Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 186 (Foto mama)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 130


(Foto mama)


...•...


...•...


Setelah mendengar semua penjelasan dari Cakra mengenai kisah masa kecil Rania yang kelam dan juga menyedihkan bahkan menyentuh hati, Tania pun mulai percaya kalau Rania memang cucu dari Cakra sekaligus anak dari putrinya yang dahulu pernah ia culik yakni Velove.


Akan tetapi, Tania masih ragu untuk melepas Rania dan memberikannya pada Cakra karena bagaimanapun Tania sudah menganggap Rania sebagai adik kandungnya sendiri yang sangat ia sayangi dan sangat sulit baginya jika harus berpisah dengan Rania.


"Kamu tidak perlu takut, Tania! Saya pasti akan izinkan kamu bertemu dengan Rania kembali, jadi kamu masih bisa bertemu Rania lagi!" ucap Cakra.


Mendengar perkataan Cakra membuat hati Tania terasa lebih tenang, namun tetap saja Tania merasa sedih karena ia akan kesepian di rumah itu jika Rania pergi bersama Cakra dan tak lagi tinggal disana bersamanya apalagi kalau papanya kembali ke Finlandia nantinya.


"Tolong, kasih gue waktu buat pikirin ini! Gue belum bisa jauh dari Rania sekarang, semuanya harus dipersiapkan dengan matang!" ucap Tania.


Ketiganya sama-sama menoleh ke arah Rania yang tengah asyik bermain bersama pengasuhnya, ya mereka bertiga tampak senang sekaligus sedih dan tentu yang senang adalah Cakra sedangkan yang sedih Tania serta Jordi.


Rupanya Rania menyadari jika dirinya tengah dipandangi sedari tadi oleh ketiga orang dewasa tersebut disana, maka Rania pun menghentikan permainannya lalu tanpa diduga berlari menuju ke dekat mereka dan bertanya.


"Kak, ayah, kakek, ada apa sih?" tanya Rania.


"Gak ada apa-apa kok, sayang! Kita cuma lagi diskusi aja tentang ibu kandung Rania, pasti kamu gak sabar kan mau ketemu sama ibu kandung kamu?" ucap Tania sembari memegang dua pundak Rania.

__ADS_1


"Wah asyik! Yang bener, kak? Berarti aku bakal ketemu sama ibu kandung aku??" ujar Rania.


"Iya sayang, nanti kakek Cakra bakal bawain ibunya Rania ke rumah ini supaya bisa ketemu sama Rania lagi dan Rania jadinya gak perlu sedih lagi deh!" ucap Tania sembari tersenyum.


"Yeay, aku gak sabar deh kak buat ketemu sama mama! Pasti mama aku cantik ya, kak?" ucap Rania.


"Oh, ya jelas dong pasti cantik banget kan sama kayak Rania yang cantik ini..." ucap Tania.


Mendengar obrolan Tania & Rania malah membuat Cakra terharu dan meneteskan air mata, nampaknya ia sedih karena Rania begitu merindukan sosok ibu di dalam hidupnya selama ini.


"Maafkan ayah, nak! Harusnya ayah gak buang kamu waktu itu, pasti sekarang kita udah jadi keluarga bahagia dan kamu gak akan sedih seperti ini!" batin Cakra menahan tangisnya.


Rania pun beralih menatap wajah kakeknya, ia menghampiri Cakra yang memang tengah bersedih disana dan sebagai seorang anak Rania seperti tau kalau kakek alias papanya itu sedang menangis sembari melihat ke arahnya saat ini.


"Kek, kakek kenapa nangis...??" tanya Rania lembut.


"Eh kamu, gak kok kakek gak nangis! Kakek tuh cuma kelilipan debu aja, justru kakek seneng bisa ketemu lagi sama kamu dan bakal segera temuin kamu juga sama mama kandung kamu!" ucap Cakra.


"Oh ada dong, sayang! Sebentar yaaa..."


Cakra mengeluarkan dompetnya dari saku celana lalu mengambil sebuah foto Velove yang terletak disana dan memberikannya pada Rania.


