
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 346
(Saling berbuat salah)
...•...
...•...
Keesokan harinya, Lyota terbangun dengan rasa perih pada area intimnya akibat semalaman digas oleh Reno secara terus-menerus.
Lyota melirik ke arah suaminya yang masih tertidur, ia mendekat lalu mengusap wajah Reno dengan lembut sambil tersenyum, dengan berani Lyota memberi kecupan manis di wajah sang suami.
Cupp!
"Mas, walaupun kamu itu gampang nafsuu. Dan selalu pengen minta dilayani, tapi aku tetap sayang kok sama kamu! Ya emang sih ini rasanya sakit banget sesudah selesai, apalagi buat gerak. Tapi, aku gak bisa bohong kalau permainan kamu itu enak dan bikin nagih mas!" ucap Lyota.
Reno yang mendengar ucapan Lyota barusan, langsung merasa senang dan bangga pada dirinya.
"Hahaha, ternyata Lyota suka sama permainan saya. Baguslah sayang, kamu emang sukanya ngaku kalo aku lagi tidur aja deh! Untung kali ini aku dengar, nanti malam pasti aku bakal gas kamu lagi sayangku!" batin Reno.
Mengira suaminya itu masih tertidur, Lyota pun bergegas beranjak dari tidurnya untuk segera menuju kamar mandi. Ia menyibakkan selimut dan perlahan turun dari ranjang dengan tubuh telanjangnya.
Tanpa berpikir panjang, Lyota berjalan dengan pedenya sembari membawa pakaian kotor bekas semalam ke dalam kamar mandi.
Sementara Reno membuka matanya sedikit dan mengintip tubuh telanjang istrinya itu dari posisi tertidur, Reno tersenyum puas lalu bangkit dengan perlahan untuk mengikuti Lyota.
Ceklek...
Lyota membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya, namun saat ia hendak menutupnya kembali tiba-tiba saja Reno sudah muncul di hadapannya dan tengah menatap ia sambil tersenyum mesum.
Sontak Lyota terkejut dan reflek menutupi bagian tubuhnya yang terbuka itu.
"Mas? Ka-kamu kok udah bangun?" ujar Lyota kaget.
"Iya dong, daritadi aku bangun. Aku juga dengar pengakuan kamu soal permainan aku, kamu bilang itu enak kan?" ucap Reno tersenyum.
__ADS_1
"Hah? Ih mas, kamu tuh nyebelin deh! Udah ah jangan dibahas lagi, sekarang aku mau mandi! Kamu mending lanjut tidur aja sana, atau ngapain kek sambil nunggu aku selesai!" ucap Lyota.
"Kenapa? Kalau bisa mandi bareng sekalian, ngapain harus satu-satu sih sayang?" goda Reno.
"Mas ih, jangan ngada-ngada deh! Kamu kan semalam udah puas mainin tubuh aku, masa masih kurang aja?" ujar Lyota.
"Iya sayang, kurang nih!" ucap Reno tersenyum.
Reno melangkah maju mendekati Lyota, kemudian mendekap tubuh wanita itu sembari mendorongnya menuju ke dalam kamar mandi. Ia menutup pintu dengan satu tangan, lalu mengurung tubuh Lyota di pojok dinding dekat shower.
Pria itu menyalakan air shower, dan perlahan air itu mulai membasahi tubuh Lyota dari rambut hingga kakinya, membuat Reno makin terpesona melihat kondisi tubuh istrinya yang basah.
"Uhh sayang! Kamu luar biasa, tambah seksi kalo basah begini!" goda Reno.
"Mas, ka-kamu mau begituan disini?" ujar Lyota.
Reno mengangguk pelan, pandangannya sudah tertuju pada dua buah gunung kembar kesukaannya itu hingga tak perduli dengan ucapan Lyota.
Tanpa basa-basi, Reno langsung meraup dua gundukan kenyal itu dengan tangannya. Ia pun juga menghisapnya sambil sesekali menggigit puncak kenikmatan hingga Lyota mengerang.
Remasann serta isapan dari suaminya, membuat Lyota tak mampu menahan diri lagi.
Wanita itu bahkan membantu menahan kepala Reno agar tidak berhenti menyesap miliknya sambil memejamkan mata dan mendesahh.
