Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 169 (Diserang)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 113


(Diserang)


...•...


...•...


Firasat buruk Tania yang sedari tadi menghantuinya ternyata benar terjadi, ya rombongan motor mulai mengerumuni mobilnya dan terus berteriak meminta Tania agar keluar dari dalam mobil sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil Tania. Bahkan mereka ada yang sampai berusaha untuk membuka pintu mobil tersebut, beruntung saat ini pintu mobilnya sedang terkunci sehingga mereka tak bisa membukanya.


Tania pun panik karena jumlah pemotor itu lumayan banyak dan mereka bertubuh besar-besar, apalagi saat ini ia tidak bersama Riko sang pengawal setianya yang ia tugaskan mencari mama kandung Rania sebelumnya. Akhirnya karena sudah kepepet dan mobil pun tak bisa dilajukan lagi, ya Rusli terpaksa menghentikan mobilnya walau sebenarnya ia juga sangat takut akan terjadi sesuatu pada mereka terutama nona nya.


"Non, sebaiknya non tetap di mobil biar saya beserta pak Hendi dan Howard yang keluar menghadapi mereka semua! Saya gak mau non Tania sampai kenapa-napa, karena nanti taruhannya nyawa saya non!" ucap Rusli gemetar.


"Iya pak, tenang aja! Hati-hati ya pak, mereka kelihatannya kejam dan bengis!" ucap Tania mengingatkan supirnya.


Rusli hanya mengangguk lalu mulai menarik handle pintu mobilnya dan keluar menemui para gangster yang tampak ganas itu, sedangkan Tania menunggu di dalam sesuai perintah Rusli dengan kondisi pintu mobil terkunci agar ia aman tentunya.


Terlihat para gangster tersebut langsung mengerubungi Rusli serta Hendi & Howard yang baru keluar dari mobil, tentu jika dilihat dari jumlah maka ketiga pengawal Tania itu pasti kalah karena gangster tersebut mungkin lebih dari 10 orang.


"Heh, kalian mau apa cegat kami?" tanya Howard.


"Hahaha, dasar cecunguk bodoh! Menyingkir lah atau kami akan menghabisi kalian bertiga tanpa terkecuali!" ujar salah seorang gangster itu sebut saja namanya Revado.


"Kami tidak akan pernah menyingkir, kalian perlu melangkahi dulu mayat kami sebelum kalian bisa menyentuh nona kami!" ucap Hendi.


"Hahaha, dasar sok pahlawan! Sudah diberi kesempatan hidup malah pilih mati, memang tidak tahu diuntung kalian ini!" ujar Revado.

__ADS_1


"Seraaannggg....!!" teriak Charlie si gangster lainnya.


Ya pertarungan antara anggota gangster dengan ketiga pengawal Tania itu pun dimulai, karena jumlah mereka sangat banyak maka Revado tak bertarung dan memilih pergi ke arah mobil Tania untuk membawa gadis itu.


Namun, untungnya pintu mobilnya terkunci sehingga Revado tidak bisa membukanya walau sudah berusaha sekuat tenaga sampai urat-urat di wajahnya keluar yang warna hijau.


Meski begitu, Tania tetap panik dan tak tahu harus apa terlebih lagi ketiga pengawalnya juga terlihat kewalahan menghadapi para gangster yang jumlahnya cukup banyak. Akhirnya Tania memilih mengirim pesan pada papanya untuk meminta pertolongan sekaligus mengirim lokasinya saat ini ke nomor papanya, Tania berharap sang papa dapat datang tepat waktu untuk menolongnya disini.


"Heh, buka!" teriak Revado sembari mengetuk-ngetuk kaca mobil Tania.


Deru nafas kencang terdengar akibat kepanikan melanda Tania, ia hanya bisa berserah diri kepada Tuhan saat ini karena tak ada lagi yang mampu ia lakukan untuk melarikan diri dari sana jika saja Revado berhasil membuka pintunya.


