak-teriak sambil mukul pintu gerbang begini, memangnya kalau rusak situ mau ganti?" ujar Baim.


"Iya tuh, lagian emang situ siapa sih? Mau apa datang kesini teriak-teriak begitu??" saut Bowo.


"Heh kalian berdua cepat buka gerbang ini! Saya mau masuk dan ketemu sama Reno, ayo cepat buka!" ucap Arsen penuh emosi.


"Yaudah santai aja kali pak, sebentar saya bukain dulu kunci gemboknya!" ucap Baim kemudian membuka pintu gerbang tersebut.


Ya Arsen langsung masuk begitu saja bersama Tania dan juga 2 pengawalnya yang terus mengikutinya.


Baim & Bowo kebingungan sebenarnya apa yang terjadi, mereka pun juga ikut ke dalam siapa tahu akan terjadi keributan disana.


...•••...


Sementara itu, Joshua masih kelimpungan mencari pekerjaan di tempat tinggal barunya.. Dia tak kunjung juga menemukan pekerjaan yang cocok dengannya, akhirnya ia memutuskan istirahat sejenak di sebuah tempat duduk yang ada di dekatnya.


Joshua meminum air yang ia bawa sambil terus mengipas-ngipaskan lehernya dengan telapak tangannya.


"Hadeh susah amat ya cari kerja, mau usaha juga bingung usaha apaan.. Kalo gini terus bisa-bisa uang yang gua punya habis gitu aja," ucap Joshua mengelus dahinya.


"Misi, boleh saya duduk disini?" ucapnya dengan suara yang begitu merdu di telinga Joshua.


"Ya silahkan," jawab Joshua menggeser posisinya untuk memberi tempat bagi perempuan itu kemudian menoleh ke wajah si cewek.


"Loh kamu yang tadi di restoran kan?" ucap Joshua yang sepertinya mengenali wanita itu.


"Eh kamu yang aku tabrak di depan toilet tadi ya? Aduh gak nyangka kita bisa ketemu lagi disini," ujar perempuan itu sambil duduk di samping Joshua.


"Oh ya kamu lagi ngapain disini??" sambung si cewek melontarkan pertanyaan pada Joshua.


"Ini aku lagi istirahat sebentar, tadi abis keliling cari pekerjaan tapi belum dapat-dapat.. Emang susah ya disini dapet kerjaan? Aku juga sebenarnya pengen bikin usaha, tapi gak tahu usaha yang sesuai disini itu apa!" jawab Joshua yang terdengar lelah.


"Ohh kamu pasti pendatang baru ya di kota ini? Karena kalo orang asli sini udah tahu bisnis apa yang tepat buat dilakuin," ujar perempuan itu.


"Iya aku baru sampe semalam, oh ya kenalin namaku Joshua aku pindahan dari kota Bogor!" ucap Joshua mengenalkan dirinya pada perempuan itu sambil menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"Aku Olivia, kamu bisa panggil aku Oliv! Kalo kamu mau aku bisa kok bantu kamu bikin bisnis!" ucap perempuan itu menggapai tangan Joshua lalu bersalaman dengannya.


"Serius? Wah makasih banget kalo kamu mau bantu aku, nanti janji deh hasilnya aku bagi dua sama kamu!" ujar Joshua tersenyum senang.


"Gak perlu Joshua, aku emang suka nolong orang-orang yang lagi kesusahan kayak kamu!" ucap Olivia.


"Aduh aku jadi gak enak kalo gitu, eh gimana kalo kita ngomongin soal ini sambil ngopi?" ujar Joshua.


"Boleh, yaudah yuk!" ucap Olivia.


Mereka berdua pun pergi ke cafe terdekat untuk sekedar ngobrol sambil ngopi bersama.


...•••...


Disisi lain, Arsen masuk begitu saja ke dalam rumah Reno tanpa etika.. ya dia bahkan berteriak memanggil nama Reno berkali-kali.


"RENO, KELUAR KAMU RENO..!!!" teriak Arsen.


Tania hanya bisa menahan malu melihat kelakuan abangnya itu, ia tak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.


Karena suara bising dari bawah, Rosa yang sedang merawat Reno di kamarnya pun merasa kesal dan akhirnya turun ke bawah meninggalkan Reno yang tengah tidur beristirahat di kamarnya.


"Hey, ini ada apa sih? Siapa kamu? Kenapa teriak-teriak di rumah orang seenak jidat??" tanya Rosa dengan nada emosi.


"Saya mau ketemu Reno, dimana dia? Suruh dia keluar cepat! Berani-beraninya dia sudah membuat adik saya ini menangis..!!" ujar Arsen.


"Ohh jadi ini ulah kamu lagi cewek aneh, mau kamu tuh apa sih? Gara-gara kamu tadi Reno celaka lagi, terus sekarang kamu bawa abang kamu kesini buat bikin keributan.. Reno itu butuh istirahat dia baru pulang dari rumah sakit, harusnya kamu ngertiin dia dong kalo emang kamu peduli sama dia!" ucap Rosa marah-marah pada Tania.


"Heh jangan pernah anda membentak adik saya seperti itu, cepat panggil Reno suruh dia turun! Kalau tidak saya yang akan naik ke atas menemui dia," ujar Arsen melindungi adiknya bak pahlawan.


"Reno lagi istirahat, sebaiknya kalian pergi dari sini jangan ganggu dia..!!" ucap Rosa melarang Arsen menemui Reno.


"Kak, udah lah kak ayo kita pulang aja! Kasian Reno dia butuh istirahat kak, lupain ya semuanya!" ucap Tania memohon pada abangnya.


"Gak bisa Tania, pantang bagi saya untuk kembali setelah sampai di tempat ini..!! Saya akan tetap menemui Reno walau dia sedang sakit atau apalah itu! Jangan ada yang berani menghalalkan saya!" ujar Arsen memaksa menemui Reno.


Rosa berusaha menghalangi jalan Arsen, namun dengan cepat Arsen mendorong tubuhnya hingga terjatuh ke lantai.


"Sudah saya bilang jangan halangi saya!" ucap Arsen kemudian menaiki tangga menuju kamar Reno.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2