Suara itu bagai penyemangat bagi Reno, terbukti ia langsung menambah kecepatan remasann tangannya, bahkan satu tangannya juga mulai memasuki lubang intim milik sang istri.
Lyota pun semakin tak terkendali, jari-jari Reno itu bermain cukup lihai di bawah sana.
"Aaaahhhh uuhhhh..."
Desahann dari mulut Lyota bahkan sampai mengalahkan suara air yang menyala, dan membuat Reno makin bergairah.
"I love you, sayangku!" bisik Reno.
...•••...
Disisi lain, Tania yang baru pulang subuh tak sengaja berpapasan dengan Arsen sang kakak yang baru keluar dari kamar Velove. Tentu saja Tania merasa terkejut karena abangnya habis memasuki kamar Velove.
"Hah? Kak Arsen?" tegur Tania membuka mulutnya sambil menutupi dengan telapak tangannya.
"Eh kamu, abis darimana? Kok jam segini baru pulang? Hayo, semalaman gak pulang ngapain aja kamu ha?!" ujar Arsen curiga.
"Dih, malah sok interogasi aku! Harusnya tuh aku yang tanya sama kakak, abis ngapain kakak di kamar Velove hayo? Ingat kak, kakak sama Velove tuh belum mahram! Kok udah berduaan aja di kamar? Pasti abis anu-anu ya?" ujar Tania.
__ADS_1
"Apaan sih? Ngaco aja kalo ngomong! Kakak cuma nengok Velove aja, gausah ngada-ngada deh! Kamu tuh kenapa subuh gini baru pulang? Anak perempuan kok kelayapan gak tahu waktu!" ucap Arsen.
"Ish, aku kemalaman kak. Makanya aku nginep di hotel sama Revan, tapi kita mah beda kamar. Lah kakak sama Velove malah berduaan, lebih parah mana hayo dibanding aku?" ucap Tania.
Arsen melotot ke arah Tania dan menjewer telinga gadis itu dengan keras.
"Awhh awhh kak sakit..!!" rintih Tania kesakitan.
"Jangan bandel deh! Kamu malah sengaja ngomong kayak gitu keras-keras, maksudnya apa ha? Biar papa dengar dan tau kalau kakak abis dari kamar Velove, iya? Dasar bandel kamu!" tegur Arsen.
"Awhh kak, sakit lepasin dong!" ringis Tania.
"Makanya diem jangan kebanyakan omong! Gini aja deh, kita sama-sama tutup mulut jangan bilang ke papa soal ini! Emang kamu juga mau kalo papa tau kamu pulang subuh-subuh begini?" ujar Arsen.
"Ish iya iya aku tutup mulut kok, udah lepasin ah kak sakit tau...!!" ujar Tania merengek kesakitan.
"Yaudah, awas ya kalo kamu ember! Kakak bakal jewer kamu sampe kuping kamu lepas nih!" geram Arsen.
"Iya, aku janji deh!"
Arsen pun melepas jeweran nya dan Tania langsung mengusap-usap telinganya yang memerah itu.
"Uhh sakit banget tau, kak!" rintih Tania.
"Hahaha, rasain tuh! Suruh siapa bandel? Udah sana masuk kamar!" ujar Arsen.
"Iya iya..."
Tania melangkah maju menuju kamarnya meninggalkan kakaknya disana masih sambil mengusap-usap telinganya yang perih.
Sementara Arsen hanya senyum-senyum puas karena telah berhasil mengerjai adiknya, ia melirik sekilas pintu kamar Velove dan membayangkan kejadian semalam saat bersama gadis itu.
"Aahhh Velove itu manis dan cantik banget! Sayang aja semalam gue cuma bisa peluk-peluk dia, padahal kalo bisa yang lain pasti enak banget!" gumamnya.
Setelahnya, Arsen pun juga ikut pergi ke kamarnya sama seperti Tania. Namun, ia menghentikan langkah saat melihat adiknya melepas pakaian tapi tidak menutup pintu kamarnya.
"Bener-bener nih anak!"
Arsen geleng-geleng kepala dan masuk ke dalam mendekati adiknya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1