Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 383 (Permintaan Arsen)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 326


(Permintaan Arsen)


...β€’...


...πŸ”žπŸ”žπŸ”ž...


...Adu plus-plus dikit...


...β€’...


πŸ“ž"Tenang aja sayang! Aku ini udah pengalaman kok kalau soal begadang, jadi kamu gak perlu panik karena aku pasti baik-baik aja!" ucap Revan.


πŸ“ž"Ish, tapi kanβ€”"


TOK TOK TOK...


Ucapan Tania terjeda lantaran ada suara ketukan pintu yang muncul dari arah luar kamarnya.


πŸ“ž"Eee Van, sebentar ya! Itu ada yang datang ke kamar aku, nanti aku balik lagi kok. Ini aku cuma mau cek doang ke depan, siapa yang ketuk pintu itu dan mau apa!" ucap Tania.


πŸ“ž"Oh gitu, iya deh sayang gapapa. Aku matiin aja telponnya, nanti abis sahur aku telpon lagi sekalian video call aja! Soalnya ini aku juga mau ke kamar mandi, daritadi mama udah bawel nyuruh aku bangun buat sahur!" ucap Revan.


πŸ“ž"Ya yaudah terserah kamu aja, maaf ya Revan karena aku gak bisa temenin kamu!" ucap Tania.


πŸ“ž"Iya gapapa cantik, aku maklum kok! Tapi, kamu cium aku dong sayang sebelum dimatiin telponnya!" ucap Revan.


πŸ“ž"Haish, kamu banyak maunya ih!" ujar Tania.


πŸ“ž"Cuma satu aja kok, mau ya?" ujar Revan.

__ADS_1


πŸ“ž"Iya, bye sayang! Mmuuaachh...." ucap Tania menuruti kemauan Revan.


Tuuutttt...


Tania langsung mematikan teleponnya begitu ia selesai mencium Revan, jujur ia sangat malu apalagi jika seseorang di depan kamarnya itu mendengar saat ia melakukan hal tersebut pada sang kekasih.


Setelahnya, Tania pun berjalan ke dekat pintu dan mengecek siapa yang datang.


Ceklek...


"Eh kak Arsen, ada apa?" tanya Tania saat melihat Arsen tengah berdiri di depan pintu kamarnya.


Tak ada jawaban dari Arsen, ia tiba-tiba maju dan mendorong tubuh Tania hingga mepet tembok. Ia mengungkung Tania dan meletakkan dua tangan gadis itu di atas kepala, sontak Tania pun merasa heran tak mengerti apa maksud Arsen.


"Kak, kakak kenapa sih?" tanya Tania heran.


"Tania sayang, kakak mohon sama kamu! Tolong kamu bantu kakak buat yakinin Velove, kalau kakak ini bisa jadi suami dia!" ucap Arsen tegas.


"Hah? Ma-maksud kakak?" Tania terkejut.


"Iya sayang, kamu harus bantu kakak buat deketin Velove! Kakak udah coba berkali-kali untuk lupain dia, tapi kakak gak bisa! Satu-satunya cara agar kakak bisa ceria lagi, ya cuma menikah dengan Velove bukan gadis lain sayang! Kamu ini kan lumayan dekat dengan Velove, kamu pasti bisa bantu aku sayang!" ucap Arsen.


"Ssshhh! Kamu harus bantu kakak, kamu gak mau kan lihat kakak sedih-sedih terus? Ayolah sayang, cuma ini yang kakak mau dan setelah ini kakak gak akan repotin kamu kok!" potong Arsen.


"I-i-iya kak, aku mau bantu kakak. Tapi, masalahnya aku kan gak bisa paksa Velove buat mau nikah sama kakak bukan Rizky! Eee apalagi waktu itu aku juga bilang sama Velove buat terima lamaran Rizky, jadi aku bingung kak!" ucap Tania.


"Haish, ayolah sayang kamu usaha dulu! Kalau misal nantinya gagal, ya gapapa!" paksa Arsen.


"Eee iya iya, kak. Aku bakal usaha deh, sekarang kakak tenang dulu ya dan lepasin tangan aku! Kita kan mau sahur bareng-bareng kak!" ucap Tania.


"Huft, iya oke!" ucap Arsen mendengus.


