Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 273 (Istri yang baik)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 216


(Istri yang baik)


...•...


...•...


Rianti menyambut Lionel suaminya itu yang baru pulang ke rumah sehabis bekerja seharian ini, ya wanita cantik dengan daster tipis dan rambut yang terurai itu menghampiri Lionel begitu mendengar suara mobil sang suami muncul di depan rumahnya.


Tentu saja Lionel tampak senang karena ia langsung melihat wajah cantik istrinya saat ia sampai di depan rumah, rasa lelah dan letih yang ia rasakan pun mendadak hilang saat ia melihat Rianti dengan kedua kelopak matanya. Lionel langsung merengkuh pinggang ramping Rianti dan mengecup kening serta wajah istrinya sambil tersenyum manis.


Rianti pun tampak tersenyum juga sembari mencium tangan suaminya sebagai seorang istri yang baik, Rianti memang sengaja menemui suaminya itu di depan lantaran ia ingin memberitahu perihal masalah yang menimpa putranya di sekolah tadi.


"Mas, kita langsung masuk yuk! Aku ada yang mau dibicarain sama kamu, ini soal Athar." ucap Rianti.


"Iya cantik! Emang soal apa sih?" tanya Lionel tampak kebingungan sembari mengusap lembut wajah istrinya dan tersenyum.


"Nanti aja aku ceritanya di dalam, mas pasti capek kan?" ucap Rianti.


"Ya iya sih. Tapi, aku juga penasaran kalau kamu mau omongin soal Athar. Gimanapun juga kan Athar itu anak aku, jadi aku penasaran dong sama apa yang terjadi ke Athar." ucap Lionel.


"Iya mas, aku tau. Makanya sekarang kita masuk ke dalam dan kamu duduk di sofa, selonjorin kaki kamu biar gak pegel! Aku juga mau buatin kopi buat kamu, supaya kepala kamu dingin dan rasa capek di badan kamu semuanya hilang!" ucap Rianti.


"Hmm, ya boleh deh. Kamu emang istri yang paling pengertian sama suaminya, sayang!" ucap Lionel.

__ADS_1


"Ah mas bisa aja! Masih banyak tau istri-istri di luaran sana yang lebih dari aku, lagian aku mau masih newbie belum terlalu paham sama urusan rumah tangga. Makanya kalo banyak salah, tolong dimaklumi ya mas!" ucap Rianti tersenyum.


"Gapapa, segini juga kamu udah bagus! Justru aku yang banyak salah sama kamu selama ini, bahkan aku sampe berkhianat dari kamu." ucap Lionel.


"Mas, masalah itu lupain aja! Kamu gausah pikirin soal itu lagi! Sekarang kan kita udah punya kehidupan baru, yang lalu biarlah berlalu dan jangan diungkit-ungkit lagi!" ucap Rianti.


"Iya sayang..." ucap Lionel tersenyum.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan tangan saling menggandeng, Rianti juga membenamkan wajahnya pada dada bidang sang suami sambil tersenyum ke arahnya. Sedangkan Lionel tampak menikmati aroma tubuh istrinya yang benar-benar membuatnya terobsesi, bahkan hidungnya itu sampai tidak bisa lepas dari leher sang istri dan ingin terus menghirup aroma tubuh Rianti.


Sesampainya di dalam, Rianti meminta Lionel untuk duduk disana. Rianti juga mengangkat satu persatu kaki suaminya itu ke atas sofa, lalu meluruskannya dan melepas sepatu yang dikenakan oleh Lionel. Perlahan Rianti membantu Lionel merebahkan tubuhnya di atas sofa itu, barulah ia kini minta izin untuk membuatkan minuman di dapur.


"Mas, aku buat minum dulu, ya?" ucap Rianti.


"Iya sayang, jangan lama-lama ya!" ucap Lionel.


"Iya mas, sebentar kok!" ucap Rianti.


Setelahnya, Rianti pun bergegas pergi ke dapur dan membuatkan minuman untuk suaminya. Sedangkan Lionel tampak menikmati rebahan di sofa itu dengan dua tangan ia jadikan sebagai bantalan, Lionel memang sudah sangat lelah setelah seharian bekerja di kantor mengutak-atik laptopnya.