Berkali-kali Revado berusaha membuka pintu mobil itu, akan tetapi sia-sia karena selalu saja gagal. Hingga akhirnya ide gila muncul di kepala Revado untuk memecahkan kaca mobil tersebut dan masuk melalui kaca tersebut untuk menangkap Tania, ia pun mencari barang yang bisa digunakan untuk memecahkan kaca mobil Tania.


"Apa yang mau dia lakuin?" batin Tania panik.


Bughh...


Satu tendangan maut melayang di punggung Revado saat pria itu hendak memecahkan kaca mobil Tania menggunakan batu besar, ia pun tersungkur seketika karena tendangan dari Howard yang rupanya menyadari tindakan Revado.


Ya 5 orang anggotanya yang tergeletak sebelumnya bangkit kembali lalu menyerang Howard dengan lebih bertenaga agar Revado bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menculik Tania.


"Pak Rusli, buka kuncinya sekarang...!!" teriak Howard sembari meladeni pertarungan dari kelima orang tersebut.


Rusli yang sedang menghadapi 3 orang sendirian pun bingung harus bagaimana, namun tiba-tiba Hendi datang menolongnya agar Rusli bisa membuka kunci mobil tersebut.


Tit tit..


"Nona, lari lah!" teriak Howard.


Revado yang mendengarnya langsung mengambil kesempatan untuk coba membuka pintu mobil, namun secara mendadak Rusli menendang tubuhnya hingga terpental ke aspal.


Tania pun kabur dari mobilnya dan berlari menjauh sekaligus meminta pertolongan orang-orang disana, ia sungguh cemas apalagi ketiga pengawalnya masih berada di tempat itu berkelahi dengan para gangster.


🌺

__ADS_1


Tania yang malang sudah berhasil menjauh dari para gangster tersebut, namun sampai sekarang ia belum kunjung menemukan seseorang untuk dimintai pertolongan karena daerah itu sangat sepi.


"Duh gue harus cari pertolongan kemana? Papa mana sih, kok gak bales pesan dari gue?" ucap Tania bertanya-tanya.


Tiiinnnn....


Klakson panjang mengagetkan Tania yang tengah terbengong menengok ke kanan dan kiri, ia reflek loncat ke pinggir walau akhirnya kakinya terkilir dan jatuh ke bawah akibat tidak hati-hati.


"Heh, jalan tuh jangan bengong!" teriak seorang pria dari dalam mobil, ia sangat kesal tapi pada akhirnya rasa kesal itu berubah begitu melihat sosok wanita yang tengah terjatuh di jalanan.


"Tania...??"


Pria itu pun turun dari mobilnya lalu jalan menghampiri Tania di dekat sana, ia berjongkok sembari mengulurkan tangan ke arah Tania.


"Perlu bantuan, gadis cabe?" ucapnya.


Tania mendongak menatap wajah pria itu, matanya terbelalak karena ia sungguh mengenali siapa pria yang saat ini ada di depannya.


"Rizky? Lu ngapain disini??" tanya Tania heran.


"Ini kan jalan umum, suka-suka gue lah! Lu sendiri ngapain malah bengong di tengah jalan kayak tadi? Masih untung gak gue tabrak lu, btw mana pengawal lu yang lemah itu?" ujar pria yang ternyata Rizky.


"Oh iya, kebetulan gue ketemu lu disini! Mereka butuh bantuan disana, ada rombongan gangster ganas yang tiba-tiba nyerang gue dan sekarang mereka lagi ngelawan gangster itu!" ucap Tania dengan nafas tersengal-sengal karena panik.


"Apa? Lu kasih tau gue sekarang, dimana mereka?" ucap Rizky mulai ikut cemas.


"Disana..." jawab Tania sembari menunjuk ke arah para pengawalnya berada sekarang.


"Oke, kalo gitu gue kesana dan lu tetap disini atau kalo bisa terus kabur ya! Gue gak mau lu kenapa-napa, karena gangster itu bahaya!" ucap Rizky terlihat begitu mencemaskan Tania.


Tania malah terdiam sepertinya terkejut karena ucapan Rizky yang terdengar mengkhawatirkan dirinya, entah mengapa rasanya ia senang jika Rizky benar-benar cemas padanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2