Arsen pun melepaskan Tania dari cengkeramannya, terlihat gadis itu memegangi kedua telapak tangan yang tadi dicengkeram cukup kuat oleh Arsen hingga membuat ia kesakitan.


"Kak, yaudah yuk kita keluar! Nanti kita bahas soal ini lagi setelah sahur!" ucap Tania.


Arsen mengangguk pelan tanpa bersuara.


"Eh eee kakak duluan aja deh, aku harus ke kamar mandi dulu buat cuci muka! Tadi aku lupa baru bangun belum ke kamar mandi," ucap Tania.

__ADS_1


"Yasudah, pantas tadi kakak lihat ada belek di mata kamu!" ucap Arsen.


"Ish, dasar nyebelin!" cibir Tania.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Rianti dan suami baru menyelesaikan permainan nikmat mereka. Ya cukup lama Lionel terus-menerus memasukkan miliknya ke dalam milik Rianti sampai wanita itu tak berdaya dibuatnya dan hanya bisa pasrah menikmatinya, kini mereka telah sama-sama mencapai puncaknya untuk yang kesekian kalinya dan sudah kehabisan tenaga.


Lionel pun mencabut miliknya setelah menumpahkan seluruh ****** ***** di dalam rahim sang istri itu, ia ambruk di samping Rianti dan masih terus memeluk tubuh istrinya. Lionel juga mengelus wajah Rianti dengan lembut sambil tersenyum dan mengecup keningnya, ia menyeka keringat di dahi sang istri hasil dari permainan malam ini.


"Mas, kamu ganas banget sih kalo di ranjang! Aku sampe lemes banget ini loh, dengkul aku rasanya mau copot. Untung aja kamu berhenti sekarang, kalo enggak mungkin lain ceritanya!" ucap Rianti.


"Hahaha, abis punya kamu enak banget sayang! Aku gak bisa berhenti goyang di bawah sana, si junior juga pengen terus-terusan main sama kamu. Wajar aja ya sayang, kita kan udah lama gak main kayak gini!" ucap Lionel nyengir.


"Hah? Udah lama? Ya ampun mas, baru dua hari lalu kita main juga kan, masa lupa?" ujar Rianti.


"Hahaha, iya juga ya. Yaudah sayang, yang penting sekarang aku udah puas dan gak kuat lagi buat ajak main kamu malam ini!" ucap Lionel.


"Iya mas, kita tidur yuk!" ucap Rianti.


"Tidur? Gak mau langsung mandi aja? Supaya pas tidur kita gak ngerasa risih gitu, ya biar nyaman aja kalo udah wangi kan enak tidurnya gak perlu mikirin mandi lagi!" usul Lionel.


"Umm, terserah kamu deh mas! Tapi, kalo kamu pengen mandi ya mandi sendiri aja jangan ajak-ajak aku! Nanti yang ada kita bukan mandi, tapi malah begituan lagi mas!" ucap Rianti.


"Hahaha, ya enggak lah sayang! Aku udah capek kok, kita berendam bareng aja!" ucap Lionel.


Rianti mengangguk sambil tersenyum. Lalu, Lionel pun bangkit dan menggendong tubuh istrinya ala bridal style, ia bawa Rianti ke dalam kamar mandi untuk berendam bersama di atas bathtub yang sudah terisi air dingin.


Rianti berada dalam pangkuan suaminya, Lionel tak melepaskan sedikitpun tubuh Rianti dari genggaman tangannya, ia terus merabaa-rabaa serta menciumi area yang membuatnya merasa nikmat.


"Mas, aku mau tanya deh sama kamu!" ucap Rianti.


"Tanya apa sayang?" ujar Lionel sembari meremass gundukan milik istrinya.


"Kira-kira menurut kamu, aku harus bilang ke Athar atau enggak ya soal Reno itu ayah kandungnya? Jujur sih mas, aku kasihan ngeliat Athar terus-terusan tanyain soal siapa ayah kandungnya. Aku juga pengen ngeliat dia bahagia, mas! Tapi, aku masih ragu untuk melakukan itu!" ucap Rianti meminta saran dari suaminya.


Lionel terdiam dan tak lagi menggerayangi tubuh istrinya, ia berpikir keras karena ingin membantu Rianti menyelesaikan masalah itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2