Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 200 (Gairah tertahan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 143


(Gairah tertahan)


...•...


...•...


Revan dan Tania kini sudah berada di sebuah taman yang tak jauh dari sekolah tempat Rania, ya mereka pergi kesan karena ingin bicara berdua tanpa adanya gangguan dari orang lain yang tentunya akan membuat obrolan mereka jadi terganggu dan tak bisa bicara serius.


Mereka pun duduk berdampingan dengan jarak tipis, terlihat Tania diam saja menaruh kedua tangannya di paha menunggu Revan mulai berbicara karena ia bingung harus mengatakan apa lebih dulu pada Revan jika pria tersebut tak mau berbicara duluan padanya alias memulai pembicaraan itu.


"Eee... aku boleh mulai sekarang kan?" tanya Revan sembari menatap wajah Tania dari samping dan sedikit tersenyum.


"Boleh, silahkan aja!" jawab Tania singkat.


Revan mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan untuk mengambil ketenangan, ia nampak sangat tegang kali ini dan sulit baginya berbicara apabila ketegangan itu tak bisa segera dihilangkan dari tubuhnya.


"Kamu beneran mau dijodohin sama aku?" tanya Revan dengan wajah penasaran dan penuh harap.


Sontak Tania tercengang mendengar pertanyaan Revan yang membuat hatinya tersentak kaget, ia tak tahu harus menjawab apa dan mengatakan apa pada Revan tentang perasaannya saat ini yang juga masih bimbang tak menentu apakah ia mencintai Reno atau Revan si dokter pilihan papanya.


Revan terus menanti jawaban dari Tania dan berharap kalau Tania bisa menyenangkan hatinya dengan menjawab iya, sungguh ia sangat berharap itu dan bisa bersama dengan Tania namun ia tak mau apabila Tania terpaksa menerima perjodohan ini karena yang ia inginkan adalah saling mencintai.

__ADS_1


"Umm... iya, aku sendiri malah yang bilang sama papa buat langsung temuin aku sama lelaki itu! Pada saat itu aku belum tahu siapa cowok yang dimaksud papa, eh ternyata kamu!" ucap Tania tersenyum.


"Hahaha, lalu apa kamu sekarang juga mencintai aku seperti aku yang sudah mulai cinta sama kamu?" tanya Revan kembali.


Lagi-lagi Tania harus dibuat terdiam kebingungan untuk memilih jawaban yang tepat bagi dirinya, jujur ia belum tahu benar apakah hatinya ini ditujukan untuk Revan ataukah Reno si lelaki yang juga telah menyatakan perasaan padanya namun hingga kini belum juga mendapat jawaban darinya.


Melihat Tania terdiam cukup lama membuat Revan penasaran dan curiga kalau ternyata Tania memang tidak mencintai dirinya, ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Tania untuk bisa melihat lebih jelas ekspresi wajah gadis tersebut sekaligus memandang wajah mulus milik Tania yang terpampang jelas.


Cupp...


Tak disangka tak diduga oleh Tania, tiba-tiba Revan menempelkan bibirnya pada wajah gadis itu cukup lama sampai mengeluarkan bunyi serta bekas air liur yang tertinggal disana karena sepertinya Revan tak hanya mengecup melainkan juga menyesal pipi gemas milik Tania.


Tania pun terkejut dan reflek memegangi pipinya yang terasa basah akibat ciuman dari Revan, ia menoleh ke arah Revan lalu memandangnya penuh keheranan seakan-akan ia bertanya mengapa Revan melakukan itu padanya namun Revan hanya merespons dengan senyuman di bibirnya.


"Aku suka pipi kamu, rasanya kenyal seperti aku lagi makan kue atau apalah itu!" ucap Revan.


"Kamu ngagetin aku aja tau! Kan aku lagi mikir buat jawab pertanyaan kamu, malah tiba-tiba dicium begitu!" ucap Tania tersenyum namun agak kesal.


"Iya gapapa, asal jangan diulangin lagi! Kalau kamu emang mau cium aku, jangan dadakan kayak tadi!" ucap Tania mengingatkan.


