
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 126
(Mau dijodohin)
...•...
...•...
Jordi & Cakra sudah berhasil masuk melewati pintu gerbang dan kini tengah berada di halaman luas rumah milik William, ya memang jarak dari pintu pagar menuju ke depan pintu utama rumah itu cukup jauh dan memakan waktu lumayan lama mungkin saja bagi yang tidak kuat pasti akan ngos-ngosan karena kecapekan sangking jauhnya.
Cakra terus celingak-celinguk ke sekeliling rumah itu seperti mencari seseorang dengan wajah cemasnya, mungkin Cakra khawatir kalau ada Tania disana dan mereka akan bertemu kembali lalu urusannya malah menjadi rumit padahal ia hanya ingin menemui putrinya yang menurut Jordi ada di rumah itu.
Saat hendak menaiki anak tangga menuju pintu depan rumah tersebut, Jordi tanpa sengaja melihat gadis kecil yang sedang dicari olehnya di depan sana tepatnya tengah menuju ke taman samping bersama seorang wanita yang tak lain adalah pengasuhnya.
"Bos, itu dia anaknya!" ucap Jordi memberitahu Cakra sambil menunjuk ke arah gadis kecil yang tengah berjalan membelakangi mereka.
Cakra langsung menoleh dan matanya tampak berkaca-kaca melihat putrinya kembali dengan mata kepalanya, namun ia seperti merasa tak asing pada gadis kecil yang dilihatnya itu karena seingatnya ia pernah bertemu dengan gadis seperti itu.
"Lu yakin dia cucu gue, gak salah lihat kan?" tanya Cakra coba memastikan.
"Yakin lah bos, gini-gini mata gue masih sehat! Lagian di rumah ini cuma ada satu anak kecil, nah itu dia cucu lu bos gak bakal salah!" jawab Jordi.
__ADS_1
"Yaudah, kalo gitu kita langsung aja samperin dia! Gue udah gak sabar banget pengen ketemu cucu gue, dia pasti cantik sekali..." ucap Cakra.
Jordi mengangguk kemudian mereka berdua pun maju ke depan mengejar gadis kecil yang sudah agak jauh itu, memang langkah mereka tidak bisa terlalu cepat lantaran Cakra harus menggunakan tongkatnya untuk berjalan hingga membuat Jordi juga terpaksa menunggu mantan bosnya itu.
"Raniaaa...." teriak Jordi memanggil nama gadis kecil yang tengah dikejarnya, ia berharap gadis itu tidak terus berlari supaya bisa lebih mudah mendekatinya.
Ya Cakra sontak terkejut mendengar teriakan Jordi yang menyebut nama Rania, ia teringat kembali pada sosok gadis kecil yang pernah diculiknya sebelum ini karena namanya sangat mirip terlebih lagi wujud bagian belakang tubuh gadis itu juga mirip dengan Rania yang pernah ia culik sebelumnya.
"Rania? Apa ini Rania yang sama dengan Rania yang gue culik waktu itu...?? Kalau iya, itu artinya Rania adalah putri kandung gue..." batin Cakra.
"Rania, berhenti Rania...!!" teriak Jordi kembali sambil terus berjalan mendekati gadis kecil itu.
Tiba-tiba saja Jordi menarik tangan Jordi menahan pria itu untuk terus berjalan, tentu saja Jordi tampak terheran-heran karena Cakra malah menahannya sehingga Rania pun terus menjauh.
"Bos, kenapa sih? Itu cucu si bos jadi makin jauh, kan capek ngejarnya!" ujar Jordi kesal.
"Tunggu dulu, gue mau bicara sama lu!" ucap Cakra.
"Gue percaya kok, tapi...." ucap Cakra menggantung.
"Tapi apa, bos?" tanya Jordi heran.
"Kenapa lu panggil dia dengan sebutan Rania?"
Mendengar pertanyaan Cakra malah membuat Jordi terkekeh dan ingin tertawa saat itu juga, sungguh ia tak mengerti mengapa Jordi mempermasalahkan nama panggilan yang diberikannya kepada gadis itu.
...•••...
Disisi lain, Tania kini sudah aman dan tengah berada di dalam mobil bersama papanya serta Riko setelah mereka berhasil menangkap serta memenjarakan Savana dan beberapa anggota gangster tadi. Namun, nampaknya Tania masih cukup trauma pada kejadian yang dialaminya tadi dan butuh ketenangan dari papanya yang saat ini juga tengah memeluknya.
__ADS_1
William paham betul mengapa Tania sampai seperti ini lantaran gadis itu hampir saja kehilangan nyawa jika kedatangannya terlambat tadi, ya seperti yang diketahui Savana memang mengincar nyawa Tania sebagai balasan atas perbuatan gadis itu beberapa waktu lalu kepadanya yang selalu saja mengambil paksa uang hasilnya berjualan di pinggir jalan.
"Tania, sudah jangan menangis terus! Papa kan sekarang udah ada disisi kamu, jadi kamu aman sekarang sayang! Lagian mereka kan juga udah diamanin sama polisi, mereka gak bakal bisa serang kamu lagi kayak tadi sayang!" ucap William.
Tania pun melepaskan pelukannya lalu menatap wajah papanya sambil sesenggukan, William yang melihatnya menyimpulkan senyum di bibir lalu coba menghapus air mata dari wajah putrinya yang mulus itu. William sungguh tidak kuat jika melihat putri kesayangannya menangis seperti itu karena ketakutan, ia sangat menyesal tidak bisa menjaga Tania sebaik mungkin.
"Papa janji mulai sekarang gak akan biarin kamu pergi sendiri, apapun keadaannya dan kemanapun kamu pergi harus sama papa! Papa gak mau kejadian seperti ini terulang lagi, walau mereka sudah diamankan oleh polisi!" ucap William.
"Gak perlu, pah! Aku kan bisa jaga diri, kalo papa temenin aku terus nanti kerjaan papa jadi gak keurus dong!" ucap Tania.
"Ya gapapa dong, sayang! Bagi papa gak ada yang lebih penting selain kamu, sayangnya papa!" ucap William tersenyum sembari mencubit gemas pipi putrinya dengan dua tangan sekaligus.
"Aku minta maaf ya, pah? Seharusnya diusia segini aku udah bisa jaga diri sendiri, eh ini malah terus-terusan ngerepotin papa mulu! Kayaknya aku emang anak yang payah..." ucap Tania.
"Hus, jangan bilang gitu ah! Papa itu gapapa kok direpotin sama kamu terus, justru papa seneng banget karena bisa deket terus sama kamu jadinya! Kan kamu tahu sendiri, kita sempat terpisah selama 20 tahun dan baru dipertemukan lagi sekarang setelah kamu dewasa! Makanya sekarang papa mau habisin waktu berdua sama kamu, kalau bisa sih sama suami kamu dan anak-anak kamu alias cucu papa juga...." ucap William tersenyum.
"Iya pah, nanti aku bakal secepatnya bawa calon suami aku ke rumah buat ketemu papa! Aku pengen lihat papa bahagia di hari pernikahan aku nanti, supaya keluarga kita juga makin besar!" ucap Tania.
"Wah, emang kamu udah punya calonnya?" tanya William dengan senyum meledek.
"Hehe belum sih, pah! Kan katanya papa mau kenalin aku sama anak temen papa itu, emang gak jadi?" ucap Tania nyengir.
"Jadi sih, tapi emang kamu mau dijodohin kayak gini? Biasanya kan anak jaman sekarang itu paling gak mau kalau dicariin jodoh sama orangtuanya, mereka pada lebih suka cari sendiri!" ujar William.
"Kalau aku gak gitu kok, pah! Aku malahan seneng dijodohin kayak gini... ya soalnya aku udah nyerah sih pah nyari sendiri, karena gak dapet-dapet!" ujar Tania.
"Oke deh, nanti papa atur pertemuan kalian...!!"
Mereka pun kembali berpelukan di dalam mobil sambil tersenyum, sedangkan Riko rupanya terus menguping pembicaraan mereka sedari tadi dan terlihat kecewa mendengarnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...