Disisi lain, Reno yang merasa kalau hari sudah semakin malam. Akhirnya memilih untuk pamitan kepada Lyota dan juga ibunya, bagaimanapun ia harus pulang ke rumah agar putrinya tidak khawatir dan kedua orangtuanya juga tak memikirkan yang macam-macam tentangnya.


Reno pun menoleh ke arah Lyota yang kebetulan duduk di sampingnya saat ini, ia berbisik di telinga gadisnya itu untuk meminta izin pamit padanya. Ya Reno merasa khawatir jika Lyota tak membolehkan ia pergi dari sana, walau tentu saja Lyota dengan senang hati akan membiarkan Reno pergi.


"Sayang, saya pamit ya? Ini udah malem, saya takut Tania kangen sama saya!" bisik Reno.


"Yaudah, pulang aja! Tapi, lu pamit dulu sama ibu itu!" balas Lyota juga berbisik di telinga Reno.


Sang ibu dari Lyota yang bernama Julia itu tampak heran melihat putrinya dan juga Reno saling berbisik satu sama lain, ia penasaran apa sebenarnya yang sedang dibicarakan oleh keduanya disana.


"Ehem ehem..." Julia berdehem bermaksud agar Reno dan Lyota tidak berisik lagi.


"Kalian ngapain sih bisik-bisik? Emangnya ada apa sampe harus pelan-pelan gitu ngomongnya?" tanya Julia penasaran.

__ADS_1


"Eh ibu! Enggak kok, ini Reno cuma mau pamit pulang katanya." ucap Lyota menjawab.


"Iya Bu, bener. Saya mohon izin pamit, soalnya ini juga udah malam. Saya takut keluarga saya di rumah nyariin, apalagi anak saya itu. Dia suka rewel dan gak mau tidur kalo gak ada saya, jadi makanya saya mau pulang sekarang!" ucap Reno.


"Ohh, yasudah kalau kamu memang mau pulang. Kapan-kapan kamu kesini lagi, main sekalian sama anak dan orang tua kamu! Ibu kan juga mau kenal sama keluarga kamu, maaf banget soalnya ibu gak bisa kalau harus ke rumah kamu!" ucap Julia.


"Ah iya, gapapa kok Bu. Kan emang udah aturannya pihak cowok mendatangi kediaman pihak perempuan, gak lama lagi saya akan datang kesini bersama keluarga saya untuk melamar Lyota, Bu. Jadi, ibu juga bisa ketemu sama keluarga saya itu! Kebetulan Lyota juga udah bersedia kok Bu, buat jadi istri saya!" ucap Reno tersenyum.


Lyota pun terkejut dengan perkataan Reno, ia amat sangat kesal pada Reno yang berbicara seenak hatinya di depan sang ibu.


"Oh ya? Bagus deh kalau memang begitu, ibu juga jadi ikut seneng dengernya. Ya ibu emang pengen Lyota bisa cepat menikah dan ketemu sama jodohnya, Alhamdulillah sekarang dia udah dipertemukan sama lelaki yang baik dan tampan seperti kamu!" ucap Julia.


"Ah ibu bisa aja! Yaudah Bu, saya mau pamit dulu ya?" ucap Reno bangkit dari duduknya lalu menghampiri Julia dan mencium tangan wanita dewasa itu. "Assalamualaikum," sambungnya mengucap salam sembari berjalan keluar.


"Waalaikumsallam, hati-hati kamu!" ucap Julia.


"Eee Bu, aku ke depan dulu ya anterin Reno!" ucap Lyota izin pada ibunya.


"Iya sayang," ucap Julia singkat.


Lyota pun ikut berdiri lalu mengantarkan Reno sampai ke depan rumahnya, Reno tampak senang karena Lyota mau mengantarnya.


Sesampainya di depan gadis itu menahan tangan Reno yang ingin masuk ke mobilnya.


"Tunggu!" ucap Lyota.


"Kenapa sih, sayang? Kamu gak rela ya kalau saya pulang ke rumah? Oh, atau kamu mau ikut sekalian sama saya? Jangan lah sayang, belum boleh!" ucap Reno salah sangka.


"Apaan sih? Gue mau ngobrol dulu sama lu!" ucap Lyota dengan wajah cemberut.


"Yaudah, mau ngobrol apa? Ayo ngomong!" ucap Reno mendekat ke arah gadisnya.


Lyota terdiam sejenak dan memalingkan wajahnya, gadis itu masih bingung harus berbicara darimana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2