"Oke, i love you Tania...." ucap Revan berdesis di telinga gadisnya membuat Tania bergidik.


...•••...


Disisi lain, keesokan harinya Rianti bersama suami serta anak-anaknya sudah pindah ke rumah baru mereka yang terletak tak jauh dari kantor alias tempat Lionel bekerja sesuai dengan keinginan mereka selama ini supaya Lionel tentunya tidak perlu repot-repot jika ingin berangkat kerja.


Selain rumah, mereka juga sudah mendapatkan beberapa pekerja baru untuk mengurus anak-anak dan juga bersih-bersih rumah serta bagian keamanan alias satpam yang bertujuan untuk menjaga mereka tentunya dari ancaman orang jahat atau siapapun itu.


Kini Rianti & suaminya tengah beberes di kamar yang tentunya akan menjadi tempat mereka beristirahat selama mereka tinggal di kota itu, Lionel tampak terus tersenyum memandangi sang istri dari jauh yang tengah menyusun baju-baju mereka memasukkan ke dalam lemari.


Lionel sepertinya tergoda dengan tubuh Rianti yang memang cukup menggairahkan, apalagi saat ini wanita itu mengenakan baju cukup terbuka sehingga membuat gairah Lionel memuncak ingin sekali meminta jatah dari istrinya itu dan kebetulan juga disana mereka hanya berdua.

__ADS_1


Akhirnya Lionel pun bergerak meninggalkan kerjaannya untuk menghampiri sang istri di seberang sana, ia tersenyum mesum menatap tubuh Rianti lalu memeluk istrinya itu dari belakang dan menariknya untuk berdiri sembari mencumbu tengkuk sang istri yang membuat Rianti mengerang.


"Sayang, udahan dulu beres-beresnya! Aku gak tahan lagi lihat tubuh kamu ini, boleh ya?" ucap Lionel mendesahh di telinga sang istri.


"Tapi mas—"


"Gak ada tapi-tapi, kamu harus nurut dong sama perkataan suami gak boleh nolak!" potong Lionel.


"Iya iya, mas! Boleh kok!" ucap Rianti pasrah.


Lionel yang sudah sangat bergairah pun langsung membawa tubuh Rianti ke ranjang dan menindihnya serta mencengkeram kedua tangannya, Rianti hanya bisa pasrah karena tubuhnya sulit digerakkan sedangkan suaminya mulai bergerak menciumi bahkan menyesap area wajah sampai lehernya.


Lionel pun menaruh kedua tangan Rianti di atas kepala dan tetap mencengkeramnya sembari melumatt bibir kenyal sang istri, tangan satunya pun juga bergerak meremass gundukan Rianti yang masih terbungkus kain tipis tanpa daleman.


"You are so hot, baby!"


Perkataan Lionel membuat Rianti makin terangsang oleh permainan suaminya itu, tangan-tangan nakal Lionel pun mulai membuka baju yang dikenakan istrinya hingga kini Rianti resmi telanjang tanpa ditutupi sehelai benangpun.


Ia kembali melumatt bibir Rianti dengan kedua tangannya bermain pada gunung kembar sang istri, dari bibir kini mulutnya beralih ke leher dan meninggalkan cukup banyak bekas disana disertai lenguhan tipis-tipis dari Rianti.


"Aaakkhhhh...."


Rianti mulai mendesahh panjang saat suaminya meraup dua gundukan miliknya lalu menggigit titik sensitif dan memilinnya secara kasar, ia tak bisa lagi menahan tubuhnya yang terus menggelinjang akibat permainan sang suami yang begitu memuaskan.


Jari-jari Lionel kini beralih pada **** * Rianti dan perlahan mengusap serta memasukkannya ke dalam sana, Rianti pun semakin mendesahh kenikmatan menikmati permainan sang suami.


TOK TOK TOK....


Suara ketukan akhirnya menghentikan aktivitas panas antara sepasang suami-istri itu, mereka belum sempat menyelesaikan permainan itu bahkan kondisi Lionel juga masih memakai seluruh pakaiannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2