"Nah ini dia foto mama kamu, sayang!" ucap Cakra.


"Waahhh.... mama cantik banget, kek!" ucap Rania terkejut sambil menganga saat melihat foto mama kandungnya tersebut.


"Ya iya dong, kan kayak kamu sayang!" ucap Cakra.


"Kek, aku simpan fotonya ya?" tanya Rania.


"Iya sayang, simpan aja semau kamu!" ucap Cakra.


"Asiikkk...!!!"

__ADS_1


Rania pun tampak bahagia bisa melihat wajah mamanya saat ini walau hanya melalui foto, ia menari sembari memeluk foto mamanya dan terus berteriak kesenengan karena ini pertama kalinya Rania mengetahui seperti apa wajah sang mama kandung yang sudah sejak lama ia cari-cari.


Tania & Jordi tampak tersentuh melihat kebahagiaan Rania saat ini, mereka akan menjadi sangat jahat tentunya jika melarang Rania untuk tinggal bersama keluarga kandungnya yang sangat ia nantikan.


...•••...


Disisi lain, Rianti bersama suaminya tengah mempacking baju-baju untuk dibawa pergi keluar kota karena Lionel akan dipindah tugaskan ke Bogor yang artinya Rianti tentu bakal kembali lagi ke tempat asalnya dulu dimana ia dijuluki sebagai ratu nipu oleh warga-warga setempat.


Rianti amat bahagia mendengar kabar itu, ya tentu saja karena nantinya disana ia tak akan lagi bertemu ataupun berurusan dengan Shani si pelakor yang meresahkan dan semakin menjadi-jadi ingin mendapatkan hati suaminya yakni Lionel.


Walau terbesit rasa kasihan di dalam hatinya kepada wanita tersebut karena saat ini Shani sedang hamil mengandung anak dari suaminya, namun bagaimanapun juga Rianti tak ingin anak-anaknya kehilangan sosok ayah di dalam hidupnya apalagi ia juga tengah mengandung calon anak ketiganya.


"Mas, kamu serius kan gak bakal balik kesini lagi? Aku khawatir loh kalau kamu balik lagi, nanti Shani bakalan bisa deketin kamu!" ucap Rianti.


"Iya tenang aja, sayang! Demi kamu dan anak-anak kita aku akan selalu nurut sama kamu, lagian aku juga gak mau deket-deket sama cewek itu lagi! Dia gak akan bisa ganggu kita lagi, sayangku!" ucap Lionel tersenyum manis sembari mencolek pipi istrinya.


"Bagus, mas! Aku harap kamu beneran ya gak bakal deket lagi sama Shani, soalnya kasihan calon anak kita ini kalau kamu memilih pergi!" ucap Rianti sembari mengusap lembut perutnya.


Dengan cepat Lionel juga membungkuk mendekatkan wajahnya ke arah perut Rianti, ia pun mengelusnya sembari mengecupnya lembut lalu mengajak bicara calon bayi di dalam sana yang saat ini baru berusia 3 bulan.


"Hai, sayangnya papa! Kamu gak perlu khawatir ya sayang, papa bakal selalu ada kok buat kamu dan gak akan pernah tinggalin kamu!" ucap Lionel.


Rianti tampak tersenyum bahagia melihat kelakuan suaminya sekaligus mendengar perkataan Lionel barusan, ada sedikit rasa lega yang ia rasakan saat ini dan percaya kalau Lionel tak akan meninggalkan dirinya serta anak-anaknya.


"Aku harap kamu bisa pegang janji kamu, mas! Kalau enggak, jujur aku pasti bakal kecewa banget sama kamu!" batin Rianti.


Setelah puas berbicara pada calon anaknya, kini Lionel beralih ke istrinya dan memandang mata indah milik sang istri yang memang selalu membuatnya tergoda sampai junior di bawah sana bangkit menegang walau saat ini Rianti memakai daster yang lumayan tertutup.


"Kamu selalu menggairahkan, baby!" bisik Lionel berdesis di telinga sang